Menu

Mode Gelap
Dharma Pongrekun Minta MK Tinjau Ulang UU Kesehatan demi Kedaulatan Bangsa Kisah Ibu di Cilegon: Andalkan Telur Dadar Campur Air, Kini Bersyukur Program MBG Berjalan Lagi Hinca Pandjaitan: Masukan Aktivis Jadi Bahan Penting Penyempurnaan RUU Polri Kaltim lestarikan alat musik tradisional Sampe Dayak sebagai identitas bangsa Dari Hutan Sulawesi ke Panggung Dunia: Kisah Nilam Indonesia yang Menghidupi Ribuan Petani Wamen Imipas Silmy Karim dan 7 Pejabat Imigrasi Ditahan KPK

Serba Serbi

Ramadan Menggembirakan: Sekolah Karakter Sajikan Kisah Inspiratif KH Ahmad Dahlan

badge-check


					Ramadan Menggembirakan: Sekolah Karakter Sajikan Kisah Inspiratif KH Ahmad Dahlan Perbesar

Mendengar nama KH Ahmad Dahlan sudah tidak asing lagi dikalangan masyarakat terutama di sekolah Muhammadiyah. Sebagai tokoh teladan sekaligus pendiri organisasi Muhammadiyah yang berpengaruh di Indonesia, SD Muhammadiyah 24 Surabaya, yang dikenal sebagai Sekolah Karakter hardirkan bulan Ramadan menggembirakan lewat berkisah, Jumat (6/3/2026).

Dengan menghadirkan Muslimah Story Teller Activist, Ummu Choiriyah Scholichah, bagian dari Darul Arqam Berkarakter yang edukatif dan bermakna. Kak Icha sapaan akrapnya membawakan kisah inspiratif KH Ahmad Dahlan sang pendiri Muhammadiyah dengan bahasa komunikatif dan penuh semangat.

Sebelum cerita dimulai, Kak Icha memberikan pengantar yang unik dan menarik sebagai awalan untuk menarik perhatian anak-anak. Sontak tawa kecil penuh keceriaan dan antusiasme siswa mengikuti setiap alur kisah yang disampaikan, didukung adanya media peraga yang bernama Alya, sehingga suasana Darul Arqam tampak menggembirakan.

Dimulai dengan adegan mencari keberadaan Alya, dilanjut dengan ragam pertanyaan pemantik yang relevan dengan kisah yang akan disampaikan.

“Tahukah kalian, siapa nama ayah dari KH Ahmad Dahlan?” ujar kak Icha.

Suasana semakin menarik ketika kisah Ahmad Dahlan dibuka dengan suara tangisan bayi yang keras. Boneka peraga bernama Alya menampilkan adegan tersebut dengan ekspresi mulut terbuka lebar, sehingga berhasil menarik perhatian hampir seluruh siswa yang hadir.

Selanjutnya, Kak Icha menceritakan perjalanan hidup KH Ahmad Dahlan hingga berdirinya organisasi Muhammadiyah. Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa perjuangan Ahmad Dahlan penuh dengan tantangan.

Saat itu, masyarakat masih banyak memiliki keyakinan yang bertentangan dengan ajaran Islam, seperti mempercayai pohon keramat atau memberikan sesajen di tempat tertentu sebagai penolak roh halus.

Kisah berlanjut pada perjalanan pendidikan Ahmad Dahlan hingga ke Mekkah. Di sana, ia mempelajari berbagai gagasan pembaruan Islam bersama sejumlah tokoh ulama hebat. Pemikiran tersebut kemudian menjadi cikal bakal gerakan tajdid yang digagasnya, terutama melalui pengembangan sistem pendidikan modern.

Untuk memudahkan siswa memahami materi, Kak Icha memberikan contoh nyata yang dekat dengan kehidupan mereka, seperti keberadaan SD Muhammadiyah 24 Surabaya. Dengan pendekatan ini, siswa berusia 8–9 tahun dapat lebih mudah memahami konsep pembaruan yang diperjuangkan KH Ahmad Dahlan.

“Kita lihat sekarang, adanya SD Muhammadiyah 24 Surabaya juga menjadi bagian dari gerakan pembaruan KH Ahmad Dahlan, begitu juga adanya rumah sakit, panti asuhan, dan berbagai amal usaha lainnya,” jelasnya.

Melalui kisah inspiratif ini, siswa diharapkan tidak hanya mendengar cerita semata, tetapi juga memahami nilai-nilai keteladanan dari perjuangan KH Ahmad Dahlan. Sikap pantang menyerah, teguh pendirian, dan kejujuran menjadi nilai penting yang ditanamkan, meskipun pada masanya ia menghadapi banyak penolakan hingga disebut sebagai “kyai kafir”.

Kisah tersebut mengajarkan bahwa perjuangan tidak cukup dengan kata-kata, melainkan membutuhkan ilmu, iman yang kuat, serta berpegang teguh pada Al-Qur’an dan sunnah sebagai fondasi utama dalam membentuk generasi berkarakter Islam yang berkemajuan.

Red~ IKN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kaltim lestarikan alat musik tradisional Sampe Dayak sebagai identitas bangsa

5 Juni 2026 - 06:01 WITA

Kodaeral IX-Wanadri ekspedisi selam di Pulau Buru jaga ekosistem laut

4 Juni 2026 - 04:29 WITA

Nilai ekonomi jamu tembus Rp1,2 triliun, BPOM dorong inovasi herbal

3 Juni 2026 - 06:33 WITA

Timnas Basket U18 Putri Indonesia kalahkan Singapura

3 Juni 2026 - 06:28 WITA

Tekad Eksel Runtukahu Maksimalkan Kesempatan Dipanggil Timnas Indonesia

1 Juni 2026 - 10:54 WITA

Trending di Serba Serbi