Menu

Mode Gelap
Lima Sila Pancasila Jadi Filosofi Pembangunan Gedung Mahkamah Agung di IKN Anggaran Kementerian di Kanwil Kemenag Kalteng dan Universitas Palangkaraya Terindikasi Dikorupsi Dari Tambling, Titiek Soeharto Dorong Kolaborasi Sains dan Alam untuk Konservasi Masa Depan Mutasi Polri Agustus 2026, Kapolda dan Wakapoda Sulut serta Sejumlah Pejabat Utama Pindah Tugas hingga Promosi Jabatan Baru Berusia 11 Tahun, Mikhayla Shanum Caya Jadi Kontingen Indonesia Termuda Asian Games 2026, Targetkan Medali Kejagung Tampilkan Uang Sitaan Rp401 Miliar Kasus Nikel PT CNI

Warta Utama

Zakat Maal Keluarga dr Hakim Pohan ke BMH Bahagiakan Anak Pemulung di TPQ Kusuma

badge-check


					Zakat Maal Keluarga dr Hakim Pohan ke BMH Bahagiakan Anak Pemulung di TPQ Kusuma Perbesar

Sore itu, menjelang akhir Ramadhan, suasana di TPQ Kusuma terasa berbeda. Langkah kaki anak-anak yang biasa datang untuk mengaji tampak lebih cepat, seolah ada sesuatu yang dinanti. Di tempat sederhana tempat mereka belajar Al-Qur’an, sebuah pertemuan hangat pun berlangsung, 19 Maret 2026.

Keluarga besar dr Hakim Pohan hadir langsung menyapa anak-anak pemulung yang selama ini menjadikan TPQ sebagai ruang belajar sekaligus tempat bertumbuh. Kehadiran mereka bukan sekadar kunjungan, tetapi membawa amanah zakat maal yang disalurkan bersama BMH.

Satu per satu anak berkumpul. Wajah-wajah polos itu memancarkan rasa ingin tahu, lalu perlahan berubah menjadi senyum saat kegiatan dimulai.

Perwakilan keluarga, dr Nursarah Nilamanda Pohan, menyampaikan maksud kedatangan mereka.

“Kami datang untuk bersilaturahmi dan menyalurkan zakat maal. Sekaligus memohon doa agar Allah memberikan kemudahan atas perjuangan anak-anak kami,” ungkapnya.

Saling Menguatkan

Permohonan doa itu menghadirkan suasana yang lebih dalam. Pertemuan ini bukan hanya tentang memberi, tetapi juga tentang saling menguatkan dalam perjalanan hidup yang berbeda, namun dipertemukan dalam satu ikatan kepedulian.

Anak-anak menyambut dengan antusias. Alif, siswa kelas VI SD, mengungkapkan kebahagiaannya dengan sederhana.

“Senang bisa kumpul. Semoga Allah berkahi,” ucapnya.

Kegiatan pun berlanjut dengan pembagian zakat maal. Namun kebahagiaan tidak berhenti di situ. Boneka, makanan, dan donat dibagikan, menghadirkan kegembiraan yang begitu nyata. Tawa kecil pecah, tangan-tangan mungil menggenggam hadiah dengan penuh rasa syukur.

Momen itu berjalan sederhana, tetapi sarat makna. Di tengah keterbatasan yang mereka hadapi setiap hari, perhatian yang hadir langsung menjadi sesuatu yang sangat berharga.

Peristiwa ini menunjukkan bahwa zakat tidak hanya berfungsi sebagai bantuan ekonomi. Ketika disampaikan dengan sentuhan kemanusiaan, ia mampu menghadirkan kedekatan, menguatkan rasa dihargai, dan menumbuhkan harapan.

Menjelang Ramadhan berakhir, pertemuan di TPQ Kusuma menjadi pengingat yang kuat. Bahwa kebaikan yang datang dengan kehadiran, sapaan, dan kepedulian, akan meninggalkan jejak yang jauh lebih dalam daripada sekadar bantuan yang diterima.

Red~ IKN

Source: bmh.or.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Desil dan Dilema Bantuan Sosial: Ketika Data Tak Sesuai Kondisi Warga

26 Agustus 2026 - 05:54 WITA

Presiden Prabowo: Tingkatkan Layanan Dasar bagi Rakyat dari Puskesmas hingga Sekolah, Tak Boleh Ada Anak Belajar dalam Keadaan Lapar

14 Agustus 2026 - 11:13 WITA

Kisah Munawi di Lereng Bromo, Merangkak di Tebing dan Mengejar Api hingga Larut Malam

8 Agustus 2026 - 12:10 WITA

Dari Mimpi Gaji Puluhan Juta ke Neraka Scam, Kisah Pekerja Migran di Sumut Jadi Korban TPPO

5 Agustus 2026 - 04:18 WITA

Akad Massal 62.000 KPR, Presiden Prabowo Pastikan Pemerintah Terus Hadirkan Hasil Nyata bagi Rakyat

31 Juli 2026 - 05:21 WITA

Trending di Warta Utama