Menu

Mode Gelap
Presiden Prabowo Teken Perpres Kesehatan, Atur Integrasi Layanan dari Pusat hingga Desa Rossa Sebut Nama Baiknya Dijadikan Ajang Cari Cuan Clickbait Lewat Link Afiliasi Kepergok ke Kedai Kopi, Napi Korupsi Dipindah ke Lapas Nusakambangan Harga BBM Pertamina Naik, Pertamax Turbo Melejit Jadi Rp19.400 Potret Gereja Pertama IKN, Ada Makna di Balik Desain Indahnya Komisi IX DPR RI Dorong Optimalisasi Program Magang untuk Kurangi Pengangguran Sarjana

Warta Internasional

Astronot Artemis II Kembali ke Bumi Usai Misi Bersejarah Mengelilingi Bulan

badge-check


					Astronot Artemis II Kembali ke Bumi Usai Misi Bersejarah Mengelilingi Bulan Perbesar

Misi luar angkasa Artemis II berhasil menorehkan sejarah baru setelah kapsul Orion yang membawa empat astronot kembali dengan selamat ke Bumi pada Jumat (10/4/2026), usai hampir 10 hari menjelajah luar angkasa. Ini menjadi penerbangan manusia pertama ke sekitar Bulan dalam lebih dari setengah abad.

Kapsul Orion milik NASA yang dijuluki Integrity mendarat di Samudra Pasifik, lepas pantai California Selatan, setelah melakukan perjalanan sejauh lebih dari 1,1 juta kilometer. Misi ini membawa para astronaut hingga jarak 252.756 mil dari Bumi—lebih jauh dibandingkan penerbangan manusia sebelumnya.

Pendaratan Presisi dan Uji Teknologi Kunci

Pendaratan (splashdown) berlangsung mulus dengan bantuan parasut di laut yang tenang. Komentator NASA menyebutnya sebagai “pendaratan tepat sasaran sempurna”.

Komandan misi Reid Wiseman memastikan seluruh awak dalam kondisi baik sesaat setelah kapsul menyentuh air. Tim penyelamat dari Angkatan Laut AS kemudian mengevakuasi keempat astronot dalam waktu kurang dari dua jam.

Selain Wiseman, awak misi terdiri dari Victor Glover, Christina Koch, serta astronaut Kanada Jeremy Hansen.

Tahap kembali ke Bumi menjadi bagian paling berisiko dalam misi ini. Kapsul Orion harus menahan panas ekstrem hingga sekitar 2.760 derajat Celsius saat memasuki atmosfer dengan kecepatan 32 kali kecepatan suara. Uji ini membuktikan ketahanan perisai panas (heat shield) dalam kondisi ekstrem.

Tonggak Baru Menuju Misi Bulan dan Mars

Peluncuran misi dilakukan dari Florida pada 1 April menggunakan roket Space Launch System. Para astronot mengelilingi Bumi dua kali sebelum melanjutkan perjalanan mengitari sisi jauh Bulan.

Misi ini menjadi penerbangan berawak pertama ke Bulan sejak era program Apollo pada 1960-an dan 1970-an. Selain itu, misi ini juga mencatat sejarah dengan keterlibatan astronot kulit hitam pertama, perempuan pertama, dan non-warga AS pertama dalam misi lunar.

Keberhasilan Artemis II menjadi langkah penting menuju target NASA untuk mendaratkan manusia kembali di Bulan pada akhir dekade ini, sekaligus membuka jalan bagi eksplorasi manusia ke Mars.

Persaingan Global dan Tantangan Anggaran

NASA menargetkan pendaratan manusia di Bulan sebelum China, yang juga berambisi mengirim astronot ke sana sekitar tahun 2030. Program Artemis sendiri melibatkan berbagai mitra internasional dan perusahaan swasta seperti SpaceX dan Blue Origin.

Namun, ambisi ini juga dihadapkan pada tantangan internal, termasuk pengurangan tenaga kerja dan rencana pemotongan anggaran lembaga tersebut.

Presiden AS Donald Trump turut mengapresiasi keberhasilan misi ini, menyebut perjalanan tersebut “spektakuler” dan pendaratannya “sempurna”.

Antusiasme Publik Global

Misi Artemis II menarik perhatian global, dengan lebih dari 3 juta penonton menyaksikan pendaratan secara langsung melalui siaran daring NASA. Keberhasilan ini kembali menegaskan peran penting sains dan teknologi di tengah dinamika global.

Dengan selesainya Artemis II, fokus NASA kini beralih ke misi berikutnya, termasuk Artemis III yang direncanakan sebagai tahap lanjutan menuju pendaratan manusia di permukaan Bulan.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sekjen PBB Sambut Baik Gencatan Senjata Lebanon-Israel, Dukung Upaya Damai

17 April 2026 - 05:29 WITA

Presiden Prabowo dan Presiden Putin Perkuat Kerja Sama Energi, Antariksa, hingga Pendidikan

14 April 2026 - 07:26 WITA

Perhimpunan Mahasiswa Gelar Bursa Kerja di Beijing, Gaet 1.300 Peminat

12 April 2026 - 03:37 WITA

PBB Ungkap Temuan Awal Insiden Tiga TNI di UNIFIL

8 April 2026 - 10:44 WITA

Miliarder Inggris Ini Hibahkan Rp 4,2 Triliun ke Cambridge University

4 April 2026 - 06:21 WITA

Trending di Warta Internasional