Menu

Mode Gelap
Dari Tambling, Titiek Soeharto Dorong Kolaborasi Sains dan Alam untuk Konservasi Masa Depan Mutasi Polri Agustus 2026, Kapolda dan Wakapoda Sulut serta Sejumlah Pejabat Utama Pindah Tugas hingga Promosi Jabatan Baru Berusia 11 Tahun, Mikhayla Shanum Caya Jadi Kontingen Indonesia Termuda Asian Games 2026, Targetkan Medali Kejagung Tampilkan Uang Sitaan Rp401 Miliar Kasus Nikel PT CNI Strategi Tepat Hadapi El Nino, Petani di Luwu Utara Sukses Panen Raya Jepang Kirim Helikopter Bantu Atasi Karhutla RI

Warta Utama

Lukisan Cap Tangan Purba di Sulawesi Tenggara Pecahkan Rekor Dunia, Berusia Hampir 68 Ribu Tahun

badge-check


					Lukisan Cap Tangan Purba di Sulawesi Tenggara Pecahkan Rekor Dunia, Berusia Hampir 68 Ribu Tahun Perbesar

Indonesia kembali mencatatkan namanya dalam sejarah dunia. Lukisan cap tangan purba yang ditemukan di Gua Liang Metanduno, Pulau Muna, Sulawesi Tenggara, resmi diakui oleh Guinness World Records sebagai lukisan seni non-figuratif tertua yang pernah ditemukan di dunia.

Melansir Instagram @pandemictalks, Jumat (5/6/2026), pengakuan tersebut diberikan setelah penelitian ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal Nature mengungkap bahwa lukisan cap tangan tersebut memiliki usia setidaknya 67.800 tahun. Temuan ini menjadikannya salah satu bukti tertua keberadaan ekspresi artistik manusia pada masa Paleolitikum atau Zaman Batu Tua.

Lukisan itu berupa cap tangan yang dibuat dengan teknik semprot pigmen pada dinding gua. Meski terlihat sederhana, keberadaannya memberikan petunjuk penting mengenai kemampuan berpikir simbolik dan kreativitas manusia purba yang hidup puluhan ribu tahun lalu.

Penelitian ini dilakukan oleh tim gabungan ilmuwan Indonesia dan Australia. Salah satu peneliti yang terlibat adalah Adhi Agus Oktaviana dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yang selama beberapa tahun terakhir aktif meneliti seni cadas prasejarah di kawasan Sulawesi.

Menariknya, proses pengakuan dari Guinness World Records bermula secara tidak terduga. Berdasarkan laporan Kompas.com, pihak Guinness menghubungi tim peneliti melalui pesan langsung atau direct message (DM) di Instagram. Mereka kemudian menyampaikan sertifikat resmi yang menetapkan lukisan cap tangan tersebut sebagai pemegang rekor dunia terbaru.

Penemuan ini semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat penting perkembangan seni prasejarah dunia. Selama ini, sejumlah gua di Sulawesi telah menghasilkan temuan seni cadas berusia sangat tua yang mengubah pandangan para ilmuwan mengenai asal-usul kreativitas manusia.

Sebelumnya, banyak peneliti meyakini bahwa seni figuratif dan simbolik tertua berkembang di Eropa. Namun, berbagai penemuan di Sulawesi menunjukkan bahwa masyarakat purba di kawasan Asia Tenggara juga telah menghasilkan karya seni yang sangat maju pada periode yang sama, bahkan lebih tua.

Pengakuan Guinness World Records ini tidak hanya menjadi prestasi bagi dunia arkeologi Indonesia, tetapi juga membuka peluang lebih besar untuk memperkenalkan kekayaan warisan budaya prasejarah Nusantara ke panggung internasional.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Desil dan Dilema Bantuan Sosial: Ketika Data Tak Sesuai Kondisi Warga

26 Agustus 2026 - 05:54 WITA

Presiden Prabowo: Tingkatkan Layanan Dasar bagi Rakyat dari Puskesmas hingga Sekolah, Tak Boleh Ada Anak Belajar dalam Keadaan Lapar

14 Agustus 2026 - 11:13 WITA

Kisah Munawi di Lereng Bromo, Merangkak di Tebing dan Mengejar Api hingga Larut Malam

8 Agustus 2026 - 12:10 WITA

Dari Mimpi Gaji Puluhan Juta ke Neraka Scam, Kisah Pekerja Migran di Sumut Jadi Korban TPPO

5 Agustus 2026 - 04:18 WITA

Akad Massal 62.000 KPR, Presiden Prabowo Pastikan Pemerintah Terus Hadirkan Hasil Nyata bagi Rakyat

31 Juli 2026 - 05:21 WITA

Trending di Warta Utama