Menu ✖

Mode Gelap
Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang TNI AL Amankan Tugboat Pembawa Ribuan Kubik Kayu Log di Perairan Utara Pulau Buru Kisah Ibu-ibu Pemindang Ikan Kusamba, 28 Tahun Kerja Cuma Libur Nyepi-Galungan KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa DPD RI Desak Menag Perkuat Pengawasan Anak Lindungi dari Kekerasan Seksual Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

Serba Serbi

Kodaeral IX-Wanadri ekspedisi selam di Pulau Buru jaga ekosistem laut

badge-check


					Kodaeral IX-Wanadri ekspedisi selam di Pulau Buru jaga ekosistem laut Perbesar

Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IX Ambon bersama Tim Ekspedisi Selam Wanadri Women Divers melaksanakan ekspedisi selam di Pulau Buru, Kabupaten Buru, Maluku, guna mendukung pelestarian ekosistem laut dan mengangkat potensi kemaritiman daerah tersebut.

“Ekspedisi ini merupakan langkah positif untuk memperkuat kepedulian terhadap pelestarian laut sekaligus memperkenalkan potensi kemaritiman Maluku kepada masyarakat luas,” kata Komandan Kodaeral IX Ambon Laksda TNI Hanarko Djodi Pamungkas di Ambon, Rabu.

Menurut Hanarko, perairan Maluku, termasuk Pulau Buru, memiliki kekayaan hayati dan sejarah maritim yang besar sehingga perlu dijaga dan dipromosikan secara berkelanjutan melalui berbagai kegiatan eksplorasi dan edukasi.

Ia mengatakan, Kodaeral IX mendukung penuh pelaksanaan ekspedisi yang berlangsung hingga 11 Juni 2026 tersebut karena sejalan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan pesisir dan laut di wilayah Maluku.

“Kami mengapresiasi semangat dan dedikasi Tim Wanadri Women Divers yang turut berkontribusi mengangkat potensi kemaritiman Indonesia, khususnya di Maluku. Kegiatan ini tidak hanya bernilai eksploratif, tetapi juga memiliki dampak nyata bagi pelestarian lingkungan,” ujarnya.

Hanarko menjelaskan kolaborasi antara Kodaeral IX dan Tim Wanadri difokuskan pada sejumlah program konservasi di kawasan pesisir Pulau Buru, antara lain restorasi terumbu karang, rehabilitasi mangrove, serta pemberdayaan masyarakat pesisir melalui program Ibu Karang.

Program tersebut, kata dia, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem laut sekaligus mendukung keberlanjutan sumber daya pesisir yang menjadi penopang kehidupan warga setempat.

Selain kegiatan konservasi, ekspedisi juga bertujuan mendokumentasikan potensi bawah laut Pulau Buru yang dikenal memiliki keanekaragaman hayati laut serta kawasan pesisir yang masih terjaga.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi lingkungan, masyarakat, sekaligus memperkuat semangat kolaborasi berbagai pihak dalam menjaga kekayaan maritim Indonesia,” katanya.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

18 Oktober 2026 - 04:51 WITA

Juri Pencak Silat Dunia Apresiasi Atlet Tapak Suci SMP Muhammadiyah 2 Kroya

16 Oktober 2026 - 02:19 WITA

Panen Perdana AMA di Liagu, Petambak Masih Evaluasi Hasil Budidaya

14 Oktober 2026 - 05:47 WITA

Harga Pangan Hari Ini 12 Oktober: Beras Naik, Cabai Melonjak

12 Oktober 2026 - 05:11 WITA

Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

10 Oktober 2026 - 04:58 WITA

Trending di Serba Serbi