Menu

Mode Gelap
Ketua DPD Puji Diplomasi Prabowo di Rusia: FTA Dongkrak Ekonomi Daerah Selamatkan Masa Depan Anak, Densus 88 Bangun Mekanisme Pemulihan dan Pendampingan Terpadu di Sumsel IdeaFest 2026 Usung Tema Rehumanize di Era AI, Ajak Manusia Lebih Bijak Gunakan Teknologi Presiden Putin: Indonesia Mitra Paling Kunci bagi Rusia di Kawasan Asia Pasifik 12 Pasang Atlet TNI AU Siap Berjuang, Kobarkan Semangat Prestasi di Piala Panglima TNI 2026 Keluarga Jadi Kekuatan Suksesnya Pembudidaya Ikan Nila Lestari di Manganitu

Serba Serbi

Dua Spesies Anggrek Baru Ditemukan di Lereng Gunung Semeru

badge-check


					Dua Spesies Anggrek Baru Ditemukan di Lereng Gunung Semeru Perbesar

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mengidentifikasi temuan dua spesies anggrek baru yang berlokasi di lereng selatan Gunung Semeru. Spesies itu bernamaGastrodia Selabintanensis dan Gastrodia Biruensis.

Toni Artaka Koordinator Pengendali Ekosistem Hutan Balai Besar TNBTS menjelaskan dua spesies anggrek itu ditemukan oleh petugas yang sedang menggelar patroli pada awal Januari 2026.

“Gastrodia Selabintanensis dan Gastrodia Biruensis ditemukan awal Januari 2026 di lereng selatan Gunung Semeru. Keduanya adalah temuan baru di TNBTS yang selama ini belum pernah terdata,” kata Toni, dalam keterangannya, Jumat (27/3/2026).

Berdasarkan hasil analisa dan identifikasi, dua spesies tanaman anggrek itu hidup di lingkungan yang teduh, berhumus tebal dan cukup lembab pada elevasi 1.000 sampai 1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Toni menyebut hasil rangkuman yang diterima dari Pengendali Ekosistem Hutan, menunjukkan bahwa dua spesies anggrek tersebut memiliki ciri khas yang berbeda.

Untuk spesies Gastrodia Selabintanensis tercatat pada bagian perbungaan memiliki panjang antara 15-25 sentimeter dengan 2-4 bunga atau kuntum. Kelopak bunga spesies itu memiliki warna coklat kehijauan dengan tekstur kasar serta berkutil.

Ukuran mahkota bunga Gastrodia Selabintanensismemiliki panjang 4 sentimeter dan lebar 4 sentimeter berwarna putih semu serta kuning.

Sedangkan, spesies Gastrodia Biruensis bagian perbungaannya memiliki panjang 18-32 sentimeter dan bunganya berjumlah 3 sampai 5 kuntum. Bagian kelopak spesies itu berwarna coklat kekuningan dan bertekstur halus. Ukuran mahkota bunga Gastrodia Biruensis memiliki panjang 4-6 sentimeter dan lebar 4-5 sentimeter dengan warna putih serta oranye.

Meski begitu, Toni mengatakan pihaknya belum menetapkan nama atau penyebutan lokal untuk dua spesies tanaman tersebut. Dengan temuan baru ini otomatis menambah daftar kekayaan flora di kawasan TNBTS menjadi 309 spesies anggrek.

Dia menyatakan bahwa pihaknya terus melakukan upaya konservasi di kawasan TNBTS sebagai langkah melindungi keberlanjutan habitat tanaman anggrek, khususnya Gastrodia Selabintanensis dan Gastrodia Biruensis.

“Kedua jenis ini termasuk tumbuhanmycoheterotropic yang mana pertumbuhannya sangat bergantung pada habitat dan sulit mengembangkan pembiakan di luar habitat alaminya,” tandasnya.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Keluarga Jadi Kekuatan Suksesnya Pembudidaya Ikan Nila Lestari di Manganitu

4 September 2026 - 05:10 WITA

Baru Berusia 11 Tahun, Mikhayla Shanum Caya Jadi Kontingen Indonesia Termuda Asian Games 2026, Targetkan Medali

1 September 2026 - 05:19 WITA

SSB Kolonal Jadi Ruang 60 Anak Solok Selatan Kejar Mimpi Jadi Pesepakbola

28 Agustus 2026 - 04:51 WITA

Ribuan Penari Muda dalam Tari Kolosal

25 Agustus 2026 - 07:19 WITA

Rahayu Saraswati Sebut PIK Berpotensi Jadi Lokasi Marathon Internasional

23 Agustus 2026 - 05:51 WITA

Trending di Serba Serbi