Menu ✖

Mode Gelap
KPK Kembali Panggil Satu Tersangka Korupsi Proyek Jalan BBPJN Sumut Menteri PPPA: Setiap Anak Berhak Dapat Pengasuhan yang Aman Dari Minahasa hingga Papua, Budaya Daerah Tampil di Festival Indonesia 2026 Ingin Masuk Malaysia Secara Ilegal Melalui Batam, Belasan WN Vietnam Diamankan TNI AL Paus Leo serukan perdamaian di Yaman, doakan korban serangan Yordania Mimika Kirim 4 Atlet Junior ke Kejurnas Catur di Banten

Serba Serbi

Semangat Kembar Siam Dewi-Putri asal Garut, Buktikan Tak Ada Batasan Meski Tubuh Menyatu

badge-check


					Semangat Kembar Siam Dewi-Putri asal Garut, Buktikan Tak Ada Batasan Meski Tubuh Menyatu Perbesar

Al Dewi Putri Ningsih dan Al Putri Anugrah (12), kembar siam asal Garut, Jawa Barat, menjalani hidup dengan penuh semangat. Terlahir dengan kondisi tubuh menyatu dari perut hingga ke bawah, keduanya tetap bersekolah, bermain, dan menekuni berbagai hobi seperti anak-anak lainnya.

Saat ditemui detikcom, Rabu (1/10/2025), Dewi dan Putri mengaku tak ingin kondisi fisiknya membatasi semangat mereka. Keduanya masih bisa beraktivitas seperti biasa, mulai dari belajar di sekolah hingga bermain dengan teman sebaya.

“Aku sekolah dianterin ayah, ngerjain tugas bareng-bareng, terus main sama temen-temen juga,” kata Putri.

Selain aktif di sekolah, Dewi dan Putri juga memiliki berbagai hobi. Mereka gemar bermain badminton, bernyanyi, hingga melukis.

“Main badminton aku suka banget, nyanyi juga, banyak deh hobi kita,” tambah Dewi.

Menariknya, meski selalu bersama, keduanya punya cita-cita berbeda. Putri bercita-cita menjadi artis seperti idolanya, sementara Dewi ingin menjadi ilmuwan untuk mempelajari luar angkasa.

“Kita cita-citanya beda sih. Aku (Putri) pengen jadi artis, terkenal. Kalau aku (Dewi) pengen jadi saintis, belajar tentang benda-benda langit kayak meteor,” ungkap mereka.

Namun, sang ayah, Iwan (44), menjelaskan bahwa tetap ada tantangan yang dialami. Walaupun si kembar aktif dan semangat, ia masih harus menyesuaikan kebutuhan anaknya yang berbeda, baik dari segi makanan, aktivitas, maupun kondisi kesehatan.

“Terkadang mereka juga merasa sedih dengan keadaan yang dialami. Tapi saya selalu bilang, mereka itu spesial. Tuhan kasih mereka kelebihan, bukan hanya kekurangan,” ujar Iwan.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dari Minahasa hingga Papua, Budaya Daerah Tampil di Festival Indonesia 2026

26 Oktober 2026 - 10:25 WITA

Lebihi Target di Asian Para Games 2026, Kontingen Indonesia Siap Tatap ASEAN Para Games 2027 dan Paralimpiade 2028

24 Oktober 2026 - 09:56 WITA

BMKG: Keindahan Hunter’s Moon pada 26 Oktober 2026

23 Oktober 2026 - 04:17 WITA

Lestarikan Budaya, PORTINA Sulut Latih Pelatih Olahraga Tradisional

21 Oktober 2026 - 02:27 WITA

Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

18 Oktober 2026 - 04:51 WITA

Trending di Serba Serbi