Menu ✖

Mode Gelap
Polisi Tahan Eks Kadis dan Eks Kabid Kominfo Sulut Terkait Dugaan Korupsi Kerja Sama Media Rp7,5 Miliar Presiden Prabowo Pimpin Sidang Kabinet Paripurna: Dua Tahun Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri Tanamkan Cinta Bahari Sejak Dini, KRI Abdul Halim Perdanakusuma-355 Sambut Kunjungan Pelajar di Nunukan Di Universitas Indonesia, Kabaharkam Tegaskan Kepercayaan Publik Jadi Ukuran Keberhasilan Polri China Minta Politikus Filipina Tak Bikin Panas Hubungan Antar Negara Kejati Sultra Tetapkan Karo Ekonomi Tersangka Korupsi Jamuan Rp4,2 Miliar

Warta Daerah

Puncak Arus Balik Lebaran, Kualitas Udara Jakarta Kembali Memburuk

badge-check


					Puncak Arus Balik Lebaran, Kualitas Udara Jakarta Kembali Memburuk Perbesar

 

Puncak arus balik Lebaran membuat kualitas udara di Jakarta kembali buruk pada Minggu (29/3/2026) pagi, tidak sehat bagi kelompok sensitif.

Berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pukul 06.00 WIB, Jakarta menempati peringkat ketujuh kota dengan kualitas udara terburuk di dunia. Indeks kualitas udara (AQI) mencapai 159, dengan tingkat partikel halus (PM2,5) yang masuk kategori tidak sehat.

Kota dengan kualitas udara terburuk saat ini adalah Delhi, India (AQI 198), disusul Chiang Mai, Thailand (AQI 183), dan Dhaka, Bangladesh (AQI 174).

PM2,5 adalah partikel berukuran lebih kecil dari 2,5 mikron, terdiri dari debu, asap, dan jelaga. Paparan jangka panjang terhadap partikel ini dikaitkan dengan risiko kematian dini, terutama bagi orang dengan penyakit jantung atau paru-paru kronis.

Tips Menjaga Kesehatan Saat Kualitas Udara Buruk

Rekomendasi kesehatan untuk menghadapi kondisi ini antara lain:

Mengenakan masker saat berada di luar ruangan

Menghindari aktivitas berat di luar rumah

Menutup jendela untuk mencegah udara kotor masuk

Menggunakan alat penyaring udara di dalam ruangan

Sebelumnya, PT Jasa Marga memproyeksikan jumlah kendaraan yang kembali ke Jakarta saat puncak arus balik gelombang kedua pada 28-29 Maret 2026 mencapai 285.000 unit. Potensi penumpukan kendaraan diperkirakan tinggi pada 29 Maret, terutama jika pergerakan sebelum periode puncak cenderung landai.

Kondisi ini menunjukkan bahwa mobilitas tinggi selama arus balik Lebaran berdampak signifikan terhadap polusi udara di ibu kota. Warga disarankan tetap waspada dan memantau perkembangan kualitas udara secara rutin.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polisi Tahan Eks Kadis dan Eks Kabid Kominfo Sulut Terkait Dugaan Korupsi Kerja Sama Media Rp7,5 Miliar

22 Oktober 2026 - 13:07 WITA

Panen Raya UNESA 2026: 60 Ribu Ekor Ayam Dibagikan, Dosen dan Tenaga Kependidikan Rasakan Manfaatnya

20 Oktober 2026 - 03:32 WITA

Jalan Rusak Parah, Warga Desa Wolokelo Swadaya Gotong Royong Lakukan Perbaikan

17 Oktober 2026 - 03:45 WITA

APH Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di Setda Barito Timur

15 Oktober 2026 - 07:15 WITA

Kebakaran Cagar Alam Gunung Lokon Tomohon Hanguskan 100 Hektare Lahan

14 Oktober 2026 - 10:25 WITA

Trending di Warta Daerah