Menu

Mode Gelap
Lima Sila Pancasila Jadi Filosofi Pembangunan Gedung Mahkamah Agung di IKN Anggaran Kementerian di Kanwil Kemenag Kalteng dan Universitas Palangkaraya Terindikasi Dikorupsi Dari Tambling, Titiek Soeharto Dorong Kolaborasi Sains dan Alam untuk Konservasi Masa Depan Mutasi Polri Agustus 2026, Kapolda dan Wakapoda Sulut serta Sejumlah Pejabat Utama Pindah Tugas hingga Promosi Jabatan Baru Berusia 11 Tahun, Mikhayla Shanum Caya Jadi Kontingen Indonesia Termuda Asian Games 2026, Targetkan Medali Kejagung Tampilkan Uang Sitaan Rp401 Miliar Kasus Nikel PT CNI

Warta Utama

Keprihatinan Presiden Prabowo dari Ratusan Triliun yang Dicolong Koruptor, Dunia yang Penuh Ketidakpastian, Terusiknya Para Mafia hingga Minimnya Gaji Wartawan

badge-check


					Keprihatinan Presiden Prabowo dari Ratusan Triliun yang Dicolong Koruptor, Dunia yang Penuh Ketidakpastian, Terusiknya Para Mafia hingga Minimnya Gaji Wartawan Perbesar

Jakarta, infokatulistiwanews.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menyinggung parahnya masalah korupsi di Indonesia. Menurutnya, korupsi di Indonesia sangat memprihatinkan.

“Korupsi masih sangat berlaku, kita mengerti hampir semua negara ada. Tapi harus kita akui di negara kita dalam keadaan yang sangat-sangat memprihatinkan,” kata Prabowo saat menghadiri penutupan Munas VI PKS di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Senin (29/9/2025).

Eks Menhan ini mengungkapkan, ratusan triliun uang negara diambil oleh koruptor. Prabowo menilai kondisi tersebut juga dirasakan oleh wartawan.

“Tapi saya yakin dalam hatinya wartawan-wartawan, sebetulnya apa yang saya omong, mereka merasakan. Karena wartawan pun penghasilannya sedikit, bener. Tapi saya bertekad saya harus tegakkan pemerintah yang bersih, anya dengan pemerintahan yang bersih, Indonesia bisa bangkit,” kata Prabowo.

“Rakyat sudah mengerti, tahu, dan pemerintah yang saya pimpin, saya sendiri sebagai mandataris, penerima mandat, kekuasaan dari rakyat, saya bertekad menjalankan janji dan sumpah saya kepada rakyat dan bangsa Indonesia,” tegas Kepala Negara.

Presiden Prabowo Subianto juga mengungkapkan situasi dunia yang masih penuh ketidakpastian, terutama disebabkan oleh ketegangan geopolitik yang berujung pada perang.

“Kita hidup dalam keadaan sekarang yang sama-sama merasakan, dunia yang penuh dengan ketidakpastian bahkan dengan ancaman, perang di mana-mana terjadi, perang dahsyat, yang di luar bayangan kemanusiaan kita bahkan di Eropa mereka sangat khawatir meletusnya perang dunia ketiga dengan perang nuklir,” jelasnya.

“Bencana kemanusiaan catastrophe dimana puluhan ribu ibu-ibu, anak kecil, orang tua yang tidak berdosa menjadi korban luar biasa,” ungkap Prabowo.

Menurut Prabowo, situasi ini harus menjadi perhatian bersama meskipun Indonesia terus membenahi kondisi di dalam negeri.

“Ini terjadi di tengah bangsa kita sedang membereskan rumah tangga kita, sedang membereskan diri kita sendiri, sedang membereskan kehidupan kita,” terangnya.

Dikesempatan itu pula, mantan Menteri Pertahanan ini menyinggung terkait indikasi keterlibatan sejumlah pihak dengan kekuatan besar untuk membuat gaduh di tengah kerusuhan demonstrasi akhir Agustus lalu.

Kepala Negara menilai pihak itu terusik karena pemerintah Indonesia mulai melakukan pembenahan dan menutup penyimpangan sistematik seperti pemberantasan tambang ilegal.

“Kami terus investigasi kerusuhan beberapa saat lalu. Yang kami melihat indikasi keterlibatan kekuatan-kekuatan tertentu untuk bikin gaduh untuk menghentikan pembangunan dan kebangkitan ekonomi Indonesia,” ungkap Presiden Prabowo.

Prabowo menilai mereka tidak ingin Indonesia makmur dan sejahtera. Mereka ingin meneruskan kesenjangan yaitu kekayaan hanya dinikmati segelintir orang saja. Presiden berkomitmen untuk melawan tindakan itu.

Eks Menhan ini mengatakan, mulai melakukan pembenahan supaya kekayaan negara bisa dinikmati masyarakat. Pembenahan itu yang tidak disukai kekuatan besar itu.

Dia menyinggung Bangka Belitung merupakan pusat tambang timah. Namun, ada sekitar 1.000 tambang ilegal di Bangka Belitung. Hampir 80 persen hasil timah tiap tahun itu diselundupkan.

Mulai 1 September 2025, Presiden Prabowo memerintahkan TNI, Polri, dan Bea Cukai melakukan operasi besar-besaran di Bangka Belitung. Tujuannya, menutup penyelundupan yang dilakukan dengan berbagai cara seperti menggunakan kapal.

“Menutup yang selama ini hampir 80 persen hasil timah tiap tahun diselundupkan tiap tahun,” tandasnya.

Prabowo memperkirakan akan menyelamatkan Rp22 triliun dari September sampai November 2025. Tahun depan, diperkirakan bisa menyelamatkan Rp45 triliun.

Lebih lanjut diungkapkan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada 25 Agustus 2025, masyarakat melakukan unjuk rasa menentang kebijakan DPR yang menaikkan gaji dan tunjangan mencapai Rp 100 juta di tengah kebijakan pemangkasan anggaran.

Demonstrasi itu terus berlanjut. Puncaknya ketika pengemudi ojek online Affan Kurniawan tewas akibat dilindas kendaraan taktis Brimob pada Kamis 28 Agustus 2025 di Jakarta.

Kejadian itu memicu kemarahan publik di berbagai daerah. Di beberapa tempat, massa melakukan pengrusakan fasilitas umum hingga penjarahan kediaman anggota DPR. Tercatat ada 10 orang yang meninggal dunia akibat demonstrasi itu.

Dikatakannya, ada upaya tindakan melawan hukum yang mengarah kepada makar dan terorisme dalam aksi demonstrasi yang berujung ricuh itu.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah menghormati kebebasan berpendapat sesuai United Nations International Covenant on Civil and Political Rights pasal 19 dan Undang-Undang 9 Tahun 1998. Ia mengatakan aspirasi murni yang disampaikan harus dihormati.

“Hak untuk berkumpul secara damai harus dihormati dan dilindungi. Namun kita tidak dapat pungkiri bahwa ada gejala tindakan-tindakan melawan hukum. Bahkan ada yang mengarah pada makar dan terorisme,” kata Prabowo dalam pernyataannya.

Kepala Negara mengingatkan, penyampaian aspirasi dapat dilakukan secara damai. Namun Presiden Prabowo mengingatkan, mereka akan ditindak apabila anarkis, merusak fasilitas umum, sampai adanya korban jiwa serta mengancam dan menjarah rumah-rumah dan instansi-instansi publik, maupun rumah-rumah pribadi.

Red~ IKN

Dikutip dari berbagai sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Desil dan Dilema Bantuan Sosial: Ketika Data Tak Sesuai Kondisi Warga

26 Agustus 2026 - 05:54 WITA

Presiden Prabowo: Tingkatkan Layanan Dasar bagi Rakyat dari Puskesmas hingga Sekolah, Tak Boleh Ada Anak Belajar dalam Keadaan Lapar

14 Agustus 2026 - 11:13 WITA

Kisah Munawi di Lereng Bromo, Merangkak di Tebing dan Mengejar Api hingga Larut Malam

8 Agustus 2026 - 12:10 WITA

Dari Mimpi Gaji Puluhan Juta ke Neraka Scam, Kisah Pekerja Migran di Sumut Jadi Korban TPPO

5 Agustus 2026 - 04:18 WITA

Akad Massal 62.000 KPR, Presiden Prabowo Pastikan Pemerintah Terus Hadirkan Hasil Nyata bagi Rakyat

31 Juli 2026 - 05:21 WITA

Trending di Warta Utama