Menu

Mode Gelap
Dharma Pongrekun Minta MK Tinjau Ulang UU Kesehatan demi Kedaulatan Bangsa Kisah Ibu di Cilegon: Andalkan Telur Dadar Campur Air, Kini Bersyukur Program MBG Berjalan Lagi Hinca Pandjaitan: Masukan Aktivis Jadi Bahan Penting Penyempurnaan RUU Polri Kaltim lestarikan alat musik tradisional Sampe Dayak sebagai identitas bangsa Dari Hutan Sulawesi ke Panggung Dunia: Kisah Nilam Indonesia yang Menghidupi Ribuan Petani Wamen Imipas Silmy Karim dan 7 Pejabat Imigrasi Ditahan KPK

Warta Utama

Kisah Lansia di Kota Banjar, Tinggal di Rumah Bilik Bambu Tanpa Dapur dan Fasilitas MCK

badge-check


					Kisah Lansia di Kota Banjar, Tinggal di Rumah Bilik Bambu Tanpa Dapur dan Fasilitas MCK Perbesar

Seorang lansia di Kota Banjar hidup dalam kondisi memprihatinkan. Rudi (73), warga Dusun Citangkolo, Desa Kujangsari, Kecamatan Langensari, harus menempati rumah bilik bambu berukuran 5×8 meter yang sudah rapuh, tanpa dapur maupun fasilitas MCK. Keadaan ini membuat warga sekitar khawatir rumah sederhana tersebut sewaktu-waktu bisa roboh.

“Kalau hujan airnya masuk ke rumah. Atapnya banyak yang bocor,” kata Ketua RT di lingkungan setempat Teguh Wiratno, Selasa (23/9/2025).

Rumah tersebut berdiri di atas tanah pribadi dan dihuni oleh dua jiwa. Rudi pemilik rumah yang kini berusia 73 tahun dan anaknya yaitu Jemiren berusia sekitar 50 tahun. Rudi tidak bisa lagi bekerja karena kondisinya yang renta, pendengaran terganggu dan juga penglihatannya rabun.

Anaknya pun mengalami keterbatasan karena pendengarannya terganggu. Meski begitu, ia masih tetap bekerja dan menjadi satu-satunya yang merawat sang ayah, lantaran saudara kandungnya yang lain tinggal di luar daerah.

Untuk kebutuhan hidup sehari-hari, keduanya harus memasak di belakang rumah karena tidak memiliki dapur. Warga tersebut juga tidak memiliki kamar mandi untuk keperluan MCK.

“Nggak punya dapur kalau masak di belakang rumah. Kamar mandi juga nggak punya kalau mau ke air biasanya ke sungai dekat rumah,” ujarnya.

Teguh menerangkan, kondisi rumah bilik bambu Rudi sudah sangat menghawatirkan. Bagian dindingnya sudah lapuk dan semakin parah kala hujan turun.

Pihaknya sudah berupaya melaporkan kondisi tersebut ke Pemerintah Desa Kujangsari. Namun menurutnya bantuan dari desa cukup lama karena harus melalui prosedur. Warga juga sempat membantu perbaikan rumah warga tersebut.

Meski demikian, ia memastikan Rudi telah mendapat bantuan pemerintah seperti BPNT dan PKH. Hal yang paling dibutuhkan lansia tersebut adalah perbaikan rumah yang layak huni.

“Bantuannya itu harapannya yang langsung selesai, karena kondisi warganya di sini sudah lansia,” pungkasnya

Red~ IKN

Source: harapanrakyat.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dari Ruang Kelas SMPN 111 Jakarta, Cita-Cita Besar Menggema di Hadapan Presiden Prabowo

3 Juni 2026 - 06:34 WITA

Alumnus Unair Berkarier Jadi Marine Biologist di Maldives

30 Mei 2026 - 01:39 WITA

Kisah Mauliyan dan Ariandi, Orangutan Kurus yang Bertahan di Tengah Krisis Habitat

29 Mei 2026 - 06:36 WITA

Kakek Mujiran di Lampung Ambil Sisa Getah di Kebun PTPN Berujung Dipenjara

25 Mei 2026 - 06:32 WITA

Perjuangan Suami Merawat Istri yang Mengidap Tuberkulosis Tulang

22 Mei 2026 - 07:14 WITA

Trending di Warta Utama