Menu

Mode Gelap
Presiden Putin: Indonesia Mitra Paling Kunci bagi Rusia di Kawasan Asia Pasifik 12 Pasang Atlet TNI AU Siap Berjuang, Kobarkan Semangat Prestasi di Piala Panglima TNI 2026 Keluarga Jadi Kekuatan Suksesnya Pembudidaya Ikan Nila Lestari di Manganitu Presiden Prabowo Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF ke-11 di Vladivostok Sherina Munaf Turun Tangan Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan Kisah Desa di Pekalongan yang Berdamai dengan Satwa Liar, Punya Aturan Larangan Berburu

Warta Daerah

Dedi Mulyadi Siapkan 40 SMA/SMK Unggulan di Jawa Barat untuk Sekolah Maung

badge-check


					Dedi Mulyadi Siapkan 40 SMA/SMK Unggulan di Jawa Barat untuk Sekolah Maung Perbesar

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat siap meluncurkan program ‘Sekolah Maung’ mulai tahun pelajaran ini. Program tersebut digagas oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sebagai upaya mencetak generasi berprestasi dari berbagai bidang.

Dedi mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan tahap identifikasi sekolah yang akan dijadikan bagian dari program tersebut.

“Sekolah Maung nanti tahun pelajaran ini dimulai, sekarang sudah identifikasi dan nanti diberlakukan yaitu sekolah yang menampung anak-anak berprestasi,” kata Dedi di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (23/4/2026).

Menurut dia, konsep Sekolah Maung tidak hanya berfokus pada capaian akademik. Siswa dengan prestasi non-akademik seperti olahraga, seni, hingga industri kreatif juga akan mendapat tempat.

“Dua hal ya, prestasi akademik dan prestasi non-akademik, jadi di Sekolah Maung nanti bukan hanya yang akademiknya baik, tetapi yang berprestasi di bidang olahraga, di bidang seni, industri kreatif tetap sekolah di situ,” ujarnya.

Ia menambahkan, nantinya akan ada pembagian kelas berbasis minat dan bakat siswa.

“Nanti kelasnya jadi kelas industri kreatif, fokusnya kelas olahraga, kelasnya kelas seni,” ucap dia.

Menariknya, Pemprov Jabar tidak akan membangun sekolah baru untuk program ini. Sekolah Maung akan memanfaatkan sekolah-sekolah unggulan yang sudah ada di tiap daerah.

“Enggak dibangun, kami mengupdate sekolah-sekolah yang dulu menjadi unggulan, misalnya gini, (di) Bandung (ada) SMAN 3, Subang SMAN 1 misalnya, kan selalu setiap kabupaten ada sekolah favorit,” jelasnya.

Sekolah-sekolah favorit tersebut nantinya akan diperkuat dengan tambahan fasilitas, mulai dari ruang kelas hingga teknologi pembelajaran, serta seleksi guru yang lebih ketat.

“Nah, sekolah favorit itu yang akan menjadi sekolah-sekolah yang diisi oleh anak-anak yang punya prestasi, semuanya punya prestasi dan kemudian nanti pasti kan ada penambahan ruang kelas, penambahan teknologi pengajaran, seleksi guru yang memadai, kan kelas menengahnya harus ada,” tuturnya.

Terkait sistem penerimaan siswa, Dedi menegaskan prosesnya tetap melalui pendaftaran dengan seleksi berbasis prestasi akademik dan non-akademik.

“Ya daftar tapi kan daftarnya berdasarkan kualifikasi pendidikan akademik dan non-akademik,” ucapnya.

Soal biaya, Sekolah Maung dipastikan gratis. Namun, Pemprov Jabar masih mengkaji kemungkinan kontribusi sukarela dari orang tua dengan kemampuan ekonomi tertentu.

“Gratis, tetapi kita nanti lagi membicarakan, misalnya begini, karena kan orangtua seringkali ada tuntutan di sekolah yang punya kualifikasi unggulan itu kan, misalnya kita lagi berpikir apakah orangtua yang berpenghasilan di atas 10 juta yang anak-anaknya sekolah di situ, boleh tidak kalau berkontribusi,” ungkapnya.

Dedi memastikan skema tersebut masih dalam kajian agar tidak melanggar aturan yang berlaku.

“Nah nanti itu kita sedang pelajari dan kita komunikasikan tidak boleh melanggar,” pungkasnya.

Total ada 27 SMA Maung, dan 13 SMK Maung, spesifik mata pelajaran itu nanti disesuaikan kebutuhan. Ini sekolah kan keunggulannya nanti akan di buat lewat kurikulumnya.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kisah Desa di Pekalongan yang Berdamai dengan Satwa Liar, Punya Aturan Larangan Berburu

3 September 2026 - 05:21 WITA

Strategi Tepat Hadapi El Nino, Petani di Luwu Utara Sukses Panen Raya

31 Agustus 2026 - 09:09 WITA

El Nino Picu Migrasi Ikan, Nelayan Kecil Hadapi Beban Ongkos Melaut

29 Agustus 2026 - 05:42 WITA

Jalan ke Kawasan Baduy Lebak Rusak, Tokoh Adat Harap Segera Diperbaiki

28 Agustus 2026 - 04:53 WITA

Update Gempa NTT: 91 Orang Meninggal, 1.286 Luka dan 161.084 Mengungsi

24 Agustus 2026 - 05:48 WITA

Trending di Warta Daerah