Menu ✖

Mode Gelap
Geledah PT Djarum dan Bea Cukai Kudus, KPK Sita Dokumen hingga BBE Dasco: Semangat Sumpah Pemuda, Fondasi Hadapi Kompleksitas Global dan Regional Desy Ratnasari Kuras Emosi Perankan Ibu Hamka, Tantangan di Logat Minang Kadivhumas Polri: Kebebasan Berpendapat Dijamin Undang-Undang, Mari Jaga Keamanan Bersama APH Didesak Usut Tuntas Dugaan Penyalahgunaan Anggaran TA 2025 di DPUPRPERKIM Bartim Sekjen PBB Soroti Konflik hingga Krisis Iklim, Minta Negara Perkuat Kerja Sama

Warta Polri

Hadiri Maulid Nabi, Kapolri ajak masyarakat jaga persatuan-kesatuan

badge-check


					Hadiri Maulid Nabi, Kapolri ajak masyarakat jaga persatuan-kesatuan Perbesar

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah dinamika yang ada.

“Kita semua menyadari bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang sangat besar. Maka, menjadi tugas bersama menjaga Indonesia,” kata Listyo dalam sambutan saat menghadiri acara doa bersama dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Lapangan Presisi Polda Metro Jaya, Minggu.

Dia menjelaskan bahwa bangsa Indonesia pernah ada di masa penjajahan, di mana masyarakatnya dipecah belah. Namun, dengan semangat perjuangan, kemerdekaan bisa diraih dan bangsa ini menjadi satu kesatuan.

“Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku, agama, bangsa, adat istiadat, ini menjadi satu kekuatan yang terus bersatu untuk bersama-sama menjaga dan terus merawat negara kesatuan kita yang tercinta, Republik Indonesia,” ujarnya.

Menurut Kapolri, merawat kemerdekaan yang sudah diraih adalah tugas bersama. Dengan begitu, Indonesia benar-benar menjadi negara merdeka, berdaulat, dan negara yang rakyatnya bisa sejahtera.

Listyo tak memungkiri bahwa saat ini adalah masa-masa krusial bangsa Indonesia di mana akan ada bonus demografi. Jika ini dimanfaatkan, maka Indonesia akan semakin dekat untuk menjadi negara maju.

“Karena kita lengah, kita disusupi, kita dipecah, akhirnya kita gagal menjadi negara maju. Tentunya itu adalah pilihan kita bersama,” kata dia.

Dalam proses menjadi negara maju ini, kata Listyo, masyarakat tidak boleh mudah terprovokasi. Meskipun keberagaman yang dimiliki Indonesia sangat banyak, namun persatuan dan kesatuan adalah yang utama.

Polri akan selalu berkomitmen di garda terdepan menjaga persatuan dan kesatuan serta kondusivitas di masyarakat karena dengan persatuan dan kesatuan, pembangunan di Indonesia bisa dilaksanakan.

“Dengan situasi kamtibmas yang kondusif, maka pertumbuhan ekonomi bisa dilaksanakan. Pemerintah bisa melaksanakan tugasnya dengan baik, dan ini menjadi cita-cita kita bersama,” katanya.

Doa bersama dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini dihadiri oleh 6.316 undangan. Dalam acara tersebut turut hadir, jajaran pejabat utama Mabes Polri, pejabat utama TNI, pejabat utama Polda, tokoh agama dan masyarakat, komunitas ojek online, Kokam Muhammadiyah, Senkom, Banser NU, buruh, Laskar Merah Putih, hingga Forkopimda DKI Jakarta.

Acara ini diisi ceramah oleh Ustadz Adi Hidayat dan KH Zulfa Mustofa yang sekaligus menutup ceramahnya dengan doa bersama.

Tak hanya itu, Jenderal Sigit pun memberikan santunan kepada 400 anak yatim, yang diwakili oleh delapan orang anak yatim dalam penyerahan secara simbolis.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kadivhumas Polri: Kebebasan Berpendapat Dijamin Undang-Undang, Mari Jaga Keamanan Bersama

29 Oktober 2026 - 05:18 WITA

Tak Sekadar Jaga Keamanan, Polri Ajak Pelajar Peduli Pendidikan dan Lingkungan

27 Oktober 2026 - 05:18 WITA

Operasi Patuh 2026 Dimulai, Korlantas Polri Utamakan Edukasi dan Keselamatan

26 Oktober 2026 - 05:50 WITA

Kapolri Bongkar Lab Narkoba 1,2 Ton di Aceh, Terbesar di Indonesia

23 Oktober 2026 - 11:13 WITA

Di Universitas Indonesia, Kabaharkam Tegaskan Kepercayaan Publik Jadi Ukuran Keberhasilan Polri

22 Oktober 2026 - 02:58 WITA

Trending di Warta Polri