Menu

Mode Gelap
Mahasiswa di Bondowoso Tuntut Janji Politik Bebas PBB untuk Warga Miskin Ekstrem Bahasa Wabo Terancam Punah, BRIN Susun Tata Bahasa untuk Jaga Warisan Papua Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Bidang Propam Polda Sulut Gelar Pekan Disiplin Personel Menuju Pengakuan Nasional, Lima Warisan Budaya Takbenda Kobar Jalani Verifikas Perkuat Kepastian Hukum, MA Terbitkan Aturan Baru Pengajuan Kasasi Pidana Kisah Serda Ihsanudin: Ubah Bekas Gudang Pakan Ternak jadi Tempat Belajar Interaktif

Warta Utama

Lukisan Cap Tangan Purba di Sulawesi Tenggara Pecahkan Rekor Dunia, Berusia Hampir 68 Ribu Tahun

badge-check


					Lukisan Cap Tangan Purba di Sulawesi Tenggara Pecahkan Rekor Dunia, Berusia Hampir 68 Ribu Tahun Perbesar

Indonesia kembali mencatatkan namanya dalam sejarah dunia. Lukisan cap tangan purba yang ditemukan di Gua Liang Metanduno, Pulau Muna, Sulawesi Tenggara, resmi diakui oleh Guinness World Records sebagai lukisan seni non-figuratif tertua yang pernah ditemukan di dunia.

Melansir Instagram @pandemictalks, Jumat (5/6/2026), pengakuan tersebut diberikan setelah penelitian ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal Nature mengungkap bahwa lukisan cap tangan tersebut memiliki usia setidaknya 67.800 tahun. Temuan ini menjadikannya salah satu bukti tertua keberadaan ekspresi artistik manusia pada masa Paleolitikum atau Zaman Batu Tua.

Lukisan itu berupa cap tangan yang dibuat dengan teknik semprot pigmen pada dinding gua. Meski terlihat sederhana, keberadaannya memberikan petunjuk penting mengenai kemampuan berpikir simbolik dan kreativitas manusia purba yang hidup puluhan ribu tahun lalu.

Penelitian ini dilakukan oleh tim gabungan ilmuwan Indonesia dan Australia. Salah satu peneliti yang terlibat adalah Adhi Agus Oktaviana dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yang selama beberapa tahun terakhir aktif meneliti seni cadas prasejarah di kawasan Sulawesi.

Menariknya, proses pengakuan dari Guinness World Records bermula secara tidak terduga. Berdasarkan laporan Kompas.com, pihak Guinness menghubungi tim peneliti melalui pesan langsung atau direct message (DM) di Instagram. Mereka kemudian menyampaikan sertifikat resmi yang menetapkan lukisan cap tangan tersebut sebagai pemegang rekor dunia terbaru.

Penemuan ini semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat penting perkembangan seni prasejarah dunia. Selama ini, sejumlah gua di Sulawesi telah menghasilkan temuan seni cadas berusia sangat tua yang mengubah pandangan para ilmuwan mengenai asal-usul kreativitas manusia.

Sebelumnya, banyak peneliti meyakini bahwa seni figuratif dan simbolik tertua berkembang di Eropa. Namun, berbagai penemuan di Sulawesi menunjukkan bahwa masyarakat purba di kawasan Asia Tenggara juga telah menghasilkan karya seni yang sangat maju pada periode yang sama, bahkan lebih tua.

Pengakuan Guinness World Records ini tidak hanya menjadi prestasi bagi dunia arkeologi Indonesia, tetapi juga membuka peluang lebih besar untuk memperkenalkan kekayaan warisan budaya prasejarah Nusantara ke panggung internasional.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kisah Serda Ihsanudin: Ubah Bekas Gudang Pakan Ternak jadi Tempat Belajar Interaktif

11 Juni 2026 - 05:19 WITA

Pemkot Manado Pecat 7 ASN, Satu di Antaranya Korupsi

8 Juni 2026 - 04:37 WITA

Dari Ruang Kelas SMPN 111 Jakarta, Cita-Cita Besar Menggema di Hadapan Presiden Prabowo

3 Juni 2026 - 06:34 WITA

Alumnus Unair Berkarier Jadi Marine Biologist di Maldives

30 Mei 2026 - 01:39 WITA

Kisah Mauliyan dan Ariandi, Orangutan Kurus yang Bertahan di Tengah Krisis Habitat

29 Mei 2026 - 06:36 WITA

Trending di Warta Utama