Menu

Mode Gelap
Hashim: Indonesia Dapat 150 Juta Barel Minyak APH Diminta Segera Mengusut Tuntas Terkait Dugaan Penerbitan Memo Siluman untuk Kontrak Kuota Angkutan Batubara Paus Leo XIV Kunjungi Guinea Khatulistiwa, Serukan Perdamaian Dunia Delapan ASN Kemenaker terbukti peras 20 perusahaan izin TKA Rp130 M MPR: Komitmen bersama dibutuhkan demi wujudkan semangat Kartini Residivis Bandar Narkoba di Pangkalpinang Ditangkap, Polisi Sita 2 Kg Sabu

Serba Serbi

Semangat Kembar Siam Dewi-Putri asal Garut, Buktikan Tak Ada Batasan Meski Tubuh Menyatu

badge-check


					Semangat Kembar Siam Dewi-Putri asal Garut, Buktikan Tak Ada Batasan Meski Tubuh Menyatu Perbesar

Al Dewi Putri Ningsih dan Al Putri Anugrah (12), kembar siam asal Garut, Jawa Barat, menjalani hidup dengan penuh semangat. Terlahir dengan kondisi tubuh menyatu dari perut hingga ke bawah, keduanya tetap bersekolah, bermain, dan menekuni berbagai hobi seperti anak-anak lainnya.

Saat ditemui detikcom, Rabu (1/10/2025), Dewi dan Putri mengaku tak ingin kondisi fisiknya membatasi semangat mereka. Keduanya masih bisa beraktivitas seperti biasa, mulai dari belajar di sekolah hingga bermain dengan teman sebaya.

“Aku sekolah dianterin ayah, ngerjain tugas bareng-bareng, terus main sama temen-temen juga,” kata Putri.

Selain aktif di sekolah, Dewi dan Putri juga memiliki berbagai hobi. Mereka gemar bermain badminton, bernyanyi, hingga melukis.

“Main badminton aku suka banget, nyanyi juga, banyak deh hobi kita,” tambah Dewi.

Menariknya, meski selalu bersama, keduanya punya cita-cita berbeda. Putri bercita-cita menjadi artis seperti idolanya, sementara Dewi ingin menjadi ilmuwan untuk mempelajari luar angkasa.

“Kita cita-citanya beda sih. Aku (Putri) pengen jadi artis, terkenal. Kalau aku (Dewi) pengen jadi saintis, belajar tentang benda-benda langit kayak meteor,” ungkap mereka.

Namun, sang ayah, Iwan (44), menjelaskan bahwa tetap ada tantangan yang dialami. Walaupun si kembar aktif dan semangat, ia masih harus menyesuaikan kebutuhan anaknya yang berbeda, baik dari segi makanan, aktivitas, maupun kondisi kesehatan.

“Terkadang mereka juga merasa sedih dengan keadaan yang dialami. Tapi saya selalu bilang, mereka itu spesial. Tuhan kasih mereka kelebihan, bukan hanya kekurangan,” ujar Iwan.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dianggap Hama di RI, Ikan Sapu-sapu Justru Kuliner Favorit Amazon

23 April 2026 - 03:29 WITA

AFC Women’s Football Day 2026 di Nusantara, Tumbuhkan Semangat Sepak Bola Putri Sejak Dini

22 April 2026 - 07:37 WITA

Modal Rp100 Ribu, 10 Ibu Rumah Tangga Ini Sekarang Produksi 600 Botol Sehari

21 April 2026 - 05:54 WITA

Panjat tebing jadikan Asian Beach Games pemanasan ke Asian Games 2026

21 April 2026 - 05:47 WITA

Pecahkan Rekor MURI, TMII Tampilkan 1.000 Penari dari 34 Provinsi

20 April 2026 - 10:18 WITA

Trending di Serba Serbi