Hari Rabu, (27/8) kemarin personel dari Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI menggelar pemeriksaan psikologi senjata api bertempat di Gedung B3 lantai 5 Puspom TNI. Kegiatan ini dipimpin dan dilaksanakan oleh Tim Psikologi Mabes TNI.
Dilansir dari keterangan Penpuspom TNI, Kamis (28/8) tujuan dilaksanakannya pemeriksaan psikologi ini adalah untuk memastikan bahwa setiap personel yang memegang dan menggunakan senjata api memiliki kondisi psikologis yang stabil, mampu mengendalikan emosi, serta memiliki tingkat kewaspadaan dan tanggung jawab yang tinggi.

“Dengan demikian, penggunaan senjata api dapat dilakukan secara tepat, aman, dan profesional sesuai dengan aturan yang berlaku di lingkungan TNI,” tulis keterangan Puspom TNI.
Untuk diketahui, akhir-akhir ini kasus penembakan yang dilakukan oknum prajurit TNI marak terjadi. Kopral Dua (Kopda) Bazarsyah dijatuhkan hukuman mati oleh majelis hakim Pengadilan Militer Palembang setelah dinyatakan terbukti bersalah menembak tiga anggota polisi hingga tewas di lokasi judi sabung ayam di Kabupaten Way Kanan, Lampung, 17 Maret 2025.
Terbaru, tiga oknum anggota TNI menggeruduk Mapolres Kepulauan Selayar, salah satunya melepaskan tembakan sebanyak 3 kali.
Diduga ada miskomunikasi berawal dari kecelakaan di jalan raya yang melibatkan salah satu keluarga TNI dengan personel polisi.
****









