Menu

Mode Gelap
Presiden Prabowo Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF ke-11 di Vladivostok Sherina Munaf Turun Tangan Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan Kisah Desa di Pekalongan yang Berdamai dengan Satwa Liar, Punya Aturan Larangan Berburu Lima Sila Pancasila Jadi Filosofi Pembangunan Gedung Mahkamah Agung di IKN Anggaran Kementerian di Kanwil Kemenag Kalteng dan Universitas Palangkaraya Terindikasi Dikorupsi Dari Tambling, Titiek Soeharto Dorong Kolaborasi Sains dan Alam untuk Konservasi Masa Depan

Warta Nusantara

Yusril Ihza Mahendra Sebut Mahfud MD dan Jimly Asshiddiqie Masuk Tim Reformasi Polri

badge-check


					Yusril Ihza Mahendra Sebut Mahfud MD dan Jimly Asshiddiqie Masuk Tim Reformasi Polri Perbesar

Pemerintah memasuki tahap krusial dalam upaya memperkuat institusi kepolisian Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, mengungkapkan rencana Presiden Prabowo Subianto merekrut dua tokoh ahli hukum kenegaraan ternama, Mahfud MD dan Jimly Asshiddiqie, untuk bergabung dalam Komite Reformasi Polri.

Pengumuman resmi anggota tim ini dijadwalkan berlangsung pertengahan Oktober 2025, bersamaan dengan kunjungan kerja Presiden ke sejumlah negara.

Dalam pernyataan resminya, Yusril menekankan komitmen pemerintahan baru dalam merevitalisasi Polri melalui pendekatan berbasis keahlian hukum tata negara. “Beliau (Prabowo) bilang ‘Prof nanti ada di situ dan akan diajak juga para pakar di bidang hukum Tata Negara’,” ujar Yusril, merujuk pada arahan langsung dari Presiden Prabowo.

Yusril sendiri akan turut serta dalam komite tersebut, yang bertujuan menyusun rekomendasi reformasi struktural dan operasional bagi Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Bocoran ini menjadi sorotan karena melibatkan figur-figur berpengalaman di ranah peradilan konstitusi. Dua nama yang disebutkan adalah Mahfud MD dan Jimly Asshiddiqie, keduanya mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) yang dikenal dengan kontribusi mendalamnya dalam penguatan supremasi hukum di Indonesia.

Lebih lanjut, Yusril mengungkapkan bahwa daftar anggota komite sudah mulai dibahas secara internal. “Sejumlah nama sudah digadang-gadang menjadi anggotanya. Pak Mahfud, Pak Jimly, dan lain-lain begitu,” tambahnya, menandakan bahwa proses seleksi masih terbuka untuk tokoh-tokoh lain yang relevan.

Latar Belakang Komite Reformasi Polri

Pembentukan Komite Reformasi Polri merupakan bagian dari agenda prioritas pemerintahan Prabowo-Gibran untuk meningkatkan profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas Polri.

Isu reformasi ini sering kali menjadi sorotan publik, terutama terkait penanganan kasus-kasus sensitif dan adaptasi terhadap perkembangan teknologi serta tuntutan hak asasi manusia.

Dengan kehadiran pakar seperti Mahfud MD yang juga pernah menjabat sebagai Menko Polhukam dan Jimly Asshiddiqie, komite diharapkan menghasilkan rekomendasi yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.

Hingga kini, detail tugas spesifik bagi Mahfud MD dan Jimly belum diungkap secara rinci. Namun, keikutsertaan mereka diproyeksikan memperkaya diskusi mengenai penegakan hukum yang adil dan modern.

Pengumuman resmi yang tertunda akibat agenda internasional Presiden Prabowo ini juga menunjukkan pendekatan hati-hati pemerintah dalam memastikan komposisi tim yang optimal.

Pakar hukum independen menyambut baik inisiatif ini, dengan harapan reformasi Polri tidak hanya sebatas wacana, tetapi benar-benar membawa perubahan nyata bagi masyarakat.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Anggaran Kementerian di Kanwil Kemenag Kalteng dan Universitas Palangkaraya Terindikasi Dikorupsi

2 September 2026 - 04:33 WITA

Rangkuman Kunjungan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto 26,27-28 Agustus 2026

29 Agustus 2026 - 11:17 WITA

Presiden Prabowo: Bagaimana Kita Punya Ratusan Helikopter kalau Tak Ada Uang? Korupsi Harus Diperangi

26 Agustus 2026 - 06:00 WITA

Presiden Prabowo Susuri Lahan Terbakar di Kubu Raya, Pastikan Penanganan Karhutla Berjalan Optimal

22 Agustus 2026 - 11:45 WITA

Fatimah Az-Zahra Sosok Kartini Masa Kini

20 Agustus 2026 - 15:02 WITA

Trending di Warta Nusantara