Menu

Mode Gelap
Presiden Putin: Indonesia Mitra Paling Kunci bagi Rusia di Kawasan Asia Pasifik 12 Pasang Atlet TNI AU Siap Berjuang, Kobarkan Semangat Prestasi di Piala Panglima TNI 2026 Keluarga Jadi Kekuatan Suksesnya Pembudidaya Ikan Nila Lestari di Manganitu Presiden Prabowo Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF ke-11 di Vladivostok Sherina Munaf Turun Tangan Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan Kisah Desa di Pekalongan yang Berdamai dengan Satwa Liar, Punya Aturan Larangan Berburu

Warta Polri

Polri: Budaya Kekerasan Senior-Junior Sudah Lama Diminimalisasi

badge-check


					Polri: Budaya Kekerasan Senior-Junior Sudah Lama Diminimalisasi Perbesar

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir menyatakan bahwa budaya kekerasan antara senior terhadap junior dalam pendidikan Polri telah lama diminimalisir. “Evaluasi terkait sikap perilaku yang memberi tambahan nilai-nilai kepribadian, dalam hal ini budaya-budaya kekerasan hubungan senior terhadap junior sudah lama diminimalisir bahkan dieliminir,” kata Isir di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Dalam hal ini, dia menekankan bahwa kurikulum pendidikan di lembaga pendidikan kepolisian, termasuk Akademi Kepolisian (Akpol), secara berkala dianalisis dan dievaluasi agar selaras dengan dinamika serta tantangan tugas kepolisian saat ini dan ke depan.

Menurut Isir, nilai disiplin dan penghormatan terhadap hierarki tetap diajarkan dalam pendidikan.

Namun, hal tersebut tidak dapat serta-merta dimaknai sebagai praktik militeristik. “Disiplin, hierarki, tidak selamanya hal ini adalah militer,” kata dia.

Isir menambahkan, pendidikan Polri sejak lama menekankan kultur polisi sipil yang berorientasi pada penghormatan hak asasi manusia (HAM) dan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam pendidikan pembentukan, taruna dan taruni serta calon siswa dibekali pemahaman untuk menghargai HAM dalam pelaksanaan tugas kepolisian, serta mengedepankan komunikasi yang humanis dengan masyarakat.

Selain itu, peserta didik juga didorong untuk menjunjung tinggi nilai keadilan melalui materi pembelajaran di bidang hukum. Isir menegaskan, penanaman kultur polisi sipil tersebut telah dilakukan sejak reformasi 1998, ketika peran Polri dipisahkan dari Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan saat ini terus diperkuat dalam sistem pendidikan kepolisian.

Diberitakan sebelumnya, Plt Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri Irjen Andi Rian Djajadi mengungkapkan rencana menghapus pendidikan dasar siswa Polri yang terlalu militeristik. Andi Rian menyebut, kebiasaan calon Bhayangkara yang menenteng senjata, memakai helm, dan membawa ransel berisi batu bata akan dihilangkan.

“Berencana melakukan kajian dan evaluasi terhadap pendidikan dasar Bhayangkara. Mungkin senior-senior kami merasakan pada saat kita dulu basis namanya, kita masih nenteng senjata, ransel, pakai helm. Ini sedang kami kaji, itu kita hilangkan,” ujar Andi Rian dalam rapat Komisi III DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Andi Rian mengatakan, pihaknya akan mencontoh ke luar negeri, bagaimana pendidikan dasar untuk polisi yang benar. Dia pun kembali menekankan bahwa Polri akan menghapus budaya militeristik tersebut sejak awal pendidikan seorang Bhayangkara.

“Karena ini bagian dari militeristik. Kami akan cari benchmark di negara lain bagaimana sih pendidikan dasar pembentukan seorang Bhayangkara yang benar, tidak lagi bawa senjata, bawa ransel diisi batu bata, diisi pasir. Ini upaya kami untuk hilangkan militeristik,” ujar Andi Rian.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Mutasi Polri Agustus 2026, Kapolda dan Wakapoda Sulut serta Sejumlah Pejabat Utama Pindah Tugas hingga Promosi Jabatan

1 September 2026 - 05:21 WITA

Bareskrim Polri Jerat Bos Kasino di Batam dengan Pasal TPPU

29 Agustus 2026 - 05:41 WITA

Polri Ajak Masyarakat Cermat Sikapi Informasi di Ruang Digital

25 Agustus 2026 - 07:21 WITA

Mengenal Sosok Kombes Pol Jerrold Kumontoy, Danup Penurunan Bendera Merah Putih HUT RI ke-81 di Istana

21 Agustus 2026 - 05:34 WITA

BNN Sergap Kapal MV Ocean Porter Pengangkut 2,6 Ton Narkoba

19 Agustus 2026 - 05:11 WITA

Trending di Warta Polri