Menu

Mode Gelap
Dharma Pongrekun Minta MK Tinjau Ulang UU Kesehatan demi Kedaulatan Bangsa Kisah Ibu di Cilegon: Andalkan Telur Dadar Campur Air, Kini Bersyukur Program MBG Berjalan Lagi Hinca Pandjaitan: Masukan Aktivis Jadi Bahan Penting Penyempurnaan RUU Polri Kaltim lestarikan alat musik tradisional Sampe Dayak sebagai identitas bangsa Dari Hutan Sulawesi ke Panggung Dunia: Kisah Nilam Indonesia yang Menghidupi Ribuan Petani Wamen Imipas Silmy Karim dan 7 Pejabat Imigrasi Ditahan KPK

Warta Utama

Nasional Menteri PPPA: Roblox Bikin Ketergantungan, Kalau Sudah Main, Enggak Ingat Makan

badge-check


					Nasional Menteri PPPA: Roblox Bikin Ketergantungan, Kalau Sudah Main, Enggak Ingat Makan Perbesar

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan (PPPA), Arifah Fauzi, menuturkan, gim Roblox membuat anak-anak menjadi ketergantungan atau kecanduan. Arifah menyebut anak-anak menjadi lupa waktu jika bermain gim tersebut, bahkan untuk sekadar makan.

“Karena itu sangat mengganggu anak-anak, ada ketergantungan, ada addict. Kalau sudah main Roblox, itu kayaknya serius, enggak ingat makan, enggak ingat apa-apa,” ucap Arifah saat ditemui di Kantor KemenPPPA, Jakarta Pusat, Selasa (19/8/2025).

Arifah menuturkan, ia mendengar banyak keluhan dari para orangtua yang mengaku resah karena gim itu berpotensi membuat anak mereka kecanduan.

Kata Arifah, para orangtua sebenarnya tidak setuju anak bermain Roblox karena berbagai alasan, termasuk kekhawatiran menjadi addict.

“Ya Roblox itu, kalau saya lihat dari pendapat masyarakat, yang saya dengar, khususnya pada orang tua, itu sebenarnya tidak setuju,” ujarnya.

Arifah mengungkapkan bahwa pihaknya sedang melakukan kajian bersama kementerian terkait dalam menangani isu ini. “Jadi kalau melihat dari (keluhan) masyarakat, baiknya dikaji kembali,” tambah dia.

Sebelumnya diberitakan, gim Roblox menjadi sorotan lantaran dianggap mempengaruhi hal buruk kepada anak-anak.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti lalu melarang anak-anak untuk bermain game Roblox. Menurut Mu’ti, Roblox mengandung kekerasan yang bisa ditiru anak-anak.

“Kalau main HP tidak boleh menonton kekerasan, yang di situ ada berantemnya, di situ ada kata-kata yang jelek-jelek, jangan nonton yang tidak berguna ya. Nah yang main blok-blok (Roblox) tadi itu jangan main yang itu ya, karena itu tidak baik ya,” kata Mu’ti, dikutip dari Antara News, Selasa (5/8/2025).

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dari Ruang Kelas SMPN 111 Jakarta, Cita-Cita Besar Menggema di Hadapan Presiden Prabowo

3 Juni 2026 - 06:34 WITA

Alumnus Unair Berkarier Jadi Marine Biologist di Maldives

30 Mei 2026 - 01:39 WITA

Kisah Mauliyan dan Ariandi, Orangutan Kurus yang Bertahan di Tengah Krisis Habitat

29 Mei 2026 - 06:36 WITA

Kakek Mujiran di Lampung Ambil Sisa Getah di Kebun PTPN Berujung Dipenjara

25 Mei 2026 - 06:32 WITA

Perjuangan Suami Merawat Istri yang Mengidap Tuberkulosis Tulang

22 Mei 2026 - 07:14 WITA

Trending di Warta Utama