Menu

Mode Gelap
Heboh Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK Setelah Nobar Piala Dunia Aksi Pemulung Ikut Tambal Jalan Rusak di Padang, Warga Mengaku Sudah Dua Wali Kota Tanpa Perbaikan Masyarakat Padati Jalan, Gelaran Festival Budaya Teguhkan Ajeg Budaya Polri Tahan 2 Tersangka Kasus Korupsi Pembiayaan Pengadaan Batu Bara JARR Milik Haji Isam Akui Beli CPO Sitaan Kejaksaan Agung DPR Gerah PNS Dapat Pensiun Seumur Hidup, Kerja Enggak Seberapa

Warta Internasional

Peneliti Israel Sebut 50% Umur Manusia Sudah Ditentukan di Kandungan

badge-check


					Peneliti Israel Sebut 50% Umur Manusia Sudah Ditentukan di Kandungan Perbesar

Lamanya seseorang hidup ditentukan banyak faktor. Salah satunya yang ditemukan oleh para peneliti Israel dari Institut Sains Weizmann yakni terkait gen.

“Rentang hidup dipengaruhi banyak faktor, termasuk gaya hidup, gen, dan terpenting soal faktor kebetulan seperti organisme yang identik secara genetik dibesarkan di lingkungan yang sama tetapi meninggal dalam waktu berbeda,” kata penulis utama dan mahasiswa doktoral bidang fisika di Institut Sains Weizmann, Ben Shenhar, dikutip dari Times of Israel, Senin (2/2/2026).

Dia menjelaskan penelitiannya menemukan gen menjadi alasan faktor umur panjang sekitar 50%.

Studi sebelumnya menggunakan gen dari kembar Swedia dan Denmark yang berasal dari abad ke-19. Penelitian terbaru mencoba menghitung faktor pengaruhnya.

Pada temuan terbaru mengungkapkan salah satu faktor kematian adalah mortalitas ekstrinsik, yakni faktor lain dari luar tubuh. Faktor ini tidak diperhitungkan oleh penelitian sebelumnya, begitu juga kekerasan, kecelakaan, dan penyakit menular.

Para peneliti menggunakan rumus matematika dalam menghitung mortalitas ekstrinsik dari orang kembar. Sebelumnya telah diteliti kembar yang meninggal pada usia 90 tahun dengan alasan alami, sementara kembar lainnya meninggal karena penyakit menular pada usia 30 tahun.

Mortalitas ekstrinsik yang diteliti saat masih hidup, sebelum era antibioktik, menghasilkan 10 kali lebih tinggi dari sekarang. Khususnya karena penyakit menular telah mudah disembuhkan.

Dengan data baru, para peneliti telah memvalidasi prediksi kematian ektrinsik menutupi heritabilitas atau bagian dari keragaman yang terpengaruh oleh genetik.

Penulis studi senior dan ahli biologi sistem Weizmann Institute, Uri Alon mengatakan studi kembar sebelumnya menggunakan metode statistik menghasilkan sifat lain seperti tinggi badan, tekanan darah, serta sifat kepribadian. Namun, tidak terdampak oleh mortalitas ekstrinsik.

“Rata-rata umur harapan hidup adalah satu sifat khsuus yang dipengaruhi mortalitas ekstrinsik. Karena penyebab kematian tidak dicatat dalam studi kembar lama, jadi tidak dikoreksi,” ucapnya.

Gen berdampak pada umur panjang dalam dua arah. Yakni cacat genetik yang melemahkan yang bisa menyebabkan penyakit dan memperpendek umur, serta yang bisa bermanfaat untuk umur panjang.

Shenhar mencontohkan seseorang bisa berusia 100 tahun tanpa kondisi medis serius. Kemungkinan karena memiliki gen pelindung untuk penyakit bisa berkembang saat usia terus bertambah.

“Sejumlah gen telah diidentifikasi, meskipun seperti kebanyakan sifat kompleks, usia panjang mungkin dipengaruhi ratusan bahkan ribuan gen,” kata Shenhar.

Red~ IKN

Source: CNBC Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Spanyol Hadapi Gelombang Panas Ketiga, Suhu Bisa Capai 45 Derajat Celsius

19 Juli 2026 - 06:12 WITA

Kelab Malam di Thailand Terbakar Habis, 27 Orang Tewas-22 Kritis

13 Juli 2026 - 06:49 WITA

2 Jet Tempur Tabrakan di Udara Gegara Pilot Selfie, AU Minta Maaf

6 Juli 2026 - 03:29 WITA

Korea Selatan Gratiskan Biaya Visa Buat Turis

2 Juli 2026 - 06:28 WITA

Malaysia Turunkan Harga BBM per 1 Juli

28 Juni 2026 - 10:26 WITA

Trending di Warta Internasional