Menu

Mode Gelap
Paus Leo XIV Kunjungi Guinea Khatulistiwa, Serukan Perdamaian Dunia Delapan ASN Kemenaker terbukti peras 20 perusahaan izin TKA Rp130 M MPR: Komitmen bersama dibutuhkan demi wujudkan semangat Kartini Residivis Bandar Narkoba di Pangkalpinang Ditangkap, Polisi Sita 2 Kg Sabu Dianggap Hama di RI, Ikan Sapu-sapu Justru Kuliner Favorit Amazon Hasil Pemeriksaan BPK 2025: Soroti Menko Pangan-Menteri Kesehatan

Warta Nusantara

Media Asing Sorot Temuan Sumur Gas Raksasa RI

badge-check


					Media Asing Sorot Temuan Sumur Gas Raksasa RI Perbesar

Media asing menyoroti penemuan gas alam berukuran besar di Indonesia oleh raksasa energi Italia, Eni. Kantor berita AFP melaporkan penemuan ini dalam tajuk ‘Major’ Indonesian natural gas find announced pada Selasa (21/4/2026).

Laman itu menekankan besarnya potensi temuan tersebut bagi sektor energi global. Dalam pernyataan resmi, Eni mengungkapkan cadangan gas tersebut berada sekitar 70 kilometer lepas pantai Kalimantan Timur, dengan estimasi mencapai 5 triliun kaki kubik gas serta 300 juta barel kondensat.

AFP juga melaporkan perusahaan menyebut temuan ini akan “membuka volume baru yang signifikan untuk pasar domestik dan internasional”. Disebut pula bahwa pemerintah Indonesia menyambut positif kabar tersebut.

“Ini adalah penemuan raksasa. Selain gas, pada 2028 kita juga akan memproduksi sekitar 90.000 barel kondensat. Dan pada 2029-2030 jumlah itu bisa meningkat lebih lanjut menjadi 150.000 barel,” ujar laman itu.

“Temuan ini membuktikan bahwa Indonesia masih memiliki peluang signifikan untuk mengoptimalkan potensi minyak dan gasnya sebagai pilar keamanan energi nasional dan upaya mencapai swasembada energi,” tambahnya lagi.

Produksi gas Eni di Indonesia diproyeksikan melonjak drastis, dari saat ini sekitar 600-700 MMSCFD menjadi 2.000 MMSCFD pada 2028, bahkan mencapai 3.000 MMSCFD dua tahun setelahnya. Lonjakan produksi kondensat juga diharapkan mampu menekan impor minyak Indonesia.

Sorotan media asing juga mengaitkan temuan ini dengan situasi energi global yang tengah bergejolak akibat konflik Timur Tengah. Harga minyak dunia kini berada di kisaran US$100 per barel atau sekitar Rp1,7 juta, jauh di atas asumsi APBN Indonesia sebesar US$70 per barel atau sekitar Rp1,19 juta.

Dalam konteks ini, langkah pemerintah memperkuat pasokan energi dinilai semakin strategis. Presiden Prabowo Subianto bahkan aktif menjajaki kerja sama energi dengan sejumlah negara. Dalam kunjungannya ke Moskow, Prabowo bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membahas potensi pengadaan minyak jangka panjang.

“Tidak ada angka spesifik yang kami miliki, tetapi ini akan menjadi jangka panjang untuk keamanan energi,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri, Vahd Nabyl Achmad Mulachela.

Menurut data International Energy Agency (IEA), gas alam menyumbang 15,6% pasokan energi Indonesia dan 12,9% pembangkit listrik pada 2023. Temuan terbaru Eni dinilai memperkuat peluang Indonesia untuk meningkatkan ketahanan energi nasional.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hasil Pemeriksaan BPK 2025: Soroti Menko Pangan-Menteri Kesehatan

22 April 2026 - 11:36 WITA

Teleponan dengan PM Albanese, Prabowo Bahas Ekspor Urea ke Australia

22 April 2026 - 07:53 WITA

KLH Kejar Denda 1.369 Perusahaan Biang Kerok Bencana

21 April 2026 - 05:56 WITA

Tinjau Bandara dan Pelabuhan di Nabire, Wapres Gibran Soroti Keterbatasan Kapasitas dan Rencana Pengembangan

20 April 2026 - 10:16 WITA

Presiden Prabowo Sampaikan Pengarahan pada Ketua DPRD Seluruh Indonesia

19 April 2026 - 07:54 WITA

Trending di Warta Nusantara