Misinah merupakan salah satu penyandang disabilitas tuna grahita yang tinggal di Desa Karangpatihan, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo. Sehari-hari, ia menjalani aktivitas secara mandiri bersama keluarganya, termasuk membantu merawat ternak dan memenuhi kebutuhan harian. Rutinitas tersebut menjadi bagian dari kesehariannya dalam menjaga keberlangsungan hidup secara sederhana namun konsisten.
Selain aktivitas domestik, Misinah juga aktif mengikuti kegiatan di Rumah Harapan Mulya. Di tempat tersebut, ia mengembangkan keterampilan membatik ciprat, sebuah teknik membatik yang menghasilkan motif melalui percikan warna tanpa pola baku. Melalui proses tersebut, Misinah mampu menghasilkan karya batik yang memiliki nilai estetika sekaligus nilai ekonomi. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana produktif, tetapi juga ruang bagi dirinya untuk mengekspresikan kemampuan yang dimiliki.

Di samping membatik, Misinah turut memanfaatkan kain perca untuk diolah menjadi keset yang bernilai guna. Aktivitas ini menunjukkan ketekunan serta kemampuan dalam mengolah bahan sederhana menjadi produk yang bermanfaat. Berbagai kegiatan yang dijalankan tersebut secara bertahap mendukung kemandirian Misinah dalam kehidupan sehari-hari.
Kisah Misinah mencerminkan bahwa dengan pendampingan yang tepat serta akses terhadap ruang belajar dan berkarya, penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berdaya. Upaya-upaya sederhana yang dilakukan secara berkelanjutan menjadi bagian penting dalam membangun kemandirian dan meningkatkan kualitas hidup.
****









