Menu ✖

Mode Gelap
Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang TNI AL Amankan Tugboat Pembawa Ribuan Kubik Kayu Log di Perairan Utara Pulau Buru Kisah Ibu-ibu Pemindang Ikan Kusamba, 28 Tahun Kerja Cuma Libur Nyepi-Galungan KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa DPD RI Desak Menag Perkuat Pengawasan Anak Lindungi dari Kekerasan Seksual Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

Serba Serbi

Tema “Soul of Borneo” Jadi Arah Pengembangan Geopark Meratus 2026, 54 Geosite Siap Tarik Wisatawan

badge-check


					Tema “Soul of Borneo” Jadi Arah Pengembangan Geopark Meratus 2026, 54 Geosite Siap Tarik Wisatawan Perbesar

Badan Pengelola Geopark Meratus terus memperkuat pengembangan kawasan pada tahun 2026 dengan mengusung tema besar “Soul of Borneo” sebagai identitas utama destinasi.

Wakil Sekretaris Badan Pengelola Geopark Meratus, Theodorik Rizal Manik, menjelaskan bahwa tema tersebut mencerminkan kekayaan alam, budaya, dan kehidupan masyarakat Kalimantan yang menjadi daya tarik utama Geopark Meratus.

“Tema ‘Soul of Borneo’ ini kita angkat untuk memperkuat identitas Geopark Meratus sebagai representasi jiwa Kalimantan, baik dari sisi alam, budaya, maupun masyarakatnya,” ujarnya di Banjarbaru, Kamis (21/5/2026).

Dalam implementasinya, pengembangan kawasan dibagi ke dalam empat rute perjalanan utama, yakni rute Utara, Timur, Selatan, dan Barat. Keempat rute ini dirancang untuk memberikan pengalaman wisata yang beragam dan terintegrasi.

“Kita memiliki empat rute utama yang masing-masing memiliki karakteristik dan potensi berbeda. Ini memberikan pilihan pengalaman bagi wisatawan untuk menjelajahi Geopark Meratus secara menyeluruh,” jelasnya.

Selain itu, terdapat sebanyak 54 geosite yang tersebar di seluruh kawasan Geopark Meratus. Geosite tersebut dikelola oleh berbagai pihak, mulai dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), komunitas lokal, hingga pegiat lingkungan.

“Sebanyak 54 geosite ini menjadi kekuatan utama kita. Pengelolaannya melibatkan masyarakat secara langsung, sehingga manfaat ekonomi juga bisa dirasakan secara merata,” kata Theodorik.

Ia menambahkan, keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan geosite menjadi salah satu kunci keberhasilan pengembangan Geopark Meratus yang berbasis pemberdayaan.

“Dengan pengelolaan berbasis komunitas, kita tidak hanya mengembangkan pariwisata, tetapi juga meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan masyarakat lokal,” ungkapnya.

Selain pengembangan rute dan geosite, Badan Pengelola Geopark Meratus juga mengoordinasikan berbagai program strategis lintas sektor, seperti Global Green Culture dan pengembangan gastronomi daerah.

“Kita bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Pariwisata untuk menghadirkan kegiatan yang mengangkat nilai budaya dan kuliner lokal,” jelasnya.

Melalui pendekatan terintegrasi ini, Geopark Meratus diharapkan mampu menjadi destinasi unggulan yang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga memiliki daya saing global.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

18 Oktober 2026 - 04:51 WITA

Juri Pencak Silat Dunia Apresiasi Atlet Tapak Suci SMP Muhammadiyah 2 Kroya

16 Oktober 2026 - 02:19 WITA

Panen Perdana AMA di Liagu, Petambak Masih Evaluasi Hasil Budidaya

14 Oktober 2026 - 05:47 WITA

Harga Pangan Hari Ini 12 Oktober: Beras Naik, Cabai Melonjak

12 Oktober 2026 - 05:11 WITA

Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

10 Oktober 2026 - 04:58 WITA

Trending di Serba Serbi