Menu ✖

Mode Gelap
Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang TNI AL Amankan Tugboat Pembawa Ribuan Kubik Kayu Log di Perairan Utara Pulau Buru Kisah Ibu-ibu Pemindang Ikan Kusamba, 28 Tahun Kerja Cuma Libur Nyepi-Galungan KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa DPD RI Desak Menag Perkuat Pengawasan Anak Lindungi dari Kekerasan Seksual Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

Warta Nusantara

2 Kapal Pertamina Terjebak di Selat Hormuz

badge-check


					2 Kapal Pertamina Terjebak di Selat Hormuz Perbesar

PT Pertamina (Persero) menyatakan terdapat empat kapal minyak milik perusahaan yang berada di Timur Tengah. Dua diantaranya masih terjebak di Selat Hormuz yang jalurnya ditutup oleh Iran.

Dalam catatan Pertamina pun, sebanyak 19% impor minyak Indonesia secara nasional berasal dari Timur Tengah. Atas hal itu, Pertamina sedang menyiapkan alternatif-alternatif supaya kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) di dalam negeri tetap terpenuhi.

Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron membenarkan, bahwa saat ini kargo minyak mentah yang berasal dari Timur Tengah berjumlah sekitar 19% dari nilai impor secara keseluruhan.

“Sekitar 19% dan saat ini kami sudah melaksanakan proses distribusi melalui sistem reguler alternatif maupun emergensi. Jadi untuk ketahanan energi nasional Pertamina telah menyampaikan sistem tersebut untuk bisa memenuhi kebutuhan nasional,” terang Baron di Grha Pertamia, dikutip Rabu (4/3/2026).

Pertamina saat ini sedang melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk tetap bisa memenuhi kebutuhan energi nasional.

“Jadi alternatif-alternatif yang sedang kita lakukan tentu dalam proses karena ini baru beberapa hari. Dan nanti kami akan update ke media untuk kesiapan proses alternatif tersebut,” tegas Baron.

Putuskan Impor Minyak ke AS

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah antisipatif atas ditutupnya Selat Hormuz.

“Atas arahan bapak Presiden melihat perkembangan yang ada. Sekarang Selat Hormuz ditutup akibat perang Israel, Amerika, Iran ini dampaknya pada energi global,” ujar Bahlil dalam Konferensi Pers di Kementerian ESDM, Selasa (3/3/2026).

Ia pun memerinci, dari total impor minyak mentah RI, sekitar 20-25% berasal dari kawasan Timur Tengah yang distribusinya melalui Selat tersebut. Sedangkan sisanya dipasok dari sejumlah negara lain seperti Afrika, Amerika Serikat, dan Brasil.

Oleh sebab itu, guna mengantisipasi kekurangan pasokan, pemerintah berencana mengalihkan sebagian impor minyak mentah dari Timur Tengah ke Amerika Serikat. Sehingga tidak terperangkap dinamika global yang saat ini masih berlangsung.

“Ini tidak bisa diramal kapan selesai. Ini gak bisa diramal. Bisa cepat bisa lambat. Kami ambil alternatif terjelek skenarionya sekarang ini crude dari timur tengah sebagian dialihkan ambil dari Amerika supaya ada kepastian ketersediaan,” kata Bahlil.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang

19 Oktober 2026 - 03:01 WITA

Presiden Prabowo Instruksikan Transformasi Menyeluruh PLN, Fokus Efisiensi dan Percepat Energi Surya 100 GW

16 Oktober 2026 - 02:52 WITA

Pemerintah Intensifkan Penanganan Karhutla, Operasi Darat dan Udara Terus Dioptimalkan

14 Oktober 2026 - 07:21 WITA

Pertemuan Presiden Prabowo dan Presiden El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama

12 Oktober 2026 - 05:13 WITA

Presiden Prabowo Sambut Presiden Mesir El-Sisi dengan Upacara Kenegaraan di Istana Merdeka

11 Oktober 2026 - 07:29 WITA

Trending di Warta Nusantara