Menu

Mode Gelap
Lima Sila Pancasila Jadi Filosofi Pembangunan Gedung Mahkamah Agung di IKN Anggaran Kementerian di Kanwil Kemenag Kalteng dan Universitas Palangkaraya Terindikasi Dikorupsi Dari Tambling, Titiek Soeharto Dorong Kolaborasi Sains dan Alam untuk Konservasi Masa Depan Mutasi Polri Agustus 2026, Kapolda dan Wakapoda Sulut serta Sejumlah Pejabat Utama Pindah Tugas hingga Promosi Jabatan Baru Berusia 11 Tahun, Mikhayla Shanum Caya Jadi Kontingen Indonesia Termuda Asian Games 2026, Targetkan Medali Kejagung Tampilkan Uang Sitaan Rp401 Miliar Kasus Nikel PT CNI

Warta Utama

Kisah Lansia di Kota Banjar, Tinggal di Rumah Bilik Bambu Tanpa Dapur dan Fasilitas MCK

badge-check


					Kisah Lansia di Kota Banjar, Tinggal di Rumah Bilik Bambu Tanpa Dapur dan Fasilitas MCK Perbesar

Seorang lansia di Kota Banjar hidup dalam kondisi memprihatinkan. Rudi (73), warga Dusun Citangkolo, Desa Kujangsari, Kecamatan Langensari, harus menempati rumah bilik bambu berukuran 5×8 meter yang sudah rapuh, tanpa dapur maupun fasilitas MCK. Keadaan ini membuat warga sekitar khawatir rumah sederhana tersebut sewaktu-waktu bisa roboh.

“Kalau hujan airnya masuk ke rumah. Atapnya banyak yang bocor,” kata Ketua RT di lingkungan setempat Teguh Wiratno, Selasa (23/9/2025).

Rumah tersebut berdiri di atas tanah pribadi dan dihuni oleh dua jiwa. Rudi pemilik rumah yang kini berusia 73 tahun dan anaknya yaitu Jemiren berusia sekitar 50 tahun. Rudi tidak bisa lagi bekerja karena kondisinya yang renta, pendengaran terganggu dan juga penglihatannya rabun.

Anaknya pun mengalami keterbatasan karena pendengarannya terganggu. Meski begitu, ia masih tetap bekerja dan menjadi satu-satunya yang merawat sang ayah, lantaran saudara kandungnya yang lain tinggal di luar daerah.

Untuk kebutuhan hidup sehari-hari, keduanya harus memasak di belakang rumah karena tidak memiliki dapur. Warga tersebut juga tidak memiliki kamar mandi untuk keperluan MCK.

“Nggak punya dapur kalau masak di belakang rumah. Kamar mandi juga nggak punya kalau mau ke air biasanya ke sungai dekat rumah,” ujarnya.

Teguh menerangkan, kondisi rumah bilik bambu Rudi sudah sangat menghawatirkan. Bagian dindingnya sudah lapuk dan semakin parah kala hujan turun.

Pihaknya sudah berupaya melaporkan kondisi tersebut ke Pemerintah Desa Kujangsari. Namun menurutnya bantuan dari desa cukup lama karena harus melalui prosedur. Warga juga sempat membantu perbaikan rumah warga tersebut.

Meski demikian, ia memastikan Rudi telah mendapat bantuan pemerintah seperti BPNT dan PKH. Hal yang paling dibutuhkan lansia tersebut adalah perbaikan rumah yang layak huni.

“Bantuannya itu harapannya yang langsung selesai, karena kondisi warganya di sini sudah lansia,” pungkasnya

Red~ IKN

Source: harapanrakyat.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Desil dan Dilema Bantuan Sosial: Ketika Data Tak Sesuai Kondisi Warga

26 Agustus 2026 - 05:54 WITA

Presiden Prabowo: Tingkatkan Layanan Dasar bagi Rakyat dari Puskesmas hingga Sekolah, Tak Boleh Ada Anak Belajar dalam Keadaan Lapar

14 Agustus 2026 - 11:13 WITA

Kisah Munawi di Lereng Bromo, Merangkak di Tebing dan Mengejar Api hingga Larut Malam

8 Agustus 2026 - 12:10 WITA

Dari Mimpi Gaji Puluhan Juta ke Neraka Scam, Kisah Pekerja Migran di Sumut Jadi Korban TPPO

5 Agustus 2026 - 04:18 WITA

Akad Massal 62.000 KPR, Presiden Prabowo Pastikan Pemerintah Terus Hadirkan Hasil Nyata bagi Rakyat

31 Juli 2026 - 05:21 WITA

Trending di Warta Utama