Menu ✖

Mode Gelap
Korupsi Tunjangan Rp 18,79 M, Wabup Indramayu Syaefudin Ditahan Kejati Jabar Lebihi Target di Asian Para Games 2026, Kontingen Indonesia Siap Tatap ASEAN Para Games 2027 dan Paralimpiade 2028 Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Presiden Prabowo Tegaskan Capaian Strategis: Kita Berada di Jalur yang Benar Pangdam XIII/Merdeka Tegaskan Kawal Program Nasional Budidaya Anggur Impor Buka Peluang Ekonomi Desa Pejarakan Kapolri Bongkar Lab Narkoba 1,2 Ton di Aceh, Terbesar di Indonesia

Warta Internasional

Peneliti Israel Sebut 50% Umur Manusia Sudah Ditentukan di Kandungan

badge-check


					Peneliti Israel Sebut 50% Umur Manusia Sudah Ditentukan di Kandungan Perbesar

Lamanya seseorang hidup ditentukan banyak faktor. Salah satunya yang ditemukan oleh para peneliti Israel dari Institut Sains Weizmann yakni terkait gen.

“Rentang hidup dipengaruhi banyak faktor, termasuk gaya hidup, gen, dan terpenting soal faktor kebetulan seperti organisme yang identik secara genetik dibesarkan di lingkungan yang sama tetapi meninggal dalam waktu berbeda,” kata penulis utama dan mahasiswa doktoral bidang fisika di Institut Sains Weizmann, Ben Shenhar, dikutip dari Times of Israel, Senin (2/2/2026).

Dia menjelaskan penelitiannya menemukan gen menjadi alasan faktor umur panjang sekitar 50%.

Studi sebelumnya menggunakan gen dari kembar Swedia dan Denmark yang berasal dari abad ke-19. Penelitian terbaru mencoba menghitung faktor pengaruhnya.

Pada temuan terbaru mengungkapkan salah satu faktor kematian adalah mortalitas ekstrinsik, yakni faktor lain dari luar tubuh. Faktor ini tidak diperhitungkan oleh penelitian sebelumnya, begitu juga kekerasan, kecelakaan, dan penyakit menular.

Para peneliti menggunakan rumus matematika dalam menghitung mortalitas ekstrinsik dari orang kembar. Sebelumnya telah diteliti kembar yang meninggal pada usia 90 tahun dengan alasan alami, sementara kembar lainnya meninggal karena penyakit menular pada usia 30 tahun.

Mortalitas ekstrinsik yang diteliti saat masih hidup, sebelum era antibioktik, menghasilkan 10 kali lebih tinggi dari sekarang. Khususnya karena penyakit menular telah mudah disembuhkan.

Dengan data baru, para peneliti telah memvalidasi prediksi kematian ektrinsik menutupi heritabilitas atau bagian dari keragaman yang terpengaruh oleh genetik.

Penulis studi senior dan ahli biologi sistem Weizmann Institute, Uri Alon mengatakan studi kembar sebelumnya menggunakan metode statistik menghasilkan sifat lain seperti tinggi badan, tekanan darah, serta sifat kepribadian. Namun, tidak terdampak oleh mortalitas ekstrinsik.

“Rata-rata umur harapan hidup adalah satu sifat khsuus yang dipengaruhi mortalitas ekstrinsik. Karena penyebab kematian tidak dicatat dalam studi kembar lama, jadi tidak dikoreksi,” ucapnya.

Gen berdampak pada umur panjang dalam dua arah. Yakni cacat genetik yang melemahkan yang bisa menyebabkan penyakit dan memperpendek umur, serta yang bisa bermanfaat untuk umur panjang.

Shenhar mencontohkan seseorang bisa berusia 100 tahun tanpa kondisi medis serius. Kemungkinan karena memiliki gen pelindung untuk penyakit bisa berkembang saat usia terus bertambah.

“Sejumlah gen telah diidentifikasi, meskipun seperti kebanyakan sifat kompleks, usia panjang mungkin dipengaruhi ratusan bahkan ribuan gen,” kata Shenhar.

Red~ IKN

Source: CNBC Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Taiwan Lumpuh Diterjang Topan Champi, Ribuan Warga Dievakuasi

23 Oktober 2026 - 08:56 WITA

China Minta Politikus Filipina Tak Bikin Panas Hubungan Antar Negara

21 Oktober 2026 - 02:33 WITA

Singapura Layangkan Peringatan ke 7 Perusahaan Indonesia Terkait Kabut Asap

17 Oktober 2026 - 03:38 WITA

RI Dorong ACAFTA Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM

15 Oktober 2026 - 06:45 WITA

PBB Desak Investigasi Serangan Terhadap Bandara Internasional Riyadh

13 Oktober 2026 - 04:33 WITA

Trending di Warta Internasional