Menu ✖

Mode Gelap
Dua Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo, Investasi Rp3.923,2 Triliun Serap 5,48 Juta Tenaga Kerja Juan Azmi Bawa Film Laga Indonesia Menembus Panggung Dunia Panen Raya UNESA 2026: 60 Ribu Ekor Ayam Dibagikan, Dosen dan Tenaga Kependidikan Rasakan Manfaatnya Satu Tahun di Afrika Tengah, 140 Personel FPU 7 Raih Penghargaan atas Misi Perdamaian Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang TNI AL Amankan Tugboat Pembawa Ribuan Kubik Kayu Log di Perairan Utara Pulau Buru

Warta Polri

Satu Tahun di Afrika Tengah, 140 Personel FPU 7 Raih Penghargaan atas Misi Perdamaian

badge-check


					Satu Tahun di Afrika Tengah, 140 Personel FPU 7 Raih Penghargaan atas Misi Perdamaian Perbesar

Jakarta, infokatulistiwanews.com – Sebanyak 140 personel Satuan Polisi Bentukan (Formed Police Unit/FPU) 7 dalam Misi Stabilisasi Terpadu Multidimensi PBB di Republik Afrika Tengah (MINUSCA) berhasil menuntaskan penugasan selama satu tahun tanpa insiden berarti.

Selama bertugas di negara yang masih menghadapi konflik tersebut, para personel Polri dituntut menjaga kewaspadaan, menghadapi cuaca ekstrem, hingga mengamankan tahapan pemilihan umum yang diwarnai peningkatan ketegangan politik.

Kepala Satgas FPU 7 MINUSCA Kombes Pol. Norhayat mengatakan, situasi keamanan menjadi salah satu tantangan utama selama menjalankan misi perdamaian. Seluruh personel harus selalu siap menghadapi berbagai kemungkinan di wilayah penugasan.

“Ya pastinya, ya. Karena kita berada di sana, tantangan terutama terkait dengan situasi keamanan, namanya juga daerah konflik, pasti kita tetap harus waspada. Kita harus siap untuk menghadapi segala sesuatu yang terjadi, tapi alhamdulillah selama 1 tahun tidak ada insiden yang berarti, ya. Semua bisa kita lewati,” katanya.

Selain ancaman keamanan, kondisi cuaca yang berbeda dengan Indonesia turut menguji kesiapan personel. Norhayat mengungkapkan, hujan badai dan cuaca ekstrem menjadi tantangan yang cukup terasa selama bertugas di Afrika Tengah.

“Tantangan tentunya karena kita pergi jauh ke Afrika dan cuaca semuanya berbeda. Di sana sering kita menghadapi cuaca yang ekstrem seperti hujan badai. Itu paling tantangan yang sangat terasa,” ujarnya.

Tantangan lainnya muncul saat satgas menjalankan tugas pengamanan tahapan pemilihan umum. Peningkatan tensi politik di wilayah yang masih menghadapi konflik menuntut personel tetap profesional dan berpegang pada mandat misi, terutama dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat sipil.

“Pemilu sepertinya kalau pemilu tidak jauh berbeda dengan di kita juga, ya. Namanya pemilu pasti tensi politik meningkat, apalagi daerah konflik. Kita melaksanakan tugas sesuai dengan yang diamanatkan kepada kita saja, sesuai dengan mandat (perlindungan masyarakat sipil, red.),” jelasnya.

Di tengah tugas pengamanan, personel Satgas FPU 7 MINUSCA juga menjalankan kegiatan sosial untuk membangun kedekatan dengan masyarakat setempat.

Melalui kegiatan social outreach, para personel mengunjungi gereja dan sekolah untuk berinteraksi dengan warga. Mereka juga memberikan

“Kami juga melaksanakan kegiatan social outreach atau kita laksanakan bakti sosial di sana. Kami datang ke gereja, ke sekolah-sekolah untuk bersosialisasi dengan warga di sana. Kemudian, kami juga memberikan bantuan seperti tas, alat tulis kepada anak-anak Mereka senang sekali atas kehadiran kita di sana,” katanya.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun hubungan positif dengan masyarakat di wilayah penugasan. Selain menjalankan mandat perlindungan warga sipil, personel Polri berupaya menghadirkan kepedulian melalui interaksi langsung dan bantuan sosial.

Satgas FPU 7 MINUSCA merupakan kontingen Polri yang bertugas dalam misi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Republik Afrika Tengah. Sebanyak 140 personel diberangkatkan pada 10 Oktober 2025 untuk menjalankan misi selama satu tahun.

Setelah menuntaskan penugasan, seluruh personel telah kembali ke Indonesia. Atas pengabdian mereka dalam misi tersebut, Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan tanda kehormatan Satyalancana Bhakti Buana kepada anggota Satgas FPU 7 MINUSCA.

Penganugerahan itu berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 71/TK/2026 tertanggal 7 September 2026. Penyematan tanda kehormatan dilakukan oleh Wakapolri Komjen Pol. Wahyu Hadiningrat dalam upacara purna tugas di Mabes Polri, Senin (19/10/2026).

Sementara itu, tugas pemeliharaan perdamaian Polri di Republik Afrika Tengah dilanjutkan oleh Satgas FPU 8 MINUSCA yang telah ditempatkan di Bangui.

Keberhasilan Satgas FPU 7 menuntaskan misi tanpa insiden berarti menjadi bagian dari pengabdian personel Polri dalam mendukung upaya perdamaian internasional, sekaligus menjalankan perlindungan masyarakat sipil dan membangun hubungan kemanusiaan dengan warga setempat.

Red~ IKN

Tribratanews.polri.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polri Ajak Masyarakat Tingkatkan Kesadaran Digital untuk Hindari Penipuan Online

17 Oktober 2026 - 03:43 WITA

Polri Tetapkan 223 Orang dan 9 Perusahaan Sawit Tersangka Karhutla

15 Oktober 2026 - 07:18 WITA

Bareskrim Polri Buru Bandar Besar Narkoba ke Kampung Ambon dan Boncos

13 Oktober 2026 - 04:29 WITA

Polri Perkuat Pemberantasan Premanisme untuk Jaga Kepastian Hukum Dunia Usaha

10 Oktober 2026 - 05:02 WITA

Polda Sulut Ringkus Komplotan Eks Scam Kamboja, Raup Rp1 Miliar dari Love Scamming dan Investasi Bodong

8 Oktober 2026 - 05:19 WITA

Trending di Warta Polri