InJourney Destination Management (IDM) menebar diskon tiket masuk sebesar 81% bagi pengunjung berkostum merah putih di Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Keraton Ratu Boko pada puncak peringatan HUT ke-81 RI, Senin (17/8/2026).
Program bertajuk Promo Geden Kemerdekaan ini menjadi siasat perusahaan pelat merah tersebut untuk memacu tingkat kunjungan wisatawan sekaligus merayakan Hari Kemerdekaan.

“InJourney Destination Management mengajak masyarakat memaknai kemerdekaan tidak hanya sebagai perayaan seremonial, tetapi juga sebagai momentum untuk semakin mencintai warisan budaya bangsa serta memperkuat rasa bangga terhadap identitas Indonesia,” jelas Direktur Utama InJourney Destination Management Febrina Intan melalui siaran persnya, Senin (10/8/2026).
Pengelola menyulap ketiga kawasan warisan budaya dunia tersebut dengan pernak-pernik kebangsaan yang kental. Instalasi anyaman bambu berslogan 81 Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur disebar di berbagai titik strategis.
Seluruh petugas garda depan di lapangan juga diwajibkan memakai busana tradisional. Petugas perempuan akan mengenakan kebaya atau lurik, sedangkan petugas laki-laki memakai beskap, lurik, maupun batik bernuansa merah putih yang dilengkapi sematan pin khusus.
Selain menonjolkan arsitektur sejarah, IDM turut membidik segmen penggemar gaya hidup sehat melalui payung program Move at The Temple. Di kawasan Candi Prambanan, wisatawan dapat mengikuti sesi Independence Day Sunset Yoga pada Sabtu (15/8/2026) sore dengan latar belakang matahari terbenam. Sehari berselang, kompleks Keraton Ratu Boko menggelar aktivitas yoga pagi pada Minggu (16/8/2026) guna menyambut kemerdekaan.
Ekspansi pariwisata kebugaran ini dipastikan berlanjut di Candi Borobudur melalui ajang Road to Borobudur Marathon pada 30 Agustus 2026 mendatang.
Khusus di Keraton Ratu Boko, IDM merancang program eksklusif bertajuk Ratu Boko Sunset: Sandyakala Prabu Boko. Pengunjung akan disuguhkan narasi sejarah kuno yang berpadu dengan lanskap senja. Sementara itu, kemeriahan perayaan fisik diwujudkan lewat Lomba Merdeka yang bertujuan menghidupkan kembali nyala gotong royong warga.
Berbagai perlombaan tradisional khas perayaan Agustus akan memadati kawasan destinasi sejarah tersebut. Terdapat enam permainan yang disiapkan oleh pihak penyelenggara, yaitu: 1. Lomba merakit candi. 2. Panjat pinang dan tarik tambang. 3. Balap kelereng dan balap karung. 4. Makan kerupuk. 5. Lomba bakiak dan enggrang. 6. Bobol botol.
Lomba Merdeka ini menyasar keterlibatan langsung dari masyarakat sekitar demi memutar roda interaksi sosial di kawasan wisata. Agenda tersebut melibatkan kelompok ibu-ibu anggota PKK Desa Bokoharjo di area Prambanan, barisan pedagang di Kampung Seni Borobudur, hingga para wisatawan domestik maupun mancanegara yang sedang berkunjung.
Perusahaan turut meluncurkan aktivitas promosi digital melalui Photo Challenge bagi para pengunjung. Wisatawan didorong untuk mengunggah momen terbaik mereka menggunakan tagar khusus sebagai manuver untuk memperluas promosi destinasi heritage Indonesia secara organik di media sosial.
“Ini adalah bukti nyata bahwa bangsa ini lahir dari jiwa yang berdaulat, tatanan yang adil, dan peradaban yang makmur. Di Hari Kemerdekaan ini, mari kembali menyalakan optimisme. Karena kehebatan masa depan Indonesia ada di dalam DNA kita,” papar Febrina.
Meskipun fokus perayaan lebih banyak membedah keindahan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, IDM tetap menyelenggarakan Pesta Rakyat Kemerdekaan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta. Acara berskala besar yang digelar dari Sabtu (15/8/2026) hingga Senin (17/8/2026) itu dimeriahkan oleh parade budaya kolaboratif, pertunjukan kesenian daerah, hingga kompetisi ketangkasan beregu.
“Kami ingin menghadirkan pengalaman kemerdekaan yang lebih bermakna. Tidak hanya menikmati keindahan destinasi, tetapi juga menghidupkan semangat gotong royong, kebersamaan, olahraga, kreativitas, hingga peningkatan kapasitas masyarakat. Seluruh rangkaian ini merupakan wujud komitmen InJourney Destination Management dalam menghadirkan destinasi yang hidup, inklusif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” pungkas Febrina.
****









