Menu

Mode Gelap
Presiden Prabowo Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF ke-11 di Vladivostok Sherina Munaf Turun Tangan Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan Kisah Desa di Pekalongan yang Berdamai dengan Satwa Liar, Punya Aturan Larangan Berburu Lima Sila Pancasila Jadi Filosofi Pembangunan Gedung Mahkamah Agung di IKN Anggaran Kementerian di Kanwil Kemenag Kalteng dan Universitas Palangkaraya Terindikasi Dikorupsi Dari Tambling, Titiek Soeharto Dorong Kolaborasi Sains dan Alam untuk Konservasi Masa Depan

Warta Nusantara

Otorita IKN komitmen wujudkan sistem pemerintahan kokoh hukum

badge-check


					Otorita IKN komitmen wujudkan sistem pemerintahan kokoh hukum Perbesar

Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) berkomitmen mewujudkan sistem pemerintahan kokoh secara hukum mencerminkan pembangunan IKN di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur, sebagai contoh masa depan dan peradaban bangsa Indonesia.

“Otorita siap membangun sistem pemerintahan yang tidak hanya kokoh secara hukum, tetapi juga mencerminkan pembangunan IKN sebagai contoh masa depan dan peradaban bangsa,” ujar Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono ketika ditanya mengenai kerja sama dengan Jimly School of Law and Government (JSLG) di Sepaku, Penajam Paser Utara, Kamis.

“Rakyat Indonesia harus bangga dan sekaligus bertekad bahwa IKN sebagai miniatur peradaban masa depan,” katanya.

IKN resmi menjalin kerja sama dengan JSLG untuk memperkuat kapasitas kelembagaan dan tata kelola menuju pemerintahan daerah khusus (pemdasus) di IKN.

Otorita IKN telah menandatangani kerja sama dengan JSLG untuk persiapan IKN menjadi pemdasus, jelas Basuki Hadimuljono, sehingga ke depan dapat berjalan dengan baik.

Tiga pilar utama penting harus dipersiapkan menjadikan IKN sebagai daerah khusus, lanjut Ketua Pembina JSLG Jimly Assiddiqie, antara lain yakni aturan konstitusional, kelembagaan konstitusional dan budaya konstitusional.

IKN sebagai Ibu Kota Politik dalam makna positif bukan hanya soal memindahkan pusat pemerintahan, tetapi juga mempersiapkan aspek tertib administrasi, tata kelola, etik dan budaya, pelibatan masyarakat lokal dan sosial ekonomi.

Tenggelamnya suatu peradaban terjadi karena kualitas institusinya tidak bermutu, kata mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (2003-2008) itu, majunya peradaban lahir dari institusi yang bermutu.

Menata kelembagaan harus bersama, semua yang berada di IKN harus berbangga karena menjadi bagian dari membangun sejarah peradaban baru Indonesia, demikian Jimly Assiddiqie.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Anggaran Kementerian di Kanwil Kemenag Kalteng dan Universitas Palangkaraya Terindikasi Dikorupsi

2 September 2026 - 04:33 WITA

Rangkuman Kunjungan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto 26,27-28 Agustus 2026

29 Agustus 2026 - 11:17 WITA

Presiden Prabowo: Bagaimana Kita Punya Ratusan Helikopter kalau Tak Ada Uang? Korupsi Harus Diperangi

26 Agustus 2026 - 06:00 WITA

Presiden Prabowo Susuri Lahan Terbakar di Kubu Raya, Pastikan Penanganan Karhutla Berjalan Optimal

22 Agustus 2026 - 11:45 WITA

Fatimah Az-Zahra Sosok Kartini Masa Kini

20 Agustus 2026 - 15:02 WITA

Trending di Warta Nusantara