Menu ✖

Mode Gelap
Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang TNI AL Amankan Tugboat Pembawa Ribuan Kubik Kayu Log di Perairan Utara Pulau Buru Kisah Ibu-ibu Pemindang Ikan Kusamba, 28 Tahun Kerja Cuma Libur Nyepi-Galungan KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa DPD RI Desak Menag Perkuat Pengawasan Anak Lindungi dari Kekerasan Seksual Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

Warta Nusantara

Presiden Prabowo Ingin Proses Birokrasi Diperbaiki: Jangan Terlalu Berbelit-belit

badge-check


					Presiden Prabowo Ingin Proses Birokrasi Diperbaiki: Jangan Terlalu Berbelit-belit Perbesar

Presiden Prabowo Subianto disebut belum puas terhadap penyederhanaan birokrasi pemerintah. Kepala Negara menilai proses birokrasi masih cukup berbelit-belit dan perlu diperbaiki.

“(Presiden ingin) intinya proses birokrasi jangan terlalu berbelit-belit,” kata Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (BPPIK) Aris Marsudiyantousai bertemu dengan Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 12 Agustus 2025.

Kepala Negara terus memerintahkan semua proses bisnis birokrasi yang terlalu panjang untuk dipangkas. Tujuannya, agar pelayanan kepada masyarakat dapat dilaksanakan dengan cepat dan tepat.

“Apalagi yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat. Misalnya dana desa, penyaluran pupuk, kooperasi merah putih, makan bergizi gratis, dan lain-lain,” kata Aris.

Dia menyebutkan Presiden terus memonitor dan mendorong agar dilakukan perbaikan proses birokrasi. Namun, itu juga perlu dilakukan dengan baik dan benar agar tak menyalahi aturan.

“Kita harus perbaiki proses birokrasi kita. Sesimpel-simpelnya, sepraktis-praktisnya, tapi tetap semuanya bisa dipertanggungjawabkan dan terukur,” ujar Aris.

Sebelumnya, mantan Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, mengkritisi sistem birokrasi yang berjalan di Badan Pengelola Investasi DayaAnagata Nusantara (DanantaraIndonesia). Dia menyebut sistem birokrasi yang berjalan sangat panjang dan berbelit-belit.

Hal ini disampaikan Joao Angelo merespons kucuran dana dariDanantara untuk Agrinas Pangan Nusantara. Hingga enam bulan sejak terbentuk, Agrinas Pangan Nusantara belum juga menerima kucuran dana dari Danantara.

“Kondisi pangan ini adalah keadaan yang sangat kritis yang seharusnya teman-teman Danantara dibentuk sebagai badan baru untuk mempercepat atau mempersingkat proses-proses kegiatan yang sifatnya lebih kepada bisnis, bukan lagi menjadi birokrasi-birokrasi yang membangun satu birokrasi yang sangat panjang, berbelit belit, dan hampir tidak mungkin kita wujudkan,” ujar Joao Angelo dalam keterangannya, Senin, 11 Agustus 2025.

Dia menyesalkan sistem birokrasi yang berjalan di lembaga yang dipimpin Rosan Roeslani itu. “Itulah birokrasi-birokrasi yang masih tetap dipertahankan dan dipraktikkan diDanantara, sehingga sampai hari ini pun kita masih dimintakan lagi fs (feasibility study/analisis studi), yang mungkin ini sudah ketiga atau keempat kami serahkan,” kata dia.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang

19 Oktober 2026 - 03:01 WITA

Presiden Prabowo Instruksikan Transformasi Menyeluruh PLN, Fokus Efisiensi dan Percepat Energi Surya 100 GW

16 Oktober 2026 - 02:52 WITA

Pemerintah Intensifkan Penanganan Karhutla, Operasi Darat dan Udara Terus Dioptimalkan

14 Oktober 2026 - 07:21 WITA

Pertemuan Presiden Prabowo dan Presiden El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama

12 Oktober 2026 - 05:13 WITA

Presiden Prabowo Sambut Presiden Mesir El-Sisi dengan Upacara Kenegaraan di Istana Merdeka

11 Oktober 2026 - 07:29 WITA

Trending di Warta Nusantara