Menu

Mode Gelap
Lima Sila Pancasila Jadi Filosofi Pembangunan Gedung Mahkamah Agung di IKN Anggaran Kementerian di Kanwil Kemenag Kalteng dan Universitas Palangkaraya Terindikasi Dikorupsi Dari Tambling, Titiek Soeharto Dorong Kolaborasi Sains dan Alam untuk Konservasi Masa Depan Mutasi Polri Agustus 2026, Kapolda dan Wakapoda Sulut serta Sejumlah Pejabat Utama Pindah Tugas hingga Promosi Jabatan Baru Berusia 11 Tahun, Mikhayla Shanum Caya Jadi Kontingen Indonesia Termuda Asian Games 2026, Targetkan Medali Kejagung Tampilkan Uang Sitaan Rp401 Miliar Kasus Nikel PT CNI

Warta Nusantara

Pemerintah Percepat 104 Sekolah Rakyat, Jangkau 112 Ribu Anak Miskin Ekstrem

badge-check


					Pemerintah Percepat 104 Sekolah Rakyat, Jangkau 112 Ribu Anak Miskin Ekstrem Perbesar

Pemerintah terus mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat sebagai upaya memperluas akses pendidikan bagi kelompok masyarakat miskin ekstrem. Sebanyak 104 unit Sekolah Rakyat baru kini sedang dalam tahap penyelesaian di berbagai daerah di Indonesia.

Program ini merupakan bagian dari target nasional untuk menghadirkan Sekolah Rakyat di 32 provinsi dan 102 kabupaten/kota, dengan kapasitas yang dirancang menampung hingga 112.320 siswa dalam 3.744 rombongan belajar. Hingga 22 Maret 2026, progres pembangunan secara nasional telah mencapai 15,54 persen.

Fasilitas Modern Berbasis Teknologi

Dalam Tahap II pembangunan ini, setiap kompleks Sekolah Rakyat berdiri di atas lahan seluas 5 hingga 10 hektare yang disiapkan oleh pemerintah daerah setempat. Sekolah dirancang modern dan terintegrasi, dengan fasilitas yang mencakup ruang kelas berbasis teknologi, laboratorium keterampilan, perpustakaan, pusat pembelajaran digital, serta asrama untuk siswa dan tenaga pengajar.

Selain fasilitas akademik, kompleks sekolah juga dilengkapi dengan kantin sehat, klinik, lapangan olahraga, ruang kegiatan ekstrakurikuler, dan ruang terbuka hijau.

Tantangan Teknis di Lapangan

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengakui adanya sejumlah tantangan teknis dalam pelaksanaan pembangunan, mulai dari akses menuju lokasi, distribusi material, hingga kesiapan infrastruktur pendukung.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan komitmen kementeriannya untuk memastikan seluruh proyek berjalan tepat waktu dan berkualitas.

“Pembangunan Sekolah Rakyat ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul. Kementerian PU ingin memastikan fasilitas pendidikan ini dibangun secara cepat dan berkualitas,” kata Dody, Senin (23/3/2026).

Jawa Tengah Catat Perkembangan Signifikan

Di Provinsi Jawa Tengah, pembangunan Tahap II tersebar di 11 titik yang dibagi dalam dua wilayah kerja. Wilayah Jawa Tengah 1 mencakup Kabupaten Banyumas, Cilacap, Brebes, Wonosobo, dan Temanggung. Sementara wilayah Jawa Tengah 2 meliputi Kabupaten Jepara, Pati, Rembang, Sragen, Sukoharjo, serta Kota Semarang.

Beberapa lokasi bahkan mencatat progres di atas rata-rata nasional. Kabupaten Sragen menjadi salah satu yang menonjol dengan kemajuan konstruksi yang cukup tinggi.

Pemerintah melalui Kementerian PU bersama pemerintah daerah terus mempererat koordinasi agar seluruh proyek Sekolah Rakyat Tahap II dapat diselesaikan sesuai jadwal yang ditetapkan. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu mendorong pemerataan kualitas pendidikan di berbagai penjuru Indonesia.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Anggaran Kementerian di Kanwil Kemenag Kalteng dan Universitas Palangkaraya Terindikasi Dikorupsi

2 September 2026 - 04:33 WITA

Rangkuman Kunjungan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto 26,27-28 Agustus 2026

29 Agustus 2026 - 11:17 WITA

Presiden Prabowo: Bagaimana Kita Punya Ratusan Helikopter kalau Tak Ada Uang? Korupsi Harus Diperangi

26 Agustus 2026 - 06:00 WITA

Presiden Prabowo Susuri Lahan Terbakar di Kubu Raya, Pastikan Penanganan Karhutla Berjalan Optimal

22 Agustus 2026 - 11:45 WITA

Fatimah Az-Zahra Sosok Kartini Masa Kini

20 Agustus 2026 - 15:02 WITA

Trending di Warta Nusantara