Menu

Mode Gelap
Polemik Tutup-Buka Penyeberangan Perintis di NTT Prajurit Batalyon Hanud 11 Pasgat Laksanakan Lintas Medan Tingkatkan Ketangkasan dan Jiwa Korsa BMKG Ungkap Daftar 17 Wilayah Indonesia Berpotensi Hujan Hari Ini Begini Keseruan Ratusan Siswa SD Main Permainan Tradisional Heboh Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK Setelah Nobar Piala Dunia Aksi Pemulung Ikut Tambal Jalan Rusak di Padang, Warga Mengaku Sudah Dua Wali Kota Tanpa Perbaikan

Serba Serbi

Semangat Kembar Siam Dewi-Putri asal Garut, Buktikan Tak Ada Batasan Meski Tubuh Menyatu

badge-check


					Semangat Kembar Siam Dewi-Putri asal Garut, Buktikan Tak Ada Batasan Meski Tubuh Menyatu Perbesar

Al Dewi Putri Ningsih dan Al Putri Anugrah (12), kembar siam asal Garut, Jawa Barat, menjalani hidup dengan penuh semangat. Terlahir dengan kondisi tubuh menyatu dari perut hingga ke bawah, keduanya tetap bersekolah, bermain, dan menekuni berbagai hobi seperti anak-anak lainnya.

Saat ditemui detikcom, Rabu (1/10/2025), Dewi dan Putri mengaku tak ingin kondisi fisiknya membatasi semangat mereka. Keduanya masih bisa beraktivitas seperti biasa, mulai dari belajar di sekolah hingga bermain dengan teman sebaya.

“Aku sekolah dianterin ayah, ngerjain tugas bareng-bareng, terus main sama temen-temen juga,” kata Putri.

Selain aktif di sekolah, Dewi dan Putri juga memiliki berbagai hobi. Mereka gemar bermain badminton, bernyanyi, hingga melukis.

“Main badminton aku suka banget, nyanyi juga, banyak deh hobi kita,” tambah Dewi.

Menariknya, meski selalu bersama, keduanya punya cita-cita berbeda. Putri bercita-cita menjadi artis seperti idolanya, sementara Dewi ingin menjadi ilmuwan untuk mempelajari luar angkasa.

“Kita cita-citanya beda sih. Aku (Putri) pengen jadi artis, terkenal. Kalau aku (Dewi) pengen jadi saintis, belajar tentang benda-benda langit kayak meteor,” ungkap mereka.

Namun, sang ayah, Iwan (44), menjelaskan bahwa tetap ada tantangan yang dialami. Walaupun si kembar aktif dan semangat, ia masih harus menyesuaikan kebutuhan anaknya yang berbeda, baik dari segi makanan, aktivitas, maupun kondisi kesehatan.

“Terkadang mereka juga merasa sedih dengan keadaan yang dialami. Tapi saya selalu bilang, mereka itu spesial. Tuhan kasih mereka kelebihan, bukan hanya kekurangan,” ujar Iwan.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Begini Keseruan Ratusan Siswa SD Main Permainan Tradisional

22 Juli 2026 - 07:43 WITA

JARR Milik Haji Isam Akui Beli CPO Sitaan Kejaksaan Agung

20 Juli 2026 - 06:27 WITA

Kurangi Ketergantungan Gawai, KKN Unhas Edukasi Siswa SD Permainan Tradisional di Bone

19 Juli 2026 - 06:10 WITA

Pembangunan Tahap II IKN Terus Berjalan, Otorita IKN Lakukan Evaluasi Berkala

17 Juli 2026 - 06:02 WITA

Wimbledon Jadi Bekal Berharga Petenis Muda Indonesia Ethan Jake Frans

14 Juli 2026 - 06:44 WITA

Trending di Serba Serbi