Menu ✖

Mode Gelap
Dua Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo, Investasi Rp3.923,2 Triliun Serap 5,48 Juta Tenaga Kerja Juan Azmi Bawa Film Laga Indonesia Menembus Panggung Dunia Panen Raya UNESA 2026: 60 Ribu Ekor Ayam Dibagikan, Dosen dan Tenaga Kependidikan Rasakan Manfaatnya Satu Tahun di Afrika Tengah, 140 Personel FPU 7 Raih Penghargaan atas Misi Perdamaian Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang TNI AL Amankan Tugboat Pembawa Ribuan Kubik Kayu Log di Perairan Utara Pulau Buru

Warta Daerah

Pemadaman Bergilir di Jawa, PLN Sampaikan “Nyuwun Ngapunten”

badge-check


					Pemadaman Bergilir di Jawa, PLN Sampaikan “Nyuwun Ngapunten” Perbesar

 

Sejumlah wilayah di Pulau Jawa mengalami pemadaman listrik bergilir pada Jumat (19/6/2026). Informasi tersebut disampaikan oleh unit-unit pelayanan PT PLN (Persero) melalui media sosial dan pesan WhatsApp yang kemudian diteruskan oleh masyarakat maupun tokoh setempat ke berbagai grup percakapan.

Seiring terjadinya pemadaman bergilir di sejumlah wilayah Jawa, PLN menyampaikan “Nyuwun Ngapunten” kepada pelanggan. Dalam bahasa Indonesia, ungkapan Jawa tersebut berarti “memohon maaf”. Permintaan maaf itu disampaikan menyusul gangguan pada dua unit pembangkit besar yang menyebabkan berkurangnya kemampuan pasokan listrik sistem.

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, menjelaskan bahwa sistem kelistrikan Jawa saat ini masih beroperasi dan terkendali dengan baik. Namun, untuk menjaga keandalan pasokan listrik kepada pelanggan, PLN melakukan manajemen beban secara terbatas dan terukur di sejumlah wilayah.

Menurut Gregorius, langkah tersebut dilakukan karena adanya kendala teknis operasional pada pembangkit listrik. Selain itu, terdapat dua unit pembangkit berkapasitas besar yang mengalami gangguan sehingga tidak dapat beroperasi sementara waktu.

Kondisi tersebut menyebabkan kemampuan pasokan listrik sistem menurun, sehingga PLN perlu melakukan pengaturan operasi sistem untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan listrik.

PLN saat ini terus melakukan percepatan pemulihan dengan mengoptimalkan pasokan dari pembangkit lain yang tersedia. Berbagai upaya teknis juga dilakukan untuk menjaga stabilitas sistem sekaligus meminimalkan dampak yang dirasakan pelanggan.

“PLN terus bekerja melakukan percepatan pemulihan, mengoptimalkan pasokan dari pembangkit lain, serta melakukan pengaturan operasi sistem guna menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik,” ujar Gregorius.

PLN memastikan manajemen beban yang diterapkan saat ini bersifat sementara. Pemadaman bergilir akan dihentikan secara bertahap seiring membaiknya kondisi pasokan listrik dan kembalinya unit-unit pembangkit yang mengalami gangguan.

Atas kondisi tersebut, PLN kembali menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan yang terdampak. Perseroan berharap proses pemulihan dapat berlangsung cepat sehingga layanan kelistrikan kembali normal.

Untuk memudahkan pelanggan memperoleh informasi terkait kondisi kelistrikan di wilayah masing-masing, PLN menyediakan fitur “Cek Padam Sekitar Saya” yang tersedia melalui aplikasi PLN Mobile.

Melalui fitur tersebut, pelanggan dapat memantau kondisi kelistrikan secara real-time dalam bentuk peta digital yang mudah dipahami. Informasi yang ditampilkan memungkinkan pelanggan mengetahui apakah pemadaman terjadi akibat gangguan jaringan yang lebih luas atau hanya terjadi pada instalasi tertentu di lokasi pelanggan.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Panen Raya UNESA 2026: 60 Ribu Ekor Ayam Dibagikan, Dosen dan Tenaga Kependidikan Rasakan Manfaatnya

20 Oktober 2026 - 03:32 WITA

Jalan Rusak Parah, Warga Desa Wolokelo Swadaya Gotong Royong Lakukan Perbaikan

17 Oktober 2026 - 03:45 WITA

APH Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di Setda Barito Timur

15 Oktober 2026 - 07:15 WITA

Kebakaran Cagar Alam Gunung Lokon Tomohon Hanguskan 100 Hektare Lahan

14 Oktober 2026 - 10:25 WITA

Protes Tambang Galian C, Warga Puncu Kediri Keluhkan Jalan Rusak dan Sulit Air

13 Oktober 2026 - 04:27 WITA

Trending di Warta Daerah