Menu

Mode Gelap
Ketua DPD Puji Diplomasi Prabowo di Rusia: FTA Dongkrak Ekonomi Daerah Selamatkan Masa Depan Anak, Densus 88 Bangun Mekanisme Pemulihan dan Pendampingan Terpadu di Sumsel IdeaFest 2026 Usung Tema Rehumanize di Era AI, Ajak Manusia Lebih Bijak Gunakan Teknologi Presiden Putin: Indonesia Mitra Paling Kunci bagi Rusia di Kawasan Asia Pasifik 12 Pasang Atlet TNI AU Siap Berjuang, Kobarkan Semangat Prestasi di Piala Panglima TNI 2026 Keluarga Jadi Kekuatan Suksesnya Pembudidaya Ikan Nila Lestari di Manganitu

Warta Internasional

Potret Permukiman Terapung Dihancurkan, Ribuan Warga Terlantar

badge-check


					Potret Permukiman Terapung Dihancurkan, Ribuan Warga Terlantar Perbesar

Ribuan warga Makoko, Lagos, kehilangan rumah setelah permukiman terapung diratakan. Sekolah hancur, keluarga mengungsi tanpa rencana relokasi resmi.

Warga beristirahat di dalam tempat penampungan darurat sementara pihak berwenang membakar bangunan yang tersisa di komunitas tepi sungai Makoko di Lagos, Nigeria. Dilansir Reuters Kamis (29/1/2026), ribuan warga di komunitas tepi laut Makoko yang bersejarah di Lagos kehilangan tempat tinggal setelah pihak berwenang merobohkan rumah-rumah panggung mereka, menggusur keluarga yang telah tinggal selama beberapa generasi di atas Laguna Lagos.

Warga menyaksikan rumah-rumah kayu dirobohkan di tempat yang dulunya merupakan salah satu pemukiman terapung terbesar di Afrika, di mana jalur air sempit berfungsi sebagai jalan dan perikanan serta perdagangan informal menopang kehidupan sehari-hari.

Beberapa orang memilih melarikan diri bersama bayi dan kerabat lanjut usia saat bangunan runtuh. Seorang warga melahirkan beberapa hari sebelum pembongkaran, mengatakan keluarganya melarikan diri tanpa membawa apa pun. Pembongkaran itu juga meratakan sekolah-sekolah komunitas, menyebabkan anak-anak tidak dapat bersekolah untuk waktu yang tidak ditentukan.

Makoko telah lama menghadapi ancaman penggusuran karena pihak berwenang menyebutkan risiko lingkungan, masalah kesehatan masyarakat, dan rencana pembaruan kota. Banyak penduduk bekerja di bidang perikanan, penggergajian kayu, dan perdagangan informal dan mengatakan mereka tidak punya tempat lain untuk pergi.

Upaya sebelumnya untuk membersihkan daerah tersebut, termasuk pembongkaran rumah-rumah di dekat jalur listrik tegangan tinggi pada tahun 2012, menuai kritik dari kelompok hak asasi manusia atas dugaan penggusuran paksa tanpa rencana pemukiman kembali.

Pihak berwenang belum mengumumkan rencana pemukiman kembali formal untuk keluarga-keluarga yang baru saja mengungsi. Banyak penduduk sekarang menyelamatkan kayu dan lembaran seng dari reruntuhan untuk membangun tempat penampungan sementara di sepanjang tepi laguna.

Red~ IKN

Source: CNBC Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Presiden Putin: Indonesia Mitra Paling Kunci bagi Rusia di Kawasan Asia Pasifik

4 September 2026 - 05:13 WITA

Presiden Prabowo Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF ke-11 di Vladivostok

3 September 2026 - 06:35 WITA

Jepang Kirim Helikopter Bantu Atasi Karhutla RI

30 Agustus 2026 - 06:33 WITA

Peringati 75 Tahun Hubungan Diplomatik, Festival Indonesia Digelar di Swiss

27 Agustus 2026 - 03:34 WITA

Kisah PMI Bangun Kedai Kuliner Indonesia di Jantung Kota Taipei

24 Agustus 2026 - 05:45 WITA

Trending di Warta Internasional