Menu

Mode Gelap
Wamen Imipas Silmy Karim dan 7 Pejabat Imigrasi Ditahan KPK Kodaeral IX-Wanadri ekspedisi selam di Pulau Buru jaga ekosistem laut Titi DJ Buka Suara Usai Sebut Ada yang Lebih Bagus Nyanyikan ‘Sang Dewi’ dari Lyodra Puskesmas Tebing Tinggi Hadirkan Inovasi Cegah Penyakit Menular 3 Eks Pimpinan Lembaga BGN Ditetapkan Jadi Tersangka Terkait Perkara Penyimpangan Tata Kelola MBG Dari Ruang Kelas SMPN 111 Jakarta, Cita-Cita Besar Menggema di Hadapan Presiden Prabowo

Warta Internasional

Potret Permukiman Terapung Dihancurkan, Ribuan Warga Terlantar

badge-check


					Potret Permukiman Terapung Dihancurkan, Ribuan Warga Terlantar Perbesar

Ribuan warga Makoko, Lagos, kehilangan rumah setelah permukiman terapung diratakan. Sekolah hancur, keluarga mengungsi tanpa rencana relokasi resmi.

Warga beristirahat di dalam tempat penampungan darurat sementara pihak berwenang membakar bangunan yang tersisa di komunitas tepi sungai Makoko di Lagos, Nigeria. Dilansir Reuters Kamis (29/1/2026), ribuan warga di komunitas tepi laut Makoko yang bersejarah di Lagos kehilangan tempat tinggal setelah pihak berwenang merobohkan rumah-rumah panggung mereka, menggusur keluarga yang telah tinggal selama beberapa generasi di atas Laguna Lagos.

Warga menyaksikan rumah-rumah kayu dirobohkan di tempat yang dulunya merupakan salah satu pemukiman terapung terbesar di Afrika, di mana jalur air sempit berfungsi sebagai jalan dan perikanan serta perdagangan informal menopang kehidupan sehari-hari.

Beberapa orang memilih melarikan diri bersama bayi dan kerabat lanjut usia saat bangunan runtuh. Seorang warga melahirkan beberapa hari sebelum pembongkaran, mengatakan keluarganya melarikan diri tanpa membawa apa pun. Pembongkaran itu juga meratakan sekolah-sekolah komunitas, menyebabkan anak-anak tidak dapat bersekolah untuk waktu yang tidak ditentukan.

Makoko telah lama menghadapi ancaman penggusuran karena pihak berwenang menyebutkan risiko lingkungan, masalah kesehatan masyarakat, dan rencana pembaruan kota. Banyak penduduk bekerja di bidang perikanan, penggergajian kayu, dan perdagangan informal dan mengatakan mereka tidak punya tempat lain untuk pergi.

Upaya sebelumnya untuk membersihkan daerah tersebut, termasuk pembongkaran rumah-rumah di dekat jalur listrik tegangan tinggi pada tahun 2012, menuai kritik dari kelompok hak asasi manusia atas dugaan penggusuran paksa tanpa rencana pemukiman kembali.

Pihak berwenang belum mengumumkan rencana pemukiman kembali formal untuk keluarga-keluarga yang baru saja mengungsi. Banyak penduduk sekarang menyelamatkan kayu dan lembaran seng dari reruntuhan untuk membangun tempat penampungan sementara di sepanjang tepi laguna.

Red~ IKN

Source: CNBC Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

IOM serukan penguatan koordinasi lintas batas tekan wabah Ebola

3 Juni 2026 - 06:30 WITA

Gema Takbir di Paris, Diaspora Indonesia Rasakan Kehangatan Iduladha Bersama Presiden Prabowo

27 Mei 2026 - 13:37 WITA

Tambang Emas Longsor Kubur Penambang Hidup-Hidup, 28 Tewas

26 Mei 2026 - 03:12 WITA

9 WNI Jalani Pemeriksaan Kesehatan di Turki Sebelum Pulang ke RI

23 Mei 2026 - 08:58 WITA

Kemlu Kecam Penculikan Relawan & Jurnalis Indonesia oleh Israel

19 Mei 2026 - 02:23 WITA

Trending di Warta Internasional