Menu

Mode Gelap
Presiden Prabowo Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF ke-11 di Vladivostok Sherina Munaf Turun Tangan Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan Kisah Desa di Pekalongan yang Berdamai dengan Satwa Liar, Punya Aturan Larangan Berburu Lima Sila Pancasila Jadi Filosofi Pembangunan Gedung Mahkamah Agung di IKN Anggaran Kementerian di Kanwil Kemenag Kalteng dan Universitas Palangkaraya Terindikasi Dikorupsi Dari Tambling, Titiek Soeharto Dorong Kolaborasi Sains dan Alam untuk Konservasi Masa Depan

Warta Daerah

Pemadaman Bergilir di Jawa, PLN Sampaikan “Nyuwun Ngapunten”

badge-check


					Pemadaman Bergilir di Jawa, PLN Sampaikan “Nyuwun Ngapunten” Perbesar

 

Sejumlah wilayah di Pulau Jawa mengalami pemadaman listrik bergilir pada Jumat (19/6/2026). Informasi tersebut disampaikan oleh unit-unit pelayanan PT PLN (Persero) melalui media sosial dan pesan WhatsApp yang kemudian diteruskan oleh masyarakat maupun tokoh setempat ke berbagai grup percakapan.

Seiring terjadinya pemadaman bergilir di sejumlah wilayah Jawa, PLN menyampaikan “Nyuwun Ngapunten” kepada pelanggan. Dalam bahasa Indonesia, ungkapan Jawa tersebut berarti “memohon maaf”. Permintaan maaf itu disampaikan menyusul gangguan pada dua unit pembangkit besar yang menyebabkan berkurangnya kemampuan pasokan listrik sistem.

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, menjelaskan bahwa sistem kelistrikan Jawa saat ini masih beroperasi dan terkendali dengan baik. Namun, untuk menjaga keandalan pasokan listrik kepada pelanggan, PLN melakukan manajemen beban secara terbatas dan terukur di sejumlah wilayah.

Menurut Gregorius, langkah tersebut dilakukan karena adanya kendala teknis operasional pada pembangkit listrik. Selain itu, terdapat dua unit pembangkit berkapasitas besar yang mengalami gangguan sehingga tidak dapat beroperasi sementara waktu.

Kondisi tersebut menyebabkan kemampuan pasokan listrik sistem menurun, sehingga PLN perlu melakukan pengaturan operasi sistem untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan listrik.

PLN saat ini terus melakukan percepatan pemulihan dengan mengoptimalkan pasokan dari pembangkit lain yang tersedia. Berbagai upaya teknis juga dilakukan untuk menjaga stabilitas sistem sekaligus meminimalkan dampak yang dirasakan pelanggan.

“PLN terus bekerja melakukan percepatan pemulihan, mengoptimalkan pasokan dari pembangkit lain, serta melakukan pengaturan operasi sistem guna menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik,” ujar Gregorius.

PLN memastikan manajemen beban yang diterapkan saat ini bersifat sementara. Pemadaman bergilir akan dihentikan secara bertahap seiring membaiknya kondisi pasokan listrik dan kembalinya unit-unit pembangkit yang mengalami gangguan.

Atas kondisi tersebut, PLN kembali menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan yang terdampak. Perseroan berharap proses pemulihan dapat berlangsung cepat sehingga layanan kelistrikan kembali normal.

Untuk memudahkan pelanggan memperoleh informasi terkait kondisi kelistrikan di wilayah masing-masing, PLN menyediakan fitur “Cek Padam Sekitar Saya” yang tersedia melalui aplikasi PLN Mobile.

Melalui fitur tersebut, pelanggan dapat memantau kondisi kelistrikan secara real-time dalam bentuk peta digital yang mudah dipahami. Informasi yang ditampilkan memungkinkan pelanggan mengetahui apakah pemadaman terjadi akibat gangguan jaringan yang lebih luas atau hanya terjadi pada instalasi tertentu di lokasi pelanggan.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kisah Desa di Pekalongan yang Berdamai dengan Satwa Liar, Punya Aturan Larangan Berburu

3 September 2026 - 05:21 WITA

Strategi Tepat Hadapi El Nino, Petani di Luwu Utara Sukses Panen Raya

31 Agustus 2026 - 09:09 WITA

El Nino Picu Migrasi Ikan, Nelayan Kecil Hadapi Beban Ongkos Melaut

29 Agustus 2026 - 05:42 WITA

Jalan ke Kawasan Baduy Lebak Rusak, Tokoh Adat Harap Segera Diperbaiki

28 Agustus 2026 - 04:53 WITA

Update Gempa NTT: 91 Orang Meninggal, 1.286 Luka dan 161.084 Mengungsi

24 Agustus 2026 - 05:48 WITA

Trending di Warta Daerah