Palangka Raya, infokatulistiwanews.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah kembali menggelar Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalteng. Berbagai lomba permainan rakyat serta kearifan lokal digelar dalam FBIM tersebut.
Salah satunya lomba Habayang (gasing) yang digelar area GOR Indoor Serbaguna Jalan Tjilik Riwut Km 5 Palangka Raya, Senin (18/5/2026).

Lomba Habayang ini memiliki daya tarik. Terlihat dalam pelaksanaan lomba di FBIM 2026 cukup banyak menyedot perhatian penonton.
Pelaksana lomba Habayang, Sulandra mengatakan, lomba permainan tradisional tersebut untuk menumbuhkan kepedulian sekaligus upaya melestarikan nilai-nilai warisan masa lampau berupa permainan rakyat pada masanya.
Perlu diketahui, Habayang dalam Dayak Ngaju, merupakan permainan tradisional yang merupakan bagian dari kearifan lokal di Provinsi Kalteng. Meskipun jenis permainan tradisional serupa juga ada di daerah lain di Indonesia, namun setiap daerah memiliki sebutan yang berbeda.
Bagi masyarakat Dayak di Kalteng, Habayang dimainkan dengan menggunakan teknik dan strategi yang tinggi dan menjujung tinggi sportivitas serta memberikan tontonan yang bernuansa hiburan.
Ia menjelaskan, kriteria permainan Habayang menggunakan sistem “Hatikam”, yakni saling melempar untuk mematikan gasing lawan.
“Bahan gasing terbuat dari kayu ulin, dan gasing harus polos tidak boleh di ukir. Sedangkan untuk ukuran gasing tingginya berkisar 9 cm dan diameter atau lebar berkisar 5,5 cm,” jelasnya.
Sementara itu Sony warga Palangka Raya yang menonton langsung lomba Habayang pada pelaksanaan FBIM tersebut, mengaku senang melihat permainan tradisional khas Kalteng itu. Menurutnya permainan Habayang patut untuk dilestarikan.
“Kita berharap lebih banyak lagi kalangan muda untuk terlibat melestarikan permainan tradisional khas Dayak ini. Tidak hanya saat FBIM saja, tapi juga perlu dikembangkan dalam kontek luas, serta dimainkan pada even budaya lainnya,” harap Sony.
Red~ IKN









