Saat ini di tengah gempuran produk impor, sebuah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal di Sangatta, Mikajo Bakery, sukses membuktikan inovasi berbasis bahan lokal mampu meraih untung layaknya ‘mas’. Berkat ketekunan dan pendampingan, Mikajo berhasil mentransformasi labu kuning lokal yang melimpah menjadi produk premium yakni roti vegan dan gluten-free dengan harga jual mencapai Rp35 ribu.
Mikajo Bakery didirikan oleh Grace Yuanita (38) yang lahir di Surabaya pada tahun 1986. Grace, yang didukung suaminya, Yudha, memulai usahanya dari motivasi sederhana yakni dari anaknya yang suka labu.

“Awalnya hanya karena anak suka labu, selain untuk kolak, saya coba jadikan roti,” ungkap Grace yang ditemui di toko roti miliknya di Ruko Bintang, Munthe, Sabtu (4/10/2025).
Setelah melewati banyak trial error, ia menemukan formula roti labu yang kaya serat dan beta-karoten.
Langkah itu diperkuat oleh riset pasar yang cerdas. Data menunjukkan 76,9 persen responden di atas 20 tahun mencari roti vegan dan bersedia membayar mahal untuk kualitas. Berbekal data tersebut, Grace memosisikan roti labu buatannya sebagai produk premium dengan rentang harga yang terentang dari Rp5ribu hingga Rp35 ribu, mengubah labu biasa menjadi komoditas bernilai tinggi.
Keberhasilan Mikajo bukanlah kebetulan, melainkan hasil dari strategi dan manajemen yang terstruktur yang didapat melalui pembinaan dari Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) dan LPB PAMA Banua Etam PT sejak tahun 2018.
Pendampingan YDBA memberikan kail ilmu manajemen, bukan sekadar ‘ikan’ modal. Fokus utama pembinaan meliputi;
Standar Kualitas: Penerapan standar industri 5R (ringkas, rapi, resik, rawat, rajin) secara ketat, memastikan dapur higienis yang krusial untuk produksi makanan sehat.
Keberlanjutan (SDGs): Penerapan prinsip zero waste dan minim sampah dalam proses produksi.
Literasi Pemasaran: Bantuan dalam branding dan strategi edukasi, mengubah kemasan agar terlihat premium, dan mengedukasi masyarakat tentang manfaat kesehatan roti vegan.
Grace menekankan pentingnya filosofi bisnis yang ia pegang yakni fokus dan konsisten dalam keadaan apa pun, baik saat penjualan sepi atau ramai serta terus melakukan inovasi.
Kini, Mikajo Bakery berdiri sebagai pelopor toko roti di Sangatta, Kutim yang berani berspesialisasi dalam inovasi berbasis labu kuning.
“Saya sangat berterima kasih kepada LPB PAMA dalam hal ini YDBA Astra yang telah memberikan pendampingan secara konsisten. Mereka tidak hanya melihat kami sebagai UMKM biasa, tetapi membekali kami dengan ilmu riset dan manajemen yang membuat kami mampu ‘naik kelas’ dan bersaing di pasar premium,” ujar Grace penuh rasa syukur.
Kesuksesan Mikajo membawa dampak positif berkelanjutan. Selain meningkatkan omzet, Mikajo aktif menjalin kolaborasi dengan petani lokal untuk pasokan labu yang secara langsung meningkatkan nilai jual komoditas mereka.
Kisah revolusi roti Sangatta itu menegaskan UMKM yang mengadopsi pola pikir inovatif, agile, dan mengedepankan aspek kesehatan serta keberlanjutan, siap ‘naik kelas’ dan menjadi kekuatan ekonomi baru di Indonesia.
****









