Menu

Mode Gelap
Lima Sila Pancasila Jadi Filosofi Pembangunan Gedung Mahkamah Agung di IKN Anggaran Kementerian di Kanwil Kemenag Kalteng dan Universitas Palangkaraya Terindikasi Dikorupsi Dari Tambling, Titiek Soeharto Dorong Kolaborasi Sains dan Alam untuk Konservasi Masa Depan Mutasi Polri Agustus 2026, Kapolda dan Wakapoda Sulut serta Sejumlah Pejabat Utama Pindah Tugas hingga Promosi Jabatan Baru Berusia 11 Tahun, Mikhayla Shanum Caya Jadi Kontingen Indonesia Termuda Asian Games 2026, Targetkan Medali Kejagung Tampilkan Uang Sitaan Rp401 Miliar Kasus Nikel PT CNI

Warta Nusantara

Panen Raya Udang di Kebumen, Presiden Prabowo Tegaskan Prioritas Pembangunan Produktif untuk Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat

badge-check


					Panen Raya Udang di Kebumen, Presiden Prabowo Tegaskan Prioritas Pembangunan Produktif untuk Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat Perbesar

Jateng, infokatulistiwanews.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat pembangunan proyek-proyek produktif yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah, serta memperkuat perekonomian nasional. Hal tersebut disampaikan Kepala Negara saat melaksanakan panen raya udang dan meninjau kegiatan sortir hasil panen di kawasan Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah, pada Sabtu, 23 Mei 2026.

Dalam sambutannya, Kepala Negara menyampaikan bahwa pemerintah akan terus memperluas pembangunan sektor-sektor produktif di berbagai daerah, khususnya yang mampu menghasilkan protein bagi masyarakat sekaligus berorientasi ekspor guna meningkatkan devisa negara.

“Kita akan bangun proyek-proyek produktif yang menghasilkan protein untuk rakyat kita, dan juga untuk jual ke luar negeri supaya kita bisa dapat devisa. Saya kira nanti dalam bulan-bulan yang akan datang kita akan mempercepat proses pembangunan yang produktif. Semua yang produktif akan kita jalankan. Produktif artinya harus menghasilkan nilai tambah,” ujar Kepala Negara.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo juga mengungkapkan telah memberikan arahan kepada jajaran Kabinet Merah Putih agar memprioritaskan proyek-proyek yang mampu membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Kepala Negara menegaskan bahwa ukuran keberhasilan pembangunan bukan semata pada megahnya infrastruktur, melainkan pada manfaat ekonomi yang dirasakan rakyat.

“Saya kasih petunjuk ke Kabinet, yang boleh kita dukung, yang harus kita dukung, yang harus kita jalankan adalah proyek-proyek yang produktif. Batasan produktif apa? Menciptakan lapangan kerja untuk rakyat kita. Kedua, menghasilkan nilai tambah, menambah kekayaan bangsa Indonesia, menambah penghasilan rakyat kita. Itu arti produktif,” tegas Presiden Prabowo.

Pada kesempatan tersebut, Presiden Prabowo turut menekankan pentingnya efisiensi dan orientasi hasil dalam pembangunan nasional. Kepala Negara menilai bahwa pembangunan fasilitas fisik harus diimbangi dengan produktivitas yang nyata bagi masyarakat.

“Jadi, maaf, kita sekarang agak tunda lah bangun banyak kantor, kantor, kantor. Kantor itu ya perlu, tapi jangan ada kantor nggak ada produktivitas. Iya kan? Kantor megah produknya nggak ada. Lebih baik kantornya tidak begitu bagus, tapi produknya bagus, hasilnya banyak, penghasilan untuk rakyat banyak. Rakyat kita butuh pekerjaan,’ pungkas Kepala Negara.

Pembangunan Indonesia ke depan bukan sekadar membangun, tetapi menghasilkan, menciptakan kerja, meningkatkan nilai tambah, dan memastikan setiap kebijakan bermuara pada kesejahteraan rakyat.

Red~ IKN

(BPMI Setpres)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Anggaran Kementerian di Kanwil Kemenag Kalteng dan Universitas Palangkaraya Terindikasi Dikorupsi

2 September 2026 - 04:33 WITA

Rangkuman Kunjungan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto 26,27-28 Agustus 2026

29 Agustus 2026 - 11:17 WITA

Presiden Prabowo: Bagaimana Kita Punya Ratusan Helikopter kalau Tak Ada Uang? Korupsi Harus Diperangi

26 Agustus 2026 - 06:00 WITA

Presiden Prabowo Susuri Lahan Terbakar di Kubu Raya, Pastikan Penanganan Karhutla Berjalan Optimal

22 Agustus 2026 - 11:45 WITA

Fatimah Az-Zahra Sosok Kartini Masa Kini

20 Agustus 2026 - 15:02 WITA

Trending di Warta Nusantara