Menu

Mode Gelap
Wamen Imipas Silmy Karim dan 7 Pejabat Imigrasi Ditahan KPK Kodaeral IX-Wanadri ekspedisi selam di Pulau Buru jaga ekosistem laut Titi DJ Buka Suara Usai Sebut Ada yang Lebih Bagus Nyanyikan ‘Sang Dewi’ dari Lyodra Puskesmas Tebing Tinggi Hadirkan Inovasi Cegah Penyakit Menular 3 Eks Pimpinan Lembaga BGN Ditetapkan Jadi Tersangka Terkait Perkara Penyimpangan Tata Kelola MBG Dari Ruang Kelas SMPN 111 Jakarta, Cita-Cita Besar Menggema di Hadapan Presiden Prabowo

Serba Serbi

Dua Spesies Anggrek Baru Ditemukan di Lereng Gunung Semeru

badge-check


					Dua Spesies Anggrek Baru Ditemukan di Lereng Gunung Semeru Perbesar

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mengidentifikasi temuan dua spesies anggrek baru yang berlokasi di lereng selatan Gunung Semeru. Spesies itu bernamaGastrodia Selabintanensis dan Gastrodia Biruensis.

Toni Artaka Koordinator Pengendali Ekosistem Hutan Balai Besar TNBTS menjelaskan dua spesies anggrek itu ditemukan oleh petugas yang sedang menggelar patroli pada awal Januari 2026.

“Gastrodia Selabintanensis dan Gastrodia Biruensis ditemukan awal Januari 2026 di lereng selatan Gunung Semeru. Keduanya adalah temuan baru di TNBTS yang selama ini belum pernah terdata,” kata Toni, dalam keterangannya, Jumat (27/3/2026).

Berdasarkan hasil analisa dan identifikasi, dua spesies tanaman anggrek itu hidup di lingkungan yang teduh, berhumus tebal dan cukup lembab pada elevasi 1.000 sampai 1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Toni menyebut hasil rangkuman yang diterima dari Pengendali Ekosistem Hutan, menunjukkan bahwa dua spesies anggrek tersebut memiliki ciri khas yang berbeda.

Untuk spesies Gastrodia Selabintanensis tercatat pada bagian perbungaan memiliki panjang antara 15-25 sentimeter dengan 2-4 bunga atau kuntum. Kelopak bunga spesies itu memiliki warna coklat kehijauan dengan tekstur kasar serta berkutil.

Ukuran mahkota bunga Gastrodia Selabintanensismemiliki panjang 4 sentimeter dan lebar 4 sentimeter berwarna putih semu serta kuning.

Sedangkan, spesies Gastrodia Biruensis bagian perbungaannya memiliki panjang 18-32 sentimeter dan bunganya berjumlah 3 sampai 5 kuntum. Bagian kelopak spesies itu berwarna coklat kekuningan dan bertekstur halus. Ukuran mahkota bunga Gastrodia Biruensis memiliki panjang 4-6 sentimeter dan lebar 4-5 sentimeter dengan warna putih serta oranye.

Meski begitu, Toni mengatakan pihaknya belum menetapkan nama atau penyebutan lokal untuk dua spesies tanaman tersebut. Dengan temuan baru ini otomatis menambah daftar kekayaan flora di kawasan TNBTS menjadi 309 spesies anggrek.

Dia menyatakan bahwa pihaknya terus melakukan upaya konservasi di kawasan TNBTS sebagai langkah melindungi keberlanjutan habitat tanaman anggrek, khususnya Gastrodia Selabintanensis dan Gastrodia Biruensis.

“Kedua jenis ini termasuk tumbuhanmycoheterotropic yang mana pertumbuhannya sangat bergantung pada habitat dan sulit mengembangkan pembiakan di luar habitat alaminya,” tandasnya.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kodaeral IX-Wanadri ekspedisi selam di Pulau Buru jaga ekosistem laut

4 Juni 2026 - 04:29 WITA

Nilai ekonomi jamu tembus Rp1,2 triliun, BPOM dorong inovasi herbal

3 Juni 2026 - 06:33 WITA

Timnas Basket U18 Putri Indonesia kalahkan Singapura

3 Juni 2026 - 06:28 WITA

Tekad Eksel Runtukahu Maksimalkan Kesempatan Dipanggil Timnas Indonesia

1 Juni 2026 - 10:54 WITA

Waisak 2026 di Borobudur Serukan Perdamaian, Persatuan dan Cinta Kasih bagi Dunia

1 Juni 2026 - 07:00 WITA

Trending di Serba Serbi