Menu

Mode Gelap
Diva Raih Emas di Kejuaraan Lompat Galah Taiwan Pemerintah Percepat 104 Sekolah Rakyat, Jangkau 112 Ribu Anak Miskin Ekstrem Berburu Kuliner Tradisional Pasar Medang Candi Prambanan KRI Prabu Siliwangi Tiba di Tanah Air, Langkah Besar Perkuat Pertahanan Maritim Arab Saudi Perketat Kepulangan Jemaah Umrah, Overstay Bisa Kena Sanksi Eks Penyidik KPK Kritik Tajam Status Tahanan Rumah Yaqut

Warta Internasional

Dikira Hotel di Tengah Hutan, Ternyata Rumah Mewah 10 Lantai Punya Petani

badge-check


					Dikira Hotel di Tengah Hutan, Ternyata Rumah Mewah 10 Lantai Punya Petani Perbesar

Sebuah rumah unik setinggi 10 lantai di pedesaan New South Wales, Australia, sempat menjadi perhatian publik dan viral di media sosial. Banyak orang awalnya mengira bangunan itu adalah hotel atau apartemen yang berdiri di tengah semak-semak.

Bangunan tersebut dikenal sebagai ‘Girvan Tower’ yang berdiri di kawasan Girvan Estate. Menara ini diyakini sebagai salah satu kediaman pribadi tertinggi di Australia dan dibangun untuk mendiang Peter Grey selama enam tahun pada dekade 1990.

Dilansir dar New York Post, bangunan tersebut kemudian dibeli oleh pasangan Andrea dan Andrew Evans pada tahun 2012 dengan harga sekitar US$ 779.204 atau Rp 13 miliar (kurs Rp 16.880). Nilai tersebut bahkan disebut jauh lebih murah dibandingkan biaya pembangunan rumah tersebut pada awalnya.

Kini, keluarga Evans tinggal sekaligus mengelola lahan pertanian besar di sekitar rumah tersebut. Mereka juga mengerjakan sebuah hutan pangan dan kebun buah yang dirancang untuk hidup mandiri di atas lahan seluas sekitar 400 hektar.

James Evans, anggota keluarga yang tinggal di rumah tersebut, mengatakan mereka sebenarnya sempat enggan memperlihatkan isi rumah mereka kepada publik. Keluarga itu lebih ingin dikenal karena konsep pertanian berkelanjutan yang mereka kembangkan.

Menurutnya, keluarga Evans juga khawatir rumah setinggi 10 lantai itu akan membuat orang salah paham tentang gaya hidup mereka. Banyak orang mengira mereka hidup mewah hanya karena ukuran bangunannya yang tidak biasa.

Rumah unik tersebut memiliki fungsi yang berbeda di setiap lantainya. Lantai dasar dilengkapi karpet merah asli, lampu gantung, dan kolam renang. Kemudian di lantai kedua digunakan sebagai ruang penyimpanan sekaligus area olahraga. Sedangkan lantai 3 dan 4 berfungsi sebagai kamar tidur.

Sementara itu, dapur keluarga berada di lantai lima, ruang keluarga tambahan dan penyimpanan makanan berada di lantai enam, dan kamar orang tua mereka menempati lantai tujuh. Lantai delapan difungsikan sebagai kantor, sedangkan lantai tertinggi menjadi dek observasi yang menawarkan pemandangan luas hingga ke Newcastle dan lautan.

Meski bukan apartemen, keluarga Evans kini berencana membuka sebagian rumah tersebut untuk wisatawan. Salah satu lantai yang telah direnovasi akan disewakan menjadi Airbnb untuk memperluas kegiatan pariwisata di pertanian mereka.

Namun bagi James, daya tarik utama properti itu bukanlah menara 10 lantai tersebut, melainkan hutan pangan yang mereka kembangkan. Ia menggambarkan kawasan tersebut sebagai ekosistem yang hampir seluruh tanamannya bisa dimakan.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Arab Saudi Perketat Kepulangan Jemaah Umrah, Overstay Bisa Kena Sanksi

23 Maret 2026 - 08:43 WITA

Sekjen PBB: Konflik Iran Bisa Lepas Kendali, Dunia Terancam Menderita

20 Maret 2026 - 07:07 WITA

Aturan RI Mendunia, Presiden Prancis Bilang Terima Kasih

15 Maret 2026 - 06:47 WITA

Prabowo Telepon Mohammed bin Salman, Bahas Konflik Timur Tengah

12 Maret 2026 - 07:13 WITA

Dampak Perang Timur Tengah, Sejumlah Negara Liburkan Kampus dan Sekolah hingga Batasi Pembelian BBM

10 Maret 2026 - 03:48 WITA

Trending di Warta Internasional