Menu

Mode Gelap
4 Bandara Ditutup Sementara Akibat Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Korupsi KPR Fiktif Rp237 Miliar, Kejari Karawang Tetapkan 4 Tersangka Terindikasi Kangkangi Aturan, APH Didesak Cabut Izin Usaha Perkebunan PT Ketapang Subur Lestari di Barito Timur PN Manado Sosialisasikan SEMA 2, 3 dan 4 Tahun 2026 ke APH, Soroti Kepastian Hukum Ketua DPD Puji Diplomasi Prabowo di Rusia: FTA Dongkrak Ekonomi Daerah Selamatkan Masa Depan Anak, Densus 88 Bangun Mekanisme Pemulihan dan Pendampingan Terpadu di Sumsel

Serba Serbi

Semangat Kembar Siam Dewi-Putri asal Garut, Buktikan Tak Ada Batasan Meski Tubuh Menyatu

badge-check


					Semangat Kembar Siam Dewi-Putri asal Garut, Buktikan Tak Ada Batasan Meski Tubuh Menyatu Perbesar

Al Dewi Putri Ningsih dan Al Putri Anugrah (12), kembar siam asal Garut, Jawa Barat, menjalani hidup dengan penuh semangat. Terlahir dengan kondisi tubuh menyatu dari perut hingga ke bawah, keduanya tetap bersekolah, bermain, dan menekuni berbagai hobi seperti anak-anak lainnya.

Saat ditemui detikcom, Rabu (1/10/2025), Dewi dan Putri mengaku tak ingin kondisi fisiknya membatasi semangat mereka. Keduanya masih bisa beraktivitas seperti biasa, mulai dari belajar di sekolah hingga bermain dengan teman sebaya.

“Aku sekolah dianterin ayah, ngerjain tugas bareng-bareng, terus main sama temen-temen juga,” kata Putri.

Selain aktif di sekolah, Dewi dan Putri juga memiliki berbagai hobi. Mereka gemar bermain badminton, bernyanyi, hingga melukis.

“Main badminton aku suka banget, nyanyi juga, banyak deh hobi kita,” tambah Dewi.

Menariknya, meski selalu bersama, keduanya punya cita-cita berbeda. Putri bercita-cita menjadi artis seperti idolanya, sementara Dewi ingin menjadi ilmuwan untuk mempelajari luar angkasa.

“Kita cita-citanya beda sih. Aku (Putri) pengen jadi artis, terkenal. Kalau aku (Dewi) pengen jadi saintis, belajar tentang benda-benda langit kayak meteor,” ungkap mereka.

Namun, sang ayah, Iwan (44), menjelaskan bahwa tetap ada tantangan yang dialami. Walaupun si kembar aktif dan semangat, ia masih harus menyesuaikan kebutuhan anaknya yang berbeda, baik dari segi makanan, aktivitas, maupun kondisi kesehatan.

“Terkadang mereka juga merasa sedih dengan keadaan yang dialami. Tapi saya selalu bilang, mereka itu spesial. Tuhan kasih mereka kelebihan, bukan hanya kekurangan,” ujar Iwan.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Keluarga Jadi Kekuatan Suksesnya Pembudidaya Ikan Nila Lestari di Manganitu

4 September 2026 - 05:10 WITA

Baru Berusia 11 Tahun, Mikhayla Shanum Caya Jadi Kontingen Indonesia Termuda Asian Games 2026, Targetkan Medali

1 September 2026 - 05:19 WITA

SSB Kolonal Jadi Ruang 60 Anak Solok Selatan Kejar Mimpi Jadi Pesepakbola

28 Agustus 2026 - 04:51 WITA

Ribuan Penari Muda dalam Tari Kolosal

25 Agustus 2026 - 07:19 WITA

Rahayu Saraswati Sebut PIK Berpotensi Jadi Lokasi Marathon Internasional

23 Agustus 2026 - 05:51 WITA

Trending di Serba Serbi