Menu ✖

Mode Gelap
Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang TNI AL Amankan Tugboat Pembawa Ribuan Kubik Kayu Log di Perairan Utara Pulau Buru Kisah Ibu-ibu Pemindang Ikan Kusamba, 28 Tahun Kerja Cuma Libur Nyepi-Galungan KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa DPD RI Desak Menag Perkuat Pengawasan Anak Lindungi dari Kekerasan Seksual Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

Warta Entertainment

Nilai Artis Kini Turut Menentukan Pilihan Penonton Konser

badge-check


					Nilai Artis Kini Turut Menentukan Pilihan Penonton Konser Perbesar

Pengamat musik Aldo Sianturi menilai nilai dan identitas yang melekat pada artis maupun acara kini turut menjadi pertimbangan penonton dalam memilih konser dan festival musik.

“Penonton musik hari ini sudah tidak lagi hanya membeli tiket untuk menonton artis. Mereka juga membeli pengalaman, nilai, dan bahkan identitas yang melekat pada sebuah event,” kata Aldo di Jakarta, Selasa (6/10/2026).

Menurut dia, perkembangan media sosial membuat hubungan antara artis, promotor, dan penonton semakin terbuka. Publik dapat mengetahui sikap artis terhadap isu sosial serta cara penyelenggara menangani persoalan lingkungan, profesionalisme, dan keamanan.

Kondisi tersebut membuat keputusan penonton untuk menghadiri konser semakin dipengaruhi oleh kesesuaian nilai antara artis atau penyelenggara dengan penontonnya.

Fenomena itu terlihat dalam sejumlah perbincangan publik mengenai konser dan festival musik. Pada Pestapora 2025, keterlibatan PT Freeport Indonesia sebagai sponsor memicu penolakan sejumlah musisi.

Penyelenggara kemudian memutus kerja sama dengan perusahaan tersebut setelah belasan musisi membatalkan penampilan mereka.

Fenomena serupa terlihat dalam tur Ed Sheeran di Amerika Serikat ketika Macklemore dikeluarkan dari daftar penampil pendukung setelah menyuarakan dukungan terhadap Palestina.

Keputusan tersebut muncul setelah sejumlah pemilik stadion menyatakan keberatan atas kehadiran Macklemore.

Aldo menilai respons penonton juga berpotensi memengaruhi keputusan promotor karena bisnis konser sangat bergantung pada kepercayaan publik.

“Promotor sekarang bukan hanya menghitung berapa banyak followers seorang artis atau seberapa besar streaming-nya. Mereka juga harus mempertimbangkan risiko reputasi,” ujarnya.

Menurut dia, kontroversi yang berpotensi memicu boikot, demonstrasi, kehilangan sponsor, atau mengganggu keamanan acara perlu diperhitungkan sebagai risiko.

Meski demikian, Aldo mengingatkan promotor agar tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan tekanan di media sosial. Promotor perlu melakukan verifikasi fakta, menilai risiko, dan melihat konteks persoalan sebelum menentukan sikap.

“Tidak semua ketidaksetujuan publik otomatis berarti sebuah artis atau event harus dibatalkan. Kita harus bisa membedakan antara kritik, tuntutan akuntabilitas, dan cancel culture,” katanya.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tari Maengket: Ungkapan Syukur Identitas Budaya

17 Oktober 2026 - 03:40 WITA

Dirikan Sekolah Gratis di Perkampungan, Andien Ingin Pendidikan Jadi Jalan Keluar dari Kemiskinan

15 Oktober 2026 - 06:43 WITA

Artis yang Tak Tinggal Diam soal Karhutla Kalimantan: Nana Mirdad Murka, Luna Maya Buka Donasi

13 Oktober 2026 - 04:30 WITA

Sinopsis Empat Musim Pertiwi, Film Putri Marino yang Terpilih Mewakili Indonesia di Oscar

11 Oktober 2026 - 04:51 WITA

Kris Dayanti Rajin Olahraga Wushu di Usia 50 Tahun, Sukses Raih Emas

9 Oktober 2026 - 05:56 WITA

Trending di Warta Entertainment