Menu

Mode Gelap
Presiden Prabowo Teken Perpres Kesehatan, Atur Integrasi Layanan dari Pusat hingga Desa Rossa Sebut Nama Baiknya Dijadikan Ajang Cari Cuan Clickbait Lewat Link Afiliasi Kepergok ke Kedai Kopi, Napi Korupsi Dipindah ke Lapas Nusakambangan Harga BBM Pertamina Naik, Pertamax Turbo Melejit Jadi Rp19.400 Potret Gereja Pertama IKN, Ada Makna di Balik Desain Indahnya Komisi IX DPR RI Dorong Optimalisasi Program Magang untuk Kurangi Pengangguran Sarjana

Warta Polri

Polri: Budaya Kekerasan Senior-Junior Sudah Lama Diminimalisasi

badge-check


					Polri: Budaya Kekerasan Senior-Junior Sudah Lama Diminimalisasi Perbesar

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir menyatakan bahwa budaya kekerasan antara senior terhadap junior dalam pendidikan Polri telah lama diminimalisir. “Evaluasi terkait sikap perilaku yang memberi tambahan nilai-nilai kepribadian, dalam hal ini budaya-budaya kekerasan hubungan senior terhadap junior sudah lama diminimalisir bahkan dieliminir,” kata Isir di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Dalam hal ini, dia menekankan bahwa kurikulum pendidikan di lembaga pendidikan kepolisian, termasuk Akademi Kepolisian (Akpol), secara berkala dianalisis dan dievaluasi agar selaras dengan dinamika serta tantangan tugas kepolisian saat ini dan ke depan.

Menurut Isir, nilai disiplin dan penghormatan terhadap hierarki tetap diajarkan dalam pendidikan.

Namun, hal tersebut tidak dapat serta-merta dimaknai sebagai praktik militeristik. “Disiplin, hierarki, tidak selamanya hal ini adalah militer,” kata dia.

Isir menambahkan, pendidikan Polri sejak lama menekankan kultur polisi sipil yang berorientasi pada penghormatan hak asasi manusia (HAM) dan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam pendidikan pembentukan, taruna dan taruni serta calon siswa dibekali pemahaman untuk menghargai HAM dalam pelaksanaan tugas kepolisian, serta mengedepankan komunikasi yang humanis dengan masyarakat.

Selain itu, peserta didik juga didorong untuk menjunjung tinggi nilai keadilan melalui materi pembelajaran di bidang hukum. Isir menegaskan, penanaman kultur polisi sipil tersebut telah dilakukan sejak reformasi 1998, ketika peran Polri dipisahkan dari Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan saat ini terus diperkuat dalam sistem pendidikan kepolisian.

Diberitakan sebelumnya, Plt Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri Irjen Andi Rian Djajadi mengungkapkan rencana menghapus pendidikan dasar siswa Polri yang terlalu militeristik. Andi Rian menyebut, kebiasaan calon Bhayangkara yang menenteng senjata, memakai helm, dan membawa ransel berisi batu bata akan dihilangkan.

“Berencana melakukan kajian dan evaluasi terhadap pendidikan dasar Bhayangkara. Mungkin senior-senior kami merasakan pada saat kita dulu basis namanya, kita masih nenteng senjata, ransel, pakai helm. Ini sedang kami kaji, itu kita hilangkan,” ujar Andi Rian dalam rapat Komisi III DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Andi Rian mengatakan, pihaknya akan mencontoh ke luar negeri, bagaimana pendidikan dasar untuk polisi yang benar. Dia pun kembali menekankan bahwa Polri akan menghapus budaya militeristik tersebut sejak awal pendidikan seorang Bhayangkara.

“Karena ini bagian dari militeristik. Kami akan cari benchmark di negara lain bagaimana sih pendidikan dasar pembentukan seorang Bhayangkara yang benar, tidak lagi bawa senjata, bawa ransel diisi batu bata, diisi pasir. Ini upaya kami untuk hilangkan militeristik,” ujar Andi Rian.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Menko Yusril Bahas Peran Penting Polri dalam Pembangunan Negara Hukum

17 April 2026 - 05:20 WITA

Ki Bedil Ditangkap Bareskrim Polri setelah 20 Tahun Merakit dan Menjual Senpi Ilegal

13 April 2026 - 02:33 WITA

Tim Set NCB Interpol Polri Tangkap Buron Narkotika ‘The Doctor’ di Malaysia

8 April 2026 - 10:38 WITA

Polri Kaji Hapus Pendidikan Dasar yang Terlalu Militeristik, Termasuk Siswa Bawa Senjata

4 April 2026 - 06:09 WITA

Direktorat Polairud Polda Sulut Evakuasi 14 ABK KM Anaiah yang Terbakar di Perairan Maluku

31 Maret 2026 - 02:30 WITA

Trending di Warta Polri