Menu

Mode Gelap
4 Bandara Ditutup Sementara Akibat Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Korupsi KPR Fiktif Rp237 Miliar, Kejari Karawang Tetapkan 4 Tersangka Terindikasi Kangkangi Aturan, APH Didesak Cabut Izin Usaha Perkebunan PT Ketapang Subur Lestari di Barito Timur PN Manado Sosialisasikan SEMA 2, 3 dan 4 Tahun 2026 ke APH, Soroti Kepastian Hukum Ketua DPD Puji Diplomasi Prabowo di Rusia: FTA Dongkrak Ekonomi Daerah Selamatkan Masa Depan Anak, Densus 88 Bangun Mekanisme Pemulihan dan Pendampingan Terpadu di Sumsel

Serba Serbi

Kisah Inspiratif Siswa Sekolah Rakyat, Ahmad Faris: Saya Mau Sekolah Lagi, Bikin Ibu Bangga

badge-check


					Kisah Inspiratif Siswa Sekolah Rakyat, Ahmad Faris: Saya Mau Sekolah Lagi, Bikin Ibu Bangga Perbesar

Ahmad Faris (15), siswa kelas VII Sekolah Rakyat Samarinda, tak pernah membayangkan dirinya bisa kembali duduk di bangku sekolah. Ia sempat putus sekolah akibat perundungan dan kondisi ekonomi keluarga yang sangat terbatas.

Kini, Faris kembali mengejar mimpinya bersekolah di Sekolah Rakyat yang berada di gedung Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kalimantan Timur, Jalan Cipto Mangunkusumo, Samarinda Seberang.

“Saya mau sekolah lagi supaya bisa membanggakan orang tua,” ujar Faris saat ditemui di sekolah itu, Selasa (7/10/2025).

Putus Sekolah karena Bullying dan Kemiskinan

Faris menceritakan masa sulitnya saat harus meninggalkan sekolah karena keterbatasan biaya dan menjadi korban bullying. “Dulu saya dibully, bahkan sampai dipukul,” kisahnya.

Ibunya kini menjadi satu-satunya tumpuan hidup, bekerja sebagai tukang urut. Sementara sang ayah sudah lama tak diketahui keberadaannya.

“Bapak saya sudah tidak tahu ke mana. Sekarang saya sama ibu. Ibu kerja tukang urut,” ucapnya pelan.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sekolah Rakyat Jadi Rumah Kedua Di Sekolah Rakyat, Faris kini tinggal di asrama bersama siswa lain. Ia merasa lebih dihargai dan nyaman dalam lingkungan yang mendukung.

“Teman-teman di sini sopan, baik semua. Kalau di sini lebih diarahkan ke hal baik, disuruh bangun pagi, sholat, belajar,” katanya.

Selain suasana yang menyenangkan, Faris juga mendapatkan fasilitas pendidikan dan kebutuhan harian secara gratis.

“Ada kipas, selimut, sabun, cuci baju, semuanya disediakan. Makan juga enak-enak,” ujarnya sambil tersenyum.

Sekolah ini juga menerapkan sistem orang tua asuh, di mana satu pendamping membina sekitar sepuluh siswa untuk memantau perkembangan dan kesejahteraan mereka.

“Ada orang tua asuh, satu pegang sekitar sepuluh anak,” ungkap Faris. Cita-cita Menjadi Pilot Kini, Faris kembali memiliki mimpi. Ia berharap bisa melanjutkan pendidikan hingga SMA dan meraih cita-citanya.

“Cita-cita saya jadi pilot. Setelah SMP nanti mau lanjut SMA di sini juga,” ucapnya penuh semangat.

Dalam kunjungannya ke Sekolah Rakyat Samarinda, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menitipkan pesan penting kepada para siswa agar menjauhi perilaku perundungan dan saling menghormati.

“Pak Menteri bilang jangan ada bully-bully, harus sopan santun,” kata Faris menirukan. Program Sekolah Rakyat merupakan kolaborasi antara Kemensos dan pemerintah daerah yang bertujuan memberi akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu atau yang pernah putus sekolah.

Dengan sistem berbasis asrama dan pembinaan karakter, program ini menghadirkan harapan baru bagi banyak anak seperti Faris.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Keluarga Jadi Kekuatan Suksesnya Pembudidaya Ikan Nila Lestari di Manganitu

4 September 2026 - 05:10 WITA

Baru Berusia 11 Tahun, Mikhayla Shanum Caya Jadi Kontingen Indonesia Termuda Asian Games 2026, Targetkan Medali

1 September 2026 - 05:19 WITA

SSB Kolonal Jadi Ruang 60 Anak Solok Selatan Kejar Mimpi Jadi Pesepakbola

28 Agustus 2026 - 04:51 WITA

Ribuan Penari Muda dalam Tari Kolosal

25 Agustus 2026 - 07:19 WITA

Rahayu Saraswati Sebut PIK Berpotensi Jadi Lokasi Marathon Internasional

23 Agustus 2026 - 05:51 WITA

Trending di Serba Serbi