Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, Jawa Timur menyiasati keberlangsungan kegiatan belajar mengajar (KBM) di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pangelen 1 secara bergantian menyusul rusaknya salah satu ruang kelas di sekolah itu akibat bencana angin kencang.
Kepala Bidang (Kabid) Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang M Yusuf, Sabtu, menuturkan, ruang kelas yang mengalami kerusakan adalah ruangan untuk siswa kelas 6.

“Kejadiannya pada Jumat (14/4) malam sekitar pukul 22.00 WIB setelah terjadi hujan deras yang disertai angin kencang,” katanya.
Ia menjelaskan, ruang kelas tersebut memang sudah lama dilaporkan rusak oleh pihak sekolah, akan tetapi belum dapat diperbaiki karena Pemkab Sampang belum memiliki anggaran perbaikan.
“Sebelum kejadian ambruknya ruang kelas tersebut, pihak sekolah memang sudah melaporkan kepada kami, bahwa salah satu ruang kelas di SDN 1 Pangelen itu tidak layak digunakan,” katanya.
Disdik Sampang, sambung dia, sempat meninjau secara langsung laporan sekolah dan mengusulkan untuk dilakukan perbaikan kepada pemerintah pusat melalui kementerian terkait.
“Kami juga menyarankan agar ruang kelas tersebut tidak ditempati dan KBM dilakukan secara bergantian, bersama siswa kelas 5,” katanya.
Menurut M Yusuf, SDN Pengelen 1 merupakan satu dari 138 sekolah yang terdata rusak dan telah diusulkan untuk diperbaiki kepada pemerintah pusat.
“Jenis kerusakan dari ratusan sekolah ini beragam. Ada karena lapuk dimakan usia, ada juga yang rusak karena musibah bencana alam,” katanya.
****









