Menu ✖

Mode Gelap
Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang TNI AL Amankan Tugboat Pembawa Ribuan Kubik Kayu Log di Perairan Utara Pulau Buru Kisah Ibu-ibu Pemindang Ikan Kusamba, 28 Tahun Kerja Cuma Libur Nyepi-Galungan KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa DPD RI Desak Menag Perkuat Pengawasan Anak Lindungi dari Kekerasan Seksual Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

Warta Utama

Lukisan Cap Tangan Purba di Sulawesi Tenggara Pecahkan Rekor Dunia, Berusia Hampir 68 Ribu Tahun

badge-check


					Lukisan Cap Tangan Purba di Sulawesi Tenggara Pecahkan Rekor Dunia, Berusia Hampir 68 Ribu Tahun Perbesar

Indonesia kembali mencatatkan namanya dalam sejarah dunia. Lukisan cap tangan purba yang ditemukan di Gua Liang Metanduno, Pulau Muna, Sulawesi Tenggara, resmi diakui oleh Guinness World Records sebagai lukisan seni non-figuratif tertua yang pernah ditemukan di dunia.

Melansir Instagram @pandemictalks, Jumat (5/6/2026), pengakuan tersebut diberikan setelah penelitian ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal Nature mengungkap bahwa lukisan cap tangan tersebut memiliki usia setidaknya 67.800 tahun. Temuan ini menjadikannya salah satu bukti tertua keberadaan ekspresi artistik manusia pada masa Paleolitikum atau Zaman Batu Tua.

Lukisan itu berupa cap tangan yang dibuat dengan teknik semprot pigmen pada dinding gua. Meski terlihat sederhana, keberadaannya memberikan petunjuk penting mengenai kemampuan berpikir simbolik dan kreativitas manusia purba yang hidup puluhan ribu tahun lalu.

Penelitian ini dilakukan oleh tim gabungan ilmuwan Indonesia dan Australia. Salah satu peneliti yang terlibat adalah Adhi Agus Oktaviana dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yang selama beberapa tahun terakhir aktif meneliti seni cadas prasejarah di kawasan Sulawesi.

Menariknya, proses pengakuan dari Guinness World Records bermula secara tidak terduga. Berdasarkan laporan Kompas.com, pihak Guinness menghubungi tim peneliti melalui pesan langsung atau direct message (DM) di Instagram. Mereka kemudian menyampaikan sertifikat resmi yang menetapkan lukisan cap tangan tersebut sebagai pemegang rekor dunia terbaru.

Penemuan ini semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat penting perkembangan seni prasejarah dunia. Selama ini, sejumlah gua di Sulawesi telah menghasilkan temuan seni cadas berusia sangat tua yang mengubah pandangan para ilmuwan mengenai asal-usul kreativitas manusia.

Sebelumnya, banyak peneliti meyakini bahwa seni figuratif dan simbolik tertua berkembang di Eropa. Namun, berbagai penemuan di Sulawesi menunjukkan bahwa masyarakat purba di kawasan Asia Tenggara juga telah menghasilkan karya seni yang sangat maju pada periode yang sama, bahkan lebih tua.

Pengakuan Guinness World Records ini tidak hanya menjadi prestasi bagi dunia arkeologi Indonesia, tetapi juga membuka peluang lebih besar untuk memperkenalkan kekayaan warisan budaya prasejarah Nusantara ke panggung internasional.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kisah Ibu-ibu Pemindang Ikan Kusamba, 28 Tahun Kerja Cuma Libur Nyepi-Galungan

19 Oktober 2026 - 02:57 WITA

Muhammad Saidil, Bocah 9 Tahun Kayuh Sepeda 12 Km Demi Bawa Ayah Berobat ke RSUD Sigli

16 Oktober 2026 - 02:50 WITA

Cerita ABK KM Maulana Dianiaya, Dipukul hingga Disiram Air Panas

11 Oktober 2026 - 04:57 WITA

Presiden Prabowo: Pemerintah Tidak Menyerah dalam Membela Kebenaran, Keadilan dan Kepentingan Rakyat

7 Oktober 2026 - 03:23 WITA

SD Negeri Purwosari Sleman Sulap 600 Galon Bekas Jadi Kebun Sayur

2 Oktober 2026 - 07:16 WITA

Trending di Warta Utama