Menu

Mode Gelap
Hashim: Indonesia Dapat 150 Juta Barel Minyak APH Diminta Segera Mengusut Tuntas Terkait Dugaan Penerbitan Memo Siluman untuk Kontrak Kuota Angkutan Batubara Paus Leo XIV Kunjungi Guinea Khatulistiwa, Serukan Perdamaian Dunia Delapan ASN Kemenaker terbukti peras 20 perusahaan izin TKA Rp130 M MPR: Komitmen bersama dibutuhkan demi wujudkan semangat Kartini Residivis Bandar Narkoba di Pangkalpinang Ditangkap, Polisi Sita 2 Kg Sabu

Serba Serbi

Dari Gubug Petani ke Panggung Nasional: Kisah Inspiratif Alamsantri Ngraseh

badge-check


					Dari Gubug Petani ke Panggung Nasional: Kisah Inspiratif Alamsantri Ngraseh Perbesar

Tinggal di desa tidak membatasi kreativitas. Justru, dengan menggali potensi lokal, lahir gagasan yang membawa manfaat luas. Hal inilah yang dilakukan Tadzkhirotul A’la (28), pemuda Desa Ngraseh, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, yang berhasil menginisiasi lahirnya komunitas Alamsantri.

Berkat inisiatif tersebut, ia meraih Juara 3 Pemuda Pelopor Desa Tingkat Nasional pada bidang sosial kemasyarakatan.

Menurut A’la, Alamsantri berawal dari sebuah gubug kecil di tengah hutan jati yang biasa menjadi tempat petani beristirahat setelah bekerja di sawah. Dari obrolan sederhana di gubug itulah muncul ide membangun ruang sosial yang memadukan kreativitas, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat.

“Alamsantri berdiri sejak 2022. Ia hadir sebagai ruang kolaborasi sosial masyarakat, dipelopori bersama warga sekitar dengan pendekatan jagongan dan warung kopi,” jelasnya, Kamis (11/9/2025).

Seiring perjalanan, Alamsantri berkembang menjadi pusat aktivitas warga. Berbagai eksperimen dilakukan, mulai dari pertanian dan peternakan, edukasi anak, hingga layanan outbound bertema kehidupan petani. Komunitas ini juga melahirkan produk UMKM, salah satunya teh peppermin dari lahan percobaan, serta mengembangkan budidaya tanaman buah dalam pot.

“Tujuan Alamsantri adalah sebagai wadah sosial yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dampaknya terlihat dari bidang pertanian, peternakan, edukasi, sekaligus membuka peluang ekonomi,” tambahnya.

Selain itu, Alamsantri juga menghadirkan program literasi untuk anak-anak, mengajak mereka bermain di alam sekaligus mengurangi ketergantungan pada gawai.

“Anak-anak punya ruang bermain yang alami, sehingga tidak terlalu bergantung pada gadget,” kata A’la.

Kehadiran Alamsantri membawa dampak sosial yang signifikan. Budaya gotong royong kembali hidup, kolaborasi antargenerasi meningkat, dan semangat saling membantu tumbuh lebih kuat di Desa Ngraseh.

Alamsantri bukan sekadar komunitas, tetapi ruang kolaborasi yang menyatukan petani, pemuda, hingga ibu rumah tangga, menghadirkan manfaat nyata sekaligus menginspirasi desa lain untuk bergerak bersama membangun lingkungannya.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dianggap Hama di RI, Ikan Sapu-sapu Justru Kuliner Favorit Amazon

23 April 2026 - 03:29 WITA

AFC Women’s Football Day 2026 di Nusantara, Tumbuhkan Semangat Sepak Bola Putri Sejak Dini

22 April 2026 - 07:37 WITA

Modal Rp100 Ribu, 10 Ibu Rumah Tangga Ini Sekarang Produksi 600 Botol Sehari

21 April 2026 - 05:54 WITA

Panjat tebing jadikan Asian Beach Games pemanasan ke Asian Games 2026

21 April 2026 - 05:47 WITA

Pecahkan Rekor MURI, TMII Tampilkan 1.000 Penari dari 34 Provinsi

20 April 2026 - 10:18 WITA

Trending di Serba Serbi