Menu ✖

Mode Gelap
KPK Kembali Panggil Satu Tersangka Korupsi Proyek Jalan BBPJN Sumut Menteri PPPA: Setiap Anak Berhak Dapat Pengasuhan yang Aman Dari Minahasa hingga Papua, Budaya Daerah Tampil di Festival Indonesia 2026 Ingin Masuk Malaysia Secara Ilegal Melalui Batam, Belasan WN Vietnam Diamankan TNI AL Paus Leo serukan perdamaian di Yaman, doakan korban serangan Yordania Mimika Kirim 4 Atlet Junior ke Kejurnas Catur di Banten

Serba Serbi

Kisah Inspiratif Siswa Sekolah Rakyat, Ahmad Faris: Saya Mau Sekolah Lagi, Bikin Ibu Bangga

badge-check


					Kisah Inspiratif Siswa Sekolah Rakyat, Ahmad Faris: Saya Mau Sekolah Lagi, Bikin Ibu Bangga Perbesar

Ahmad Faris (15), siswa kelas VII Sekolah Rakyat Samarinda, tak pernah membayangkan dirinya bisa kembali duduk di bangku sekolah. Ia sempat putus sekolah akibat perundungan dan kondisi ekonomi keluarga yang sangat terbatas.

Kini, Faris kembali mengejar mimpinya bersekolah di Sekolah Rakyat yang berada di gedung Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kalimantan Timur, Jalan Cipto Mangunkusumo, Samarinda Seberang.

“Saya mau sekolah lagi supaya bisa membanggakan orang tua,” ujar Faris saat ditemui di sekolah itu, Selasa (7/10/2025).

Putus Sekolah karena Bullying dan Kemiskinan

Faris menceritakan masa sulitnya saat harus meninggalkan sekolah karena keterbatasan biaya dan menjadi korban bullying. “Dulu saya dibully, bahkan sampai dipukul,” kisahnya.

Ibunya kini menjadi satu-satunya tumpuan hidup, bekerja sebagai tukang urut. Sementara sang ayah sudah lama tak diketahui keberadaannya.

“Bapak saya sudah tidak tahu ke mana. Sekarang saya sama ibu. Ibu kerja tukang urut,” ucapnya pelan.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sekolah Rakyat Jadi Rumah Kedua Di Sekolah Rakyat, Faris kini tinggal di asrama bersama siswa lain. Ia merasa lebih dihargai dan nyaman dalam lingkungan yang mendukung.

“Teman-teman di sini sopan, baik semua. Kalau di sini lebih diarahkan ke hal baik, disuruh bangun pagi, sholat, belajar,” katanya.

Selain suasana yang menyenangkan, Faris juga mendapatkan fasilitas pendidikan dan kebutuhan harian secara gratis.

“Ada kipas, selimut, sabun, cuci baju, semuanya disediakan. Makan juga enak-enak,” ujarnya sambil tersenyum.

Sekolah ini juga menerapkan sistem orang tua asuh, di mana satu pendamping membina sekitar sepuluh siswa untuk memantau perkembangan dan kesejahteraan mereka.

“Ada orang tua asuh, satu pegang sekitar sepuluh anak,” ungkap Faris. Cita-cita Menjadi Pilot Kini, Faris kembali memiliki mimpi. Ia berharap bisa melanjutkan pendidikan hingga SMA dan meraih cita-citanya.

“Cita-cita saya jadi pilot. Setelah SMP nanti mau lanjut SMA di sini juga,” ucapnya penuh semangat.

Dalam kunjungannya ke Sekolah Rakyat Samarinda, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menitipkan pesan penting kepada para siswa agar menjauhi perilaku perundungan dan saling menghormati.

“Pak Menteri bilang jangan ada bully-bully, harus sopan santun,” kata Faris menirukan. Program Sekolah Rakyat merupakan kolaborasi antara Kemensos dan pemerintah daerah yang bertujuan memberi akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu atau yang pernah putus sekolah.

Dengan sistem berbasis asrama dan pembinaan karakter, program ini menghadirkan harapan baru bagi banyak anak seperti Faris.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dari Minahasa hingga Papua, Budaya Daerah Tampil di Festival Indonesia 2026

26 Oktober 2026 - 10:25 WITA

Lebihi Target di Asian Para Games 2026, Kontingen Indonesia Siap Tatap ASEAN Para Games 2027 dan Paralimpiade 2028

24 Oktober 2026 - 09:56 WITA

BMKG: Keindahan Hunter’s Moon pada 26 Oktober 2026

23 Oktober 2026 - 04:17 WITA

Lestarikan Budaya, PORTINA Sulut Latih Pelatih Olahraga Tradisional

21 Oktober 2026 - 02:27 WITA

Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

18 Oktober 2026 - 04:51 WITA

Trending di Serba Serbi