Menu

Mode Gelap
Wamen Imipas Silmy Karim dan 7 Pejabat Imigrasi Ditahan KPK Kodaeral IX-Wanadri ekspedisi selam di Pulau Buru jaga ekosistem laut Titi DJ Buka Suara Usai Sebut Ada yang Lebih Bagus Nyanyikan ‘Sang Dewi’ dari Lyodra Puskesmas Tebing Tinggi Hadirkan Inovasi Cegah Penyakit Menular 3 Eks Pimpinan Lembaga BGN Ditetapkan Jadi Tersangka Terkait Perkara Penyimpangan Tata Kelola MBG Dari Ruang Kelas SMPN 111 Jakarta, Cita-Cita Besar Menggema di Hadapan Presiden Prabowo

Warta Internasional

100.000 Orang Dievakuasi Jelang Badai Topan, 200 Penerbangan Batal

badge-check


					100.000 Orang Dievakuasi Jelang Badai Topan, 200 Penerbangan Batal Perbesar

Filipina mengevakuasi lebih dari 100.000 penduduk di wilayah timur dan utara karena Topan Fung-wong pada Minggu menguat menjadi topan super. Topan ini akan memicu hujan deras, angin kencang yang merusak, dan gelombang badai.

Beberapa gambar yang dibagikan oleh Penjaga Pantai Filipina di Camarines Sur menunjukkan para pengungsi membawa tas dan barang-barang pribadi saat mereka berpindah dari perahu penumpang yang panjang dan sempit ke truk yang menunggu selama operasi evakuasi preemptif.

Menurut laporan Reuters, sinyal peringatan badai telah dikibarkan di sebagian besar wilayah Filipina. Adapun sinyal peringatan tertinggi, Sinyal 5, dikibarkan di wilayah tenggara Luzon, termasuk Catanduanes dan wilayah pesisir Camarines Norte dan Camarines Sur. Sementara Metro Manila dan sekitarnya berada di status Sinyal No. 3.

Dengan kecepatan angin berkelanjutan 185 km/jam (115 mph) dan hembusan hingga 230 km/jam, Topan Super Fung-wong, yang dikenal masyarakat setempat sebagai Uwan, diperkirakan akan mendarat di Provinsi Aurora di Luzon tengah paling cepat Minggu malam.

Sebagian wilayah Visayas Timur sudah mengalami pemadaman listrik.

Lebih dari 300 penerbangan domestik dan internasional telah dibatalkan, menurut regulator penerbangan sipil.

Sebuah video yang dibagikan oleh ABS-CBN News di X menunjukkan kondisi badai di Provinsi Catanduanes. Langit mendung, dahan-dahan pohon bergoyang kencang tertiup angin, dan hujan deras tampak turun dan mengguyur wilayah tersebut, intensitasnya dapat terdengar.

Topan Fung-wong mendekati Filipina hanya beberapa hari setelah negara itu dihantam Topan Kalmaegi, yang menewaskan 204 orang dan meninggalkan jejak kehancuran sebelum menghantam Vietnam, merenggut lima nyawa lagi dan menghancurkan masyarakat pesisir.

Di desa nelayan Vung Cheo di Vietnam tengah, kapal-kapal penangkap ikan terlihat teronggok di sepanjang jalan utama pada hari Sabtu, tempat ratusan tambak lobster tersapu atau rusak.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

IOM serukan penguatan koordinasi lintas batas tekan wabah Ebola

3 Juni 2026 - 06:30 WITA

Gema Takbir di Paris, Diaspora Indonesia Rasakan Kehangatan Iduladha Bersama Presiden Prabowo

27 Mei 2026 - 13:37 WITA

Tambang Emas Longsor Kubur Penambang Hidup-Hidup, 28 Tewas

26 Mei 2026 - 03:12 WITA

9 WNI Jalani Pemeriksaan Kesehatan di Turki Sebelum Pulang ke RI

23 Mei 2026 - 08:58 WITA

Kemlu Kecam Penculikan Relawan & Jurnalis Indonesia oleh Israel

19 Mei 2026 - 02:23 WITA

Trending di Warta Internasional