Menu ✖

Mode Gelap
Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang TNI AL Amankan Tugboat Pembawa Ribuan Kubik Kayu Log di Perairan Utara Pulau Buru Kisah Ibu-ibu Pemindang Ikan Kusamba, 28 Tahun Kerja Cuma Libur Nyepi-Galungan KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa DPD RI Desak Menag Perkuat Pengawasan Anak Lindungi dari Kekerasan Seksual Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

Serba Serbi

Gandeng Monash University, IKN Dibuat Tahan Banjir Seperti Australia

badge-check


					Gandeng Monash University, IKN Dibuat Tahan Banjir Seperti Australia Perbesar

Indonesia menggandeng para ahli dari Monash University, Australia, untuk merancang pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan konsep inovatif “kota tanggap air” atau sponge city.

Langkah strategis ini bertujuan menciptakan ibu kota baru yang tangguh terhadap banjir, kekeringan, dan perubahan iklim, sekaligus menghindari permasalahan yang kerap dialami Jakarta, seperti penurunan muka tanah dan kemacetan.

Kolaborasi ini dilaksanakan melalui program pelatihan yang didukung Bank Pembangunan Asia (ADB) dan pemerintah Australia.

Program tersebut menargetkan para pejabat Otorita IKN (OIKN) agar memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam perencanaan kota berkelanjutan.

Dengan begitu, infrastruktur IKN akan dirancang mampu menahan limpasan air hujan, mengelola drainase, dan meminimalkan risiko kontaminasi lingkungan.

Menurut Profesor Tony Wong dari Monash University, konsep sponge city yang lahir di Australia pada 1990-an telah terbukti efektif diterapkan di berbagai kota di dunia.

“Penerapan konsep ini telah membantu mentransformasi kota-kota di Australia dan berbagai negara lain, terutama dalam desain infrastruktur, kebijakan air, dan tata kelola,” ujar Profesor Wong, dikutip Jumat (22/08/2025).

Rancangan IKN akan mencakup elemen seperti lahan basah (wetlands), saluran air dangkal (swales), dan perkerasan berpori (porous pavement) yang mampu melakukan biofiltrasi air hujan, sekaligus mengurangi risiko banjir dan pencemaran.

Infrastruktur hijau ini memanfaatkan proses alami untuk menyerap, menampung, dan membersihkan air, sehingga lingkungan kota tetap sehat dan ramah bagi penghuninya.

Selain aspek teknis, kerja sama ini menekankan integrasi harmonis antara manusia, alam, dan lingkungan buatan.

Profesor Diego Ramírez-Lovering menegaskan bahwa perencanaan matang akan memastikan IKN siap menghadapi tantangan masa depan, baik dari sisi ekologi maupun sosial.

Program pelatihan dijadwalkan berlangsung hingga Oktober 2025, melibatkan berbagai departemen OIKN dan Kementerian Pekerjaan Umum.

Inisiatif ini menegaskan komitmen Indonesia, Australia, dan ADB dalam membangun ibu kota baru yang modern, berkelanjutan, dan berwawasan lingkungan, sekaligus menjadi model bagi pengembangan kota di masa mendatang.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

18 Oktober 2026 - 04:51 WITA

Juri Pencak Silat Dunia Apresiasi Atlet Tapak Suci SMP Muhammadiyah 2 Kroya

16 Oktober 2026 - 02:19 WITA

Panen Perdana AMA di Liagu, Petambak Masih Evaluasi Hasil Budidaya

14 Oktober 2026 - 05:47 WITA

Harga Pangan Hari Ini 12 Oktober: Beras Naik, Cabai Melonjak

12 Oktober 2026 - 05:11 WITA

Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

10 Oktober 2026 - 04:58 WITA

Trending di Serba Serbi