Menu ✖

Mode Gelap
Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang TNI AL Amankan Tugboat Pembawa Ribuan Kubik Kayu Log di Perairan Utara Pulau Buru Kisah Ibu-ibu Pemindang Ikan Kusamba, 28 Tahun Kerja Cuma Libur Nyepi-Galungan KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa DPD RI Desak Menag Perkuat Pengawasan Anak Lindungi dari Kekerasan Seksual Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

Serba Serbi

Lomba Habayang, Upaya Merawat Kearifan Lokal dan Permainan Rakyat Khas Dayak

badge-check


					Lomba Habayang, Upaya Merawat Kearifan Lokal dan Permainan Rakyat Khas Dayak Perbesar

Palangka Raya, infokatulistiwanews.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah kembali menggelar Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalteng. Berbagai lomba permainan rakyat serta kearifan lokal digelar dalam FBIM tersebut.

Salah satunya lomba Habayang (gasing) yang digelar area GOR Indoor Serbaguna Jalan Tjilik Riwut Km 5 Palangka Raya, Senin (18/5/2026).

Lomba Habayang ini memiliki daya tarik. Terlihat dalam pelaksanaan lomba di FBIM 2026 cukup banyak menyedot perhatian penonton.

Pelaksana lomba Habayang, Sulandra mengatakan, lomba permainan tradisional tersebut untuk menumbuhkan kepedulian sekaligus upaya melestarikan nilai-nilai warisan masa lampau berupa permainan rakyat pada masanya.

Perlu diketahui, Habayang dalam Dayak Ngaju, merupakan permainan tradisional yang merupakan bagian dari kearifan lokal di Provinsi Kalteng. Meskipun jenis permainan tradisional serupa juga ada di daerah lain di Indonesia, namun setiap daerah memiliki sebutan yang berbeda.

Bagi masyarakat Dayak di Kalteng, Habayang dimainkan dengan menggunakan teknik dan strategi yang tinggi dan menjujung tinggi sportivitas serta memberikan tontonan yang bernuansa hiburan.

Ia menjelaskan, kriteria permainan Habayang menggunakan sistem “Hatikam”, yakni saling melempar untuk mematikan gasing lawan.

“Bahan gasing terbuat dari kayu ulin, dan gasing harus polos tidak boleh di ukir. Sedangkan untuk ukuran gasing tingginya berkisar 9 cm dan diameter atau lebar berkisar 5,5 cm,” jelasnya.

Sementara itu Sony warga Palangka Raya yang menonton langsung lomba Habayang pada pelaksanaan FBIM tersebut, mengaku senang melihat permainan tradisional khas Kalteng itu. Menurutnya permainan Habayang patut untuk dilestarikan.

“Kita berharap lebih banyak lagi kalangan muda untuk terlibat melestarikan permainan tradisional khas Dayak ini. Tidak hanya saat FBIM saja, tapi juga perlu dikembangkan dalam kontek luas, serta dimainkan pada even budaya lainnya,” harap Sony.

Red~ IKN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

18 Oktober 2026 - 04:51 WITA

Juri Pencak Silat Dunia Apresiasi Atlet Tapak Suci SMP Muhammadiyah 2 Kroya

16 Oktober 2026 - 02:19 WITA

Panen Perdana AMA di Liagu, Petambak Masih Evaluasi Hasil Budidaya

14 Oktober 2026 - 05:47 WITA

Harga Pangan Hari Ini 12 Oktober: Beras Naik, Cabai Melonjak

12 Oktober 2026 - 05:11 WITA

Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

10 Oktober 2026 - 04:58 WITA

Trending di Serba Serbi