Menu

Mode Gelap
Presiden Putin: Indonesia Mitra Paling Kunci bagi Rusia di Kawasan Asia Pasifik 12 Pasang Atlet TNI AU Siap Berjuang, Kobarkan Semangat Prestasi di Piala Panglima TNI 2026 Keluarga Jadi Kekuatan Suksesnya Pembudidaya Ikan Nila Lestari di Manganitu Presiden Prabowo Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF ke-11 di Vladivostok Sherina Munaf Turun Tangan Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan Kisah Desa di Pekalongan yang Berdamai dengan Satwa Liar, Punya Aturan Larangan Berburu

Warta Internasional

PBB: Situasi kemanusiaan di Lebanon kian memburuk

badge-check


					PBB: Situasi kemanusiaan di Lebanon kian memburuk Perbesar

Badan Koordinasi Urusan Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UN Office for the Coordination of Humanitarian Affairs/OCHA) pada Senin (11/5) menyebutkan bahwa situasi kemanusiaan terus memburuk di Lebanon meskipun ada gencatan senjata, dengan layanan kesehatan diserang dan petugas paramedis terbunuh.

Lebih dari 100 serangan dilaporkan terjadi dalam 24 jam terakhir, sementara 87 orang tewas selama akhir pekan.

OCHA, mengutip angka dari Kementerian Kesehatan Masyarakat Lebanon, menyebutkan bahwa sedikitnya 2.846 orang tewas dan 8.693 lainnya terluka sejak eskalasi perseteruan antara Israel dan Hizbullah pada 2 Maret.

Pada Senin, kementerian itu melaporkan bahwa dua petugas paramedis tewas dan beberapa lainnya luka-luka dalam serangan udara yang menargetkan lokasi-lokasi layanan kesehatan di kota Qalaway dan Tibnin di Lebanon selatan. Menurut OCHA, petugas paramedis tersebut tewas saat sedang merespons insiden sebelumnya.

Sejak awal eskalasi, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mencatat 158 serangan terhadap layanan kesehatan, yang mengakibatkan 108 korban tewas dan 249 korban luka.

“PBB menegaskan kembali bahwa serangan terhadap personel kemanusiaan dan medis tidak dapat diterima dan semakin melemahkan sistem kesehatan yang sudah kewalahan dan akses perawatan darurat bagi warga sipil,” kata OCHA.

OCHA menyebutkan bahwa tiga rumah sakit dan 41 pusat layanan kesehatan primer masih tutup, sementara beberapa lainnya hanya beroperasi sebagian. Di kegubernuran-kegubernuran di Lebanon selatan, enam rumah sakit belum melanjutkan layanan persalinan yang ditangguhkan selama eskalasi.

“Selama akhir pekan, Israel kembali mengeluarkan perintah pengungsian untuk sejumlah kota dan desa di Lebanon selatan dan Kegubernuran Nabatieh. Ini menyebabkan gelombang pengungsian baru dan semakin membebani tempat-tempat penampungan kolektif dan komunitas-komunitas penampung pengungsi,” kata OCHA.

“Mitra-mitra kesehatan menyampaikan bahwa para pengungsi, termasuk kelompok-kelompok yang paling rentan seperti wanita hamil, sering menghadapi keterbatasan akses terhadap makanan yang memadai dan beragam, sehingga meningkatkan risiko kesehatan,” ujar OCHA.

Terlepas dari kendala-kendala itu, para mitra kemanusiaan terus menyalurkan bantuan dan layanan penting melalui koordinasi erat dengan pemerintah Lebanon.

“Hingga saat ini, mitra-mitra kesehatan telah mendukung lebih dari 585 admisi pasien ke rumah sakit, menyuntikkan lebih dari 18.000 dosis vaksin melalui pusat layanan kesehatan primer, dan memberikan lebih dari 4.300 konsultasi perawatan prapersalinan,” kata OCHA.

Selain itu, mitra-mitra di bidang ketahanan pangan telah mendistribusikan lebih dari 8,4 juta makanan, kata badan kemanusiaan tersebut.

Namun, kebutuhan kemanusiaan terus melebihi sumber daya yang tersedia, dengan hanya 41 persen dari total permohonan dana darurat yang membutuhkan 308 juta dolar AS (1 dolar AS = Rp17.485) diberikan untuk periode Maret hingga akhir Mei.

“Tanpa pendanaan penuh, layanan-layanan penting, seperti kesehatan, air, dan sanitasi, akan terganggu,” kata OCHA.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Presiden Putin: Indonesia Mitra Paling Kunci bagi Rusia di Kawasan Asia Pasifik

4 September 2026 - 05:13 WITA

Presiden Prabowo Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF ke-11 di Vladivostok

3 September 2026 - 06:35 WITA

Jepang Kirim Helikopter Bantu Atasi Karhutla RI

30 Agustus 2026 - 06:33 WITA

Peringati 75 Tahun Hubungan Diplomatik, Festival Indonesia Digelar di Swiss

27 Agustus 2026 - 03:34 WITA

Kisah PMI Bangun Kedai Kuliner Indonesia di Jantung Kota Taipei

24 Agustus 2026 - 05:45 WITA

Trending di Warta Internasional