Persatuan Olahraga Tradisional Indonesia (PORTINA) Sulawesi Utara menggelar pendidikan dan pelatihan bagi instruktur, pelatih, serta wasit/juri olahraga tradisional pada Selasa, 20 Oktober 2026. Kegiatan ini bertujuan menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mengembangkan olahraga tradisional sekaligus memimpin pertandingan sesuai ketentuan yang berlaku secara nasional.
Bendahara PORTINA Sulawesi Utara, Yohanes Macpal, mengatakan pelatihan tersebut dirancang agar peserta memiliki kompetensi sesuai peran masing-masing. Para peserta diharapkan dapat mengajarkan teknik dasar, membina atlet, hingga memimpin pertandingan secara adil.

“Yang pertama, instruktur mampu mengajarkan teknik dasar olahraga tradisional ke masyarakat umum dan khususnya bagi anak-anak didik di sekolah. Kemudian, para peserta ini nantinya akan menjadi pelatih yang akan melahirkan atlet untuk mengikuti festival olahraga nasional. Dan yang ketiga, peserta juga mampu untuk menjadi wasit atau juri memimpin pertandingan secara adil sesuai dengan peraturan nasional pelestari olahraga tradisional,” ujar Yohanes.
Menurutnya, pengembangan sumber daya manusia menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga keberlangsungan olahraga tradisional di daerah. Dengan tersedianya instruktur dan pelatih, olahraga tradisional diharapkan semakin dikenal dan dapat diperkenalkan secara luas, termasuk melalui lingkungan sekolah.
Yohanes menegaskan, pelatihan tersebut juga sejalan dengan tujuan PORTINA Sulawesi Utara untuk melestarikan budaya tradisional, khususnya yang berkembang di daerah. Ia berharap para peserta dapat menjadi penggerak pelestarian olahraga tradisional di tengah masyarakat.
“Ini kalau untuk target, yang pertama tentu adalah kita melestarikan budaya tradisional, khususnya daerah Sulawesi Utara. Diharapkan memang setelah kita mulai dari sumber daya manusia pelatih hari ini, budaya-budaya olahraga yang ada di Sulawesi Utara itu dilestarikan oleh semua masyarakat dan juga peserta ini,” katanya.
Sejumlah olahraga tradisional yang diharapkan terus berkembang antara lain putar dodutu, lari tempurung, lari balok, egrang, dan lompat panjang. Selain menjadi bagian dari aktivitas olahraga, permainan tersebut juga mencerminkan kekayaan budaya yang perlu diwariskan kepada generasi muda.
Melalui pendidikan dan pelatihan ini, PORTINA Sulawesi Utara berharap semakin banyak masyarakat terlibat dalam pengembangan olahraga tradisional. Upaya tersebut diharapkan mampu menjaga keberadaan permainan tradisional sekaligus membuka peluang bagi lahirnya atlet yang dapat mewakili daerah dalam festival olahraga nasional.
****









