Menu

Mode Gelap
Presiden Putin: Indonesia Mitra Paling Kunci bagi Rusia di Kawasan Asia Pasifik 12 Pasang Atlet TNI AU Siap Berjuang, Kobarkan Semangat Prestasi di Piala Panglima TNI 2026 Keluarga Jadi Kekuatan Suksesnya Pembudidaya Ikan Nila Lestari di Manganitu Presiden Prabowo Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF ke-11 di Vladivostok Sherina Munaf Turun Tangan Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan Kisah Desa di Pekalongan yang Berdamai dengan Satwa Liar, Punya Aturan Larangan Berburu

Warta Daerah

Puncak Arus Balik Lebaran, Kualitas Udara Jakarta Kembali Memburuk

badge-check


					Puncak Arus Balik Lebaran, Kualitas Udara Jakarta Kembali Memburuk Perbesar

 

Puncak arus balik Lebaran membuat kualitas udara di Jakarta kembali buruk pada Minggu (29/3/2026) pagi, tidak sehat bagi kelompok sensitif.

Berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pukul 06.00 WIB, Jakarta menempati peringkat ketujuh kota dengan kualitas udara terburuk di dunia. Indeks kualitas udara (AQI) mencapai 159, dengan tingkat partikel halus (PM2,5) yang masuk kategori tidak sehat.

Kota dengan kualitas udara terburuk saat ini adalah Delhi, India (AQI 198), disusul Chiang Mai, Thailand (AQI 183), dan Dhaka, Bangladesh (AQI 174).

PM2,5 adalah partikel berukuran lebih kecil dari 2,5 mikron, terdiri dari debu, asap, dan jelaga. Paparan jangka panjang terhadap partikel ini dikaitkan dengan risiko kematian dini, terutama bagi orang dengan penyakit jantung atau paru-paru kronis.

Tips Menjaga Kesehatan Saat Kualitas Udara Buruk

Rekomendasi kesehatan untuk menghadapi kondisi ini antara lain:

Mengenakan masker saat berada di luar ruangan

Menghindari aktivitas berat di luar rumah

Menutup jendela untuk mencegah udara kotor masuk

Menggunakan alat penyaring udara di dalam ruangan

Sebelumnya, PT Jasa Marga memproyeksikan jumlah kendaraan yang kembali ke Jakarta saat puncak arus balik gelombang kedua pada 28-29 Maret 2026 mencapai 285.000 unit. Potensi penumpukan kendaraan diperkirakan tinggi pada 29 Maret, terutama jika pergerakan sebelum periode puncak cenderung landai.

Kondisi ini menunjukkan bahwa mobilitas tinggi selama arus balik Lebaran berdampak signifikan terhadap polusi udara di ibu kota. Warga disarankan tetap waspada dan memantau perkembangan kualitas udara secara rutin.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kisah Desa di Pekalongan yang Berdamai dengan Satwa Liar, Punya Aturan Larangan Berburu

3 September 2026 - 05:21 WITA

Strategi Tepat Hadapi El Nino, Petani di Luwu Utara Sukses Panen Raya

31 Agustus 2026 - 09:09 WITA

El Nino Picu Migrasi Ikan, Nelayan Kecil Hadapi Beban Ongkos Melaut

29 Agustus 2026 - 05:42 WITA

Jalan ke Kawasan Baduy Lebak Rusak, Tokoh Adat Harap Segera Diperbaiki

28 Agustus 2026 - 04:53 WITA

Update Gempa NTT: 91 Orang Meninggal, 1.286 Luka dan 161.084 Mengungsi

24 Agustus 2026 - 05:48 WITA

Trending di Warta Daerah