Menu ✖

Mode Gelap
Polisi Tahan Eks Kadis dan Eks Kabid Kominfo Sulut Terkait Dugaan Korupsi Kerja Sama Media Rp7,5 Miliar Presiden Prabowo Pimpin Sidang Kabinet Paripurna: Dua Tahun Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri Tanamkan Cinta Bahari Sejak Dini, KRI Abdul Halim Perdanakusuma-355 Sambut Kunjungan Pelajar di Nunukan Di Universitas Indonesia, Kabaharkam Tegaskan Kepercayaan Publik Jadi Ukuran Keberhasilan Polri China Minta Politikus Filipina Tak Bikin Panas Hubungan Antar Negara Kejati Sultra Tetapkan Karo Ekonomi Tersangka Korupsi Jamuan Rp4,2 Miliar

Serba Serbi

Dua Spesies Anggrek Baru Ditemukan di Lereng Gunung Semeru

badge-check


					Dua Spesies Anggrek Baru Ditemukan di Lereng Gunung Semeru Perbesar

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mengidentifikasi temuan dua spesies anggrek baru yang berlokasi di lereng selatan Gunung Semeru. Spesies itu bernamaGastrodia Selabintanensis dan Gastrodia Biruensis.

Toni Artaka Koordinator Pengendali Ekosistem Hutan Balai Besar TNBTS menjelaskan dua spesies anggrek itu ditemukan oleh petugas yang sedang menggelar patroli pada awal Januari 2026.

“Gastrodia Selabintanensis dan Gastrodia Biruensis ditemukan awal Januari 2026 di lereng selatan Gunung Semeru. Keduanya adalah temuan baru di TNBTS yang selama ini belum pernah terdata,” kata Toni, dalam keterangannya, Jumat (27/3/2026).

Berdasarkan hasil analisa dan identifikasi, dua spesies tanaman anggrek itu hidup di lingkungan yang teduh, berhumus tebal dan cukup lembab pada elevasi 1.000 sampai 1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Toni menyebut hasil rangkuman yang diterima dari Pengendali Ekosistem Hutan, menunjukkan bahwa dua spesies anggrek tersebut memiliki ciri khas yang berbeda.

Untuk spesies Gastrodia Selabintanensis tercatat pada bagian perbungaan memiliki panjang antara 15-25 sentimeter dengan 2-4 bunga atau kuntum. Kelopak bunga spesies itu memiliki warna coklat kehijauan dengan tekstur kasar serta berkutil.

Ukuran mahkota bunga Gastrodia Selabintanensismemiliki panjang 4 sentimeter dan lebar 4 sentimeter berwarna putih semu serta kuning.

Sedangkan, spesies Gastrodia Biruensis bagian perbungaannya memiliki panjang 18-32 sentimeter dan bunganya berjumlah 3 sampai 5 kuntum. Bagian kelopak spesies itu berwarna coklat kekuningan dan bertekstur halus. Ukuran mahkota bunga Gastrodia Biruensis memiliki panjang 4-6 sentimeter dan lebar 4-5 sentimeter dengan warna putih serta oranye.

Meski begitu, Toni mengatakan pihaknya belum menetapkan nama atau penyebutan lokal untuk dua spesies tanaman tersebut. Dengan temuan baru ini otomatis menambah daftar kekayaan flora di kawasan TNBTS menjadi 309 spesies anggrek.

Dia menyatakan bahwa pihaknya terus melakukan upaya konservasi di kawasan TNBTS sebagai langkah melindungi keberlanjutan habitat tanaman anggrek, khususnya Gastrodia Selabintanensis dan Gastrodia Biruensis.

“Kedua jenis ini termasuk tumbuhanmycoheterotropic yang mana pertumbuhannya sangat bergantung pada habitat dan sulit mengembangkan pembiakan di luar habitat alaminya,” tandasnya.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lestarikan Budaya, PORTINA Sulut Latih Pelatih Olahraga Tradisional

21 Oktober 2026 - 02:27 WITA

Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

18 Oktober 2026 - 04:51 WITA

Juri Pencak Silat Dunia Apresiasi Atlet Tapak Suci SMP Muhammadiyah 2 Kroya

16 Oktober 2026 - 02:19 WITA

Panen Perdana AMA di Liagu, Petambak Masih Evaluasi Hasil Budidaya

14 Oktober 2026 - 05:47 WITA

Harga Pangan Hari Ini 12 Oktober: Beras Naik, Cabai Melonjak

12 Oktober 2026 - 05:11 WITA

Trending di Serba Serbi