Menu

Mode Gelap
Dari Ruang Kelas SMPN 111 Jakarta, Cita-Cita Besar Menggema di Hadapan Presiden Prabowo Nilai ekonomi jamu tembus Rp1,2 triliun, BPOM dorong inovasi herbal Kejagung Geledah Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana IOM serukan penguatan koordinasi lintas batas tekan wabah Ebola Timnas Basket U18 Putri Indonesia kalahkan Singapura KPK Sita Dolar dan Emas dalam OTT Kepala Imigrasi Jakarta Barat

Serba Serbi

Kemandirian Masinah, Menjadi Pengrajin Batik dan Peternak

badge-check


					Kemandirian Masinah, Menjadi Pengrajin Batik dan Peternak Perbesar

Misinah merupakan salah satu penyandang disabilitas tuna grahita yang tinggal di Desa Karangpatihan, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo. Sehari-hari, ia menjalani aktivitas secara mandiri bersama keluarganya, termasuk membantu merawat ternak dan memenuhi kebutuhan harian. Rutinitas tersebut menjadi bagian dari kesehariannya dalam menjaga keberlangsungan hidup secara sederhana namun konsisten.

Selain aktivitas domestik, Misinah juga aktif mengikuti kegiatan di Rumah Harapan Mulya. Di tempat tersebut, ia mengembangkan keterampilan membatik ciprat, sebuah teknik membatik yang menghasilkan motif melalui percikan warna tanpa pola baku. Melalui proses tersebut, Misinah mampu menghasilkan karya batik yang memiliki nilai estetika sekaligus nilai ekonomi. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana produktif, tetapi juga ruang bagi dirinya untuk mengekspresikan kemampuan yang dimiliki.

Di samping membatik, Misinah turut memanfaatkan kain perca untuk diolah menjadi keset yang bernilai guna. Aktivitas ini menunjukkan ketekunan serta kemampuan dalam mengolah bahan sederhana menjadi produk yang bermanfaat. Berbagai kegiatan yang dijalankan tersebut secara bertahap mendukung kemandirian Misinah dalam kehidupan sehari-hari.

Kisah Misinah mencerminkan bahwa dengan pendampingan yang tepat serta akses terhadap ruang belajar dan berkarya, penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berdaya. Upaya-upaya sederhana yang dilakukan secara berkelanjutan menjadi bagian penting dalam membangun kemandirian dan meningkatkan kualitas hidup.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Nilai ekonomi jamu tembus Rp1,2 triliun, BPOM dorong inovasi herbal

3 Juni 2026 - 06:33 WITA

Timnas Basket U18 Putri Indonesia kalahkan Singapura

3 Juni 2026 - 06:28 WITA

Tekad Eksel Runtukahu Maksimalkan Kesempatan Dipanggil Timnas Indonesia

1 Juni 2026 - 10:54 WITA

Waisak 2026 di Borobudur Serukan Perdamaian, Persatuan dan Cinta Kasih bagi Dunia

1 Juni 2026 - 07:00 WITA

Festival ketupat simbol persaudaraan dan kebersamaan masyarakat Maluku

31 Mei 2026 - 06:19 WITA

Trending di Serba Serbi