Menu ✖

Mode Gelap
Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang TNI AL Amankan Tugboat Pembawa Ribuan Kubik Kayu Log di Perairan Utara Pulau Buru Kisah Ibu-ibu Pemindang Ikan Kusamba, 28 Tahun Kerja Cuma Libur Nyepi-Galungan KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa DPD RI Desak Menag Perkuat Pengawasan Anak Lindungi dari Kekerasan Seksual Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

Warta Entertainment

Kris Dayanti Rajin Olahraga Wushu di Usia 50 Tahun, Sukses Raih Emas

badge-check


					Kris Dayanti Rajin Olahraga Wushu di Usia 50 Tahun, Sukses Raih Emas Perbesar

Kris Dayanti memilih menjaga kebugaran lewat wushu di usia 50 tahun. Dari cabang olahraga yang ia tekuni sekitar lima tahun ini, ia sudah membawa pulang medali emas.

Saat ditemui di Plaza Senayan, Rabu (7/10/2026), ia menegaskan olahraga menjadi caranya merawat ingatan.

“Jangan! Baru 50 jangan pikun. Tapi dengan olahraga saya menunda itu supaya gak ada demensia, supaya gak pikun, gitu. Makanya olahraga wushu gitu,” ujar Kris Dayanti di Plaza Senayan, Rabu (7/10/2026).

Sebelum ikut bertanding, ia memastikan kondisi tubuhnya aman untuk latihan intensif. Kris Dayanti menyebut terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter tulang.

“Jadi sebelum saya 5 tahun belajar wushu, sebelum saya ikut tanding, saya ketemu dokter tulang dulu, Profesor Nicolaas,” katanya.

1. Cek Bone Density, Baru Boleh Ikut Kejuaraan
Kris Dayanti menjalani pemeriksaan kepadatan tulang sebagai syarat sebelum tampil di kejuaraan. Hasilnya dinilai baik, sehingga dokter mengizinkannya maju ke kompetisi.

“Begitu cek bone density saya bagus di atas rata-rata, 60% masih bagus, warna masih hijau, di maksudnya di di skrin warnanya masih bagus, dokter baru mengizinkan saya untuk boleh ikut championship, gitu,” jelasnya.

Ia menekankan, ikut cabang olahraga untuk dipertandingkan tidak bisa sembarangan. Menurutnya, atlet perlu rujukan medis tertulis dari dokter sebelum turun tanding.

“Jadi memang saya gak bisa sembarangan ikut cabang olahraga apalagi untuk dipertandingkan kalau gak dapet referensi surat dari dokter. Apalagi kalau atlet, setiap mau ikut pertandingan harus ada surat jalan dari dokter,” katanya.

2. Kris Dayanti Rutin Kardio dan Renang
Di luar wushu, Kris Dayanti konsisten menambah latihan kardio serta berenang. Renang ia pilih untuk membantu pemulihan tubuh setelah sesi gabungan di sasana.

“Kardio sama renang sih ya yang paling bagus. Karena dua kali latihan di join di sasana wushu, seperti hari ini saya berenang karena untuk apa, recovery,” katanya.

Ia menyebut air membantu meredakan pegal setelah latihan. Selain itu, renang bermanfaat untuk pernapasan dan penguatan diafragma.

“Untuk penyembuhan sakit-sakitnya tuh dengan berenang tuh bagus banget. Selain juga untuk menyelam juga, untuk pernapasan, diafragma juga dari berenang,” pungkasnya.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tari Maengket: Ungkapan Syukur Identitas Budaya

17 Oktober 2026 - 03:40 WITA

Dirikan Sekolah Gratis di Perkampungan, Andien Ingin Pendidikan Jadi Jalan Keluar dari Kemiskinan

15 Oktober 2026 - 06:43 WITA

Artis yang Tak Tinggal Diam soal Karhutla Kalimantan: Nana Mirdad Murka, Luna Maya Buka Donasi

13 Oktober 2026 - 04:30 WITA

Sinopsis Empat Musim Pertiwi, Film Putri Marino yang Terpilih Mewakili Indonesia di Oscar

11 Oktober 2026 - 04:51 WITA

Nilai Artis Kini Turut Menentukan Pilihan Penonton Konser

7 Oktober 2026 - 03:20 WITA

Trending di Warta Entertainment