Menu ✖

Mode Gelap
Presiden Prabowo Pimpin Sidang Kabinet Paripurna: Dua Tahun Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri Tanamkan Cinta Bahari Sejak Dini, KRI Abdul Halim Perdanakusuma-355 Sambut Kunjungan Pelajar di Nunukan Di Universitas Indonesia, Kabaharkam Tegaskan Kepercayaan Publik Jadi Ukuran Keberhasilan Polri Legislator Ferdinand Djeki Dumais Bantah Terlibat Penipuan, Ancam Tuntut Balik Penyebar Fitnah China Minta Politikus Filipina Tak Bikin Panas Hubungan Antar Negara Kejati Sultra Tetapkan Karo Ekonomi Tersangka Korupsi Jamuan Rp4,2 Miliar

Warta Internasional

Sejarah Peradaban Panjang Manusia Berubah Berkat Temuan Kuno di China

badge-check


					Sejarah Peradaban Panjang Manusia Berubah Berkat Temuan Kuno di China Perbesar

Sebuah penelitian terbaru mengungkap keberadaan spesies manusia purba baru, Homo juluensis yang ditemukan di Xujiayao, China utara.

Fosil ini memiliki tengkorak besar dan lebar, dengan karakteristik yang disebut menyerupai Neanderthal sekaligus menunjukkan ciri-ciri yang mirip manusia modern dan Denisovan.

Temuan tersebut dipublikasikan pada Mei 2024 oleh Christopher Bae dari Universitas Hawai’i dan Xiuju Wu dari Institut Paleontologi Vertebrata.

“Fosil ini menjadi bentuk baru hominin berotak besar (Juluren) yang tersebar luas di sebagian besar Asia timur pada kuartal akhir (300 ribu-500 ribu tahun lalu),” tulis studi itu, dikutip dari Live Science, Minggu (3/5/2026).

Juluensis merupakan fosil dari 220 ribu hingga 100 ribu tahun lalu. Studi Bae dan Wu bukanlah yang pertama menemukannya.

Sebelumnya temuan serupa pernah terungkap pada 1974 di Xujiayao. Saat itu ditemukan 10 ribu artefak baru dan 21 fragmen fosil hominin mewakili 10 individu berbeda.

Fitur yang ditemukan saat itu mirip dengan yang dituliskan Bae dan Wu. Misalnya fitur otak besar, tengkorak tebal, serta memiliki kemiripan dengan Neanderthal.

Kemiripan itu kemungkinan karena Juluensis tidak terisolasi secara genetik. Spesies itu adalah hasil perkawinan sejumlah hominin lain dari Plesitosen Tengah termasuk Neanderthal.

“Mereka mewakili populasi hominin baru untuk wilayah itu, juluren artinya manusia kepala besar,” tulis keduanya.

Keduanya juga menjelaskan perlu adanya terminologi baru soal Homo Purba. Yakni dengan membagi empat spesies menjadi H. floresiensis, H. luzonensis, H. longi, dan H. juluensis.

Red~ IKN

Source: CNBC Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

China Minta Politikus Filipina Tak Bikin Panas Hubungan Antar Negara

21 Oktober 2026 - 02:33 WITA

Singapura Layangkan Peringatan ke 7 Perusahaan Indonesia Terkait Kabut Asap

17 Oktober 2026 - 03:38 WITA

RI Dorong ACAFTA Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM

15 Oktober 2026 - 06:45 WITA

PBB Desak Investigasi Serangan Terhadap Bandara Internasional Riyadh

13 Oktober 2026 - 04:33 WITA

Indonesia Juara Umum Kompetisi Olahraga-Budaya ISCG 2026 di Pakistan

10 Oktober 2026 - 05:03 WITA

Trending di Warta Internasional