Paus Leo XIV melanjutkan rangkaian perjalanan pastoralnya di benua Afrika dengan mengunjungi Guinea Khatulistiwa. Kunjungan ini merupakan pemberhentian terakhir dalam misi apostolik pemimpin tertinggi Gereja Katolik tersebut di wilayah Afrika.
Pesawat yang membawa Paus Leo XIV mendarat di Bandara Internasional Malabo pada Selasa, 21 April 2026. Kedatangan Paus Leo XIV disambut langsung oleh Presiden Guinea Khatulistiwa, Teodoro Obiang Nguema Mbasogo.

Peringatan Terhadap Perang dan Hukum Internasional
Dalam pidato pembukanya di hadapan para pejabat negara, Paus Leo XIV memberikan peringatan keras mengenai masa depan umat manusia yang saat ini dinilai berada dalam risiko besar. Ia menyoroti ancaman nyata yang muncul akibat peperangan yang terus bergejolak serta pengikisan terhadap hukum internasional yang seharusnya menjadi pelindung perdamaian dunia.
Kritik Atas Eksploitasi Sumber Daya Alam
Secara khusus, Paus juga mengecam praktik eksploitasi minyak dan sumber daya mineral yang terjadi di benua tersebut. Menurutnya, eksploitasi tersebut sering kali menjadi pemicu konflik dan menambah penderitaan bagi masyarakat setempat.
Selain melakukan pertemuan diplomatik, Paus Leo XIV juga memberikan perhatian pada sektor pendidikan. Ia mengunjungi Universitas Nasional untuk meresmikan kampus baru yang dibangun atas namanya.
Rangkaian kegiatan Paus akan berlanjut pada Rabu (22/4/2026), di mana ia dijadwalkan mengunjungi sebuah lembaga pemasyarakatan (penjara). Kunjungan ini bertujuan untuk menyoroti pentingnya penegakan hak asasi manusia (HAM) serta mendorong semangat rekonsiliasi di negara tersebut.
****









