Menu

Mode Gelap
Anggota DPD RI Lalita beri beasiswa bagi 10 siswa Papua Hari Anak Nasional: Deretan Artis yang Sambut Kelahiran Anak di 2026 MA Tolak PK Eks Dirut Garuda Emirsyah Satar di Kasus Pengadaan Pesawat China Bermitra dengan ASEAN Prioritaskan Perdamaian, Pembangunan Hagai Pakan: Tren Kebaya Mengarah ke Ladu Padan Busana Modern Polemik Tutup-Buka Penyeberangan Perintis di NTT

Warta Nusantara

Presiden Prabowo Ingin Proses Birokrasi Diperbaiki: Jangan Terlalu Berbelit-belit

badge-check


					Presiden Prabowo Ingin Proses Birokrasi Diperbaiki: Jangan Terlalu Berbelit-belit Perbesar

Presiden Prabowo Subianto disebut belum puas terhadap penyederhanaan birokrasi pemerintah. Kepala Negara menilai proses birokrasi masih cukup berbelit-belit dan perlu diperbaiki.

“(Presiden ingin) intinya proses birokrasi jangan terlalu berbelit-belit,” kata Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (BPPIK) Aris Marsudiyantousai bertemu dengan Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 12 Agustus 2025.

Kepala Negara terus memerintahkan semua proses bisnis birokrasi yang terlalu panjang untuk dipangkas. Tujuannya, agar pelayanan kepada masyarakat dapat dilaksanakan dengan cepat dan tepat.

“Apalagi yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat. Misalnya dana desa, penyaluran pupuk, kooperasi merah putih, makan bergizi gratis, dan lain-lain,” kata Aris.

Dia menyebutkan Presiden terus memonitor dan mendorong agar dilakukan perbaikan proses birokrasi. Namun, itu juga perlu dilakukan dengan baik dan benar agar tak menyalahi aturan.

“Kita harus perbaiki proses birokrasi kita. Sesimpel-simpelnya, sepraktis-praktisnya, tapi tetap semuanya bisa dipertanggungjawabkan dan terukur,” ujar Aris.

Sebelumnya, mantan Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, mengkritisi sistem birokrasi yang berjalan di Badan Pengelola Investasi DayaAnagata Nusantara (DanantaraIndonesia). Dia menyebut sistem birokrasi yang berjalan sangat panjang dan berbelit-belit.

Hal ini disampaikan Joao Angelo merespons kucuran dana dariDanantara untuk Agrinas Pangan Nusantara. Hingga enam bulan sejak terbentuk, Agrinas Pangan Nusantara belum juga menerima kucuran dana dari Danantara.

“Kondisi pangan ini adalah keadaan yang sangat kritis yang seharusnya teman-teman Danantara dibentuk sebagai badan baru untuk mempercepat atau mempersingkat proses-proses kegiatan yang sifatnya lebih kepada bisnis, bukan lagi menjadi birokrasi-birokrasi yang membangun satu birokrasi yang sangat panjang, berbelit belit, dan hampir tidak mungkin kita wujudkan,” ujar Joao Angelo dalam keterangannya, Senin, 11 Agustus 2025.

Dia menyesalkan sistem birokrasi yang berjalan di lembaga yang dipimpin Rosan Roeslani itu. “Itulah birokrasi-birokrasi yang masih tetap dipertahankan dan dipraktikkan diDanantara, sehingga sampai hari ini pun kita masih dimintakan lagi fs (feasibility study/analisis studi), yang mungkin ini sudah ketiga atau keempat kami serahkan,” kata dia.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

BMKG Ungkap Daftar 17 Wilayah Indonesia Berpotensi Hujan Hari Ini

22 Juli 2026 - 07:44 WITA

Presiden Prabowo: Anggaran Pertahanan dan Polri Bila Perlu Dikurangi untuk Hapus Kemiskinan

18 Juli 2026 - 23:47 WITA

Presiden Prabowo: LNG Abadi Masela Jadi Tonggak Kemandirian Energi dan Mesin Baru Kemakmuran Rakyat

17 Juli 2026 - 06:07 WITA

Yusril: Pemerintah Tunggu DPR Selesai Susun RUU Perampasan Aset

15 Juli 2026 - 05:37 WITA

Prabowo Minta Militer, Polisi, Jaksa Introspeksi: Bintangmu Uang Rakyat

11 Juli 2026 - 05:40 WITA

Trending di Warta Nusantara