Menu

Mode Gelap
Lima Sila Pancasila Jadi Filosofi Pembangunan Gedung Mahkamah Agung di IKN Anggaran Kementerian di Kanwil Kemenag Kalteng dan Universitas Palangkaraya Terindikasi Dikorupsi Dari Tambling, Titiek Soeharto Dorong Kolaborasi Sains dan Alam untuk Konservasi Masa Depan Mutasi Polri Agustus 2026, Kapolda dan Wakapoda Sulut serta Sejumlah Pejabat Utama Pindah Tugas hingga Promosi Jabatan Baru Berusia 11 Tahun, Mikhayla Shanum Caya Jadi Kontingen Indonesia Termuda Asian Games 2026, Targetkan Medali Kejagung Tampilkan Uang Sitaan Rp401 Miliar Kasus Nikel PT CNI

Warta Nusantara

KemenPPPA Dorong Anak Kembali ke Permainan Tradisional

badge-check


					KemenPPPA Dorong Anak Kembali ke Permainan Tradisional Perbesar

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) mendorong pemanfaatan permainan tradisional sebagai salah satu upaya mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai dan media sosial.

Usulan tersebut disampaikan Menteri PPPA, Arifatul Choiri Fauzi, dalam rapat koordinasi terkait pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak yang berlangsung di Gedung Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta, Rabu, 11 Maret 2026.

Menurut Arifatul, permainan tradisional memiliki nilai edukatif yang dapat membantu membentuk karakter anak sekaligus menjadi alternatif aktivitas bagi anak di tengah pembatasan penggunaan perangkat digital.

“Permainan tradisional memiliki nilai filosofis yang kuat dalam membangun karakter anak. Di dalamnya ada unsur kebersamaan, sportivitas, dan pembelajaran tentang aturan yang penting bagi perkembangan anak,” ujar Menteri PPPA.

Ia menilai, maraknya penggunaan gawai tanpa pengawasan yang memadai menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap berbagai persoalan yang dialami anak, termasuk meningkatnya potensi kekerasan maupun paparan konten negatif di ruang digital.

Karena itu, KemenPPPA melalui program Ruang Bersama Indonesia yang berbasis desa berupaya memperkuat peran keluarga dan lingkungan dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Program tersebut juga diharapkan dapat menghidupkan kembali berbagai aktivitas berbasis kearifan lokal di masyarakat.

“Melalui ruang bersama di tingkat desa, kami ingin menghadirkan lingkungan yang aman dan ramah bagi anak, sekaligus mendorong mereka kembali aktif bermain dan berinteraksi secara langsung,” kata Arifatul.

Ia menambahkan, permainan tradisional juga dapat menjadi sarana penanaman nilai-nilai Pancasila karena mengajarkan kerja sama, toleransi, dan sikap saling menghargai di antara anak-anak.

“Dalam permainan tradisional, anak-anak belajar bekerja sama tanpa memandang perbedaan latar belakang. Mereka bermain bersama, berinteraksi, dan membangun persahabatan. Nilai-nilai seperti ini sangat penting untuk memperkuat karakter anak sejak dini,” jelasnya.

KemenPPPA berharap pendekatan berbasis budaya tersebut dapat menjadi salah satu langkah efektif dalam mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai sekaligus memperkuat interaksi sosial di lingkungan masyarakat.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Anggaran Kementerian di Kanwil Kemenag Kalteng dan Universitas Palangkaraya Terindikasi Dikorupsi

2 September 2026 - 04:33 WITA

Rangkuman Kunjungan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto 26,27-28 Agustus 2026

29 Agustus 2026 - 11:17 WITA

Presiden Prabowo: Bagaimana Kita Punya Ratusan Helikopter kalau Tak Ada Uang? Korupsi Harus Diperangi

26 Agustus 2026 - 06:00 WITA

Presiden Prabowo Susuri Lahan Terbakar di Kubu Raya, Pastikan Penanganan Karhutla Berjalan Optimal

22 Agustus 2026 - 11:45 WITA

Fatimah Az-Zahra Sosok Kartini Masa Kini

20 Agustus 2026 - 15:02 WITA

Trending di Warta Nusantara