Camilan kenyal nan gurih, cilok goreng, terbukti tetap menjadi primadona di kalangan anak-anak sekolah hingga orang dewasa.
Peluang inilah yang ditangkap oleh Marta, seorang ibu rumah tangga asal Saumlaki, Ibu Martha yang sukses mengembangkan bisnis kuliner rumahan dengan modal sederhana namun meraup untung maksimal.

Ibu Marta tak pelit berbagi ilmu. Ia mengungkapkan bahwa kunci keberhasilan dagangannya terletak pada tekstur cilok yang tetap empuk meski sudah dingin. “Kuncinya ada pada penggunaan air yang benar-benar mendidih saat mengaduk adonan agar terigu matang sempurna,” ujarnya.
Bagi Anda yang ingin mencoba peruntungan bisnis serupa atau sekadar menyajikan camilan sehat di rumah, berikut adalah resep rahasia cilok goreng ala Ibu Marta:
Bahan-Bahan yang Dibutuhkan
Adonan Utama:
100 gram tepung tapioka (kanji)
100 gram tepung terigu
2 siung bawang putih, dihaluskan
1 batang daun bawang, iris halus
150–200 ml air panas mendidih
Garam, kaldu bubuk, dan merica secukupnya
Bahan Pelapis:
1 butir telur ayam (kocok lepas dengan sedikit garam)
Minyak goreng secukupnya
Langkah-Langkah Pembuatan
Persiapan Adonan: Campurkan tepung tapioka, terigu, bawang putih, daun bawang, dan bumbu penyedap. Aduk hingga merata di dalam wadah.
Teknik Pengadukan: Tuangkan air mendidih secara bertahap. Gunakan sendok kayu untuk mengaduk hingga adonan kalis (mudah dibentuk dan tidak lengket).
Pembentukan: Ambil sedikit adonan, lalu bentuk menjadi bulatan-bulatan kecil sesuai ukuran pasar anak sekolah.
Proses Perebusan: Masukkan bulatan cilok ke dalam air mendidih. Tunggu hingga mengapung sebagai tanda sudah matang, lalu angkat dan tiriskan.
Marta menyarankan untuk mencelupkan cilok ke dalam kocokan telur sebelum digoreng.
Goreng dalam minyak panas hingga berwarna kuning keemasan untuk hasil yang garing di luar namun tetap kenyal di dalam.
Ibu Martha menyebut tips jika ingin tekstur yang lebih kenyal, Anda bisa menambah porsi tepung tapioka lebih banyak daripada tepung terigu. Pastikan juga disajikan dengan saus sambal atau bumbu kacang agar pembeli semakin ketagihan,” tambahnya.
Kisah Marta membuktikan bahwa dengan ketekunan dan resep yang tepat, bisnis kuliner kaki lima dapat menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan.
****









