Menu ✖

Mode Gelap
Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang TNI AL Amankan Tugboat Pembawa Ribuan Kubik Kayu Log di Perairan Utara Pulau Buru Kisah Ibu-ibu Pemindang Ikan Kusamba, 28 Tahun Kerja Cuma Libur Nyepi-Galungan KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa DPD RI Desak Menag Perkuat Pengawasan Anak Lindungi dari Kekerasan Seksual Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

Warta Nusantara

KemenPPPA Dorong Anak Kembali ke Permainan Tradisional

badge-check


					KemenPPPA Dorong Anak Kembali ke Permainan Tradisional Perbesar

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) mendorong pemanfaatan permainan tradisional sebagai salah satu upaya mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai dan media sosial.

Usulan tersebut disampaikan Menteri PPPA, Arifatul Choiri Fauzi, dalam rapat koordinasi terkait pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak yang berlangsung di Gedung Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta, Rabu, 11 Maret 2026.

Menurut Arifatul, permainan tradisional memiliki nilai edukatif yang dapat membantu membentuk karakter anak sekaligus menjadi alternatif aktivitas bagi anak di tengah pembatasan penggunaan perangkat digital.

“Permainan tradisional memiliki nilai filosofis yang kuat dalam membangun karakter anak. Di dalamnya ada unsur kebersamaan, sportivitas, dan pembelajaran tentang aturan yang penting bagi perkembangan anak,” ujar Menteri PPPA.

Ia menilai, maraknya penggunaan gawai tanpa pengawasan yang memadai menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap berbagai persoalan yang dialami anak, termasuk meningkatnya potensi kekerasan maupun paparan konten negatif di ruang digital.

Karena itu, KemenPPPA melalui program Ruang Bersama Indonesia yang berbasis desa berupaya memperkuat peran keluarga dan lingkungan dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Program tersebut juga diharapkan dapat menghidupkan kembali berbagai aktivitas berbasis kearifan lokal di masyarakat.

“Melalui ruang bersama di tingkat desa, kami ingin menghadirkan lingkungan yang aman dan ramah bagi anak, sekaligus mendorong mereka kembali aktif bermain dan berinteraksi secara langsung,” kata Arifatul.

Ia menambahkan, permainan tradisional juga dapat menjadi sarana penanaman nilai-nilai Pancasila karena mengajarkan kerja sama, toleransi, dan sikap saling menghargai di antara anak-anak.

“Dalam permainan tradisional, anak-anak belajar bekerja sama tanpa memandang perbedaan latar belakang. Mereka bermain bersama, berinteraksi, dan membangun persahabatan. Nilai-nilai seperti ini sangat penting untuk memperkuat karakter anak sejak dini,” jelasnya.

KemenPPPA berharap pendekatan berbasis budaya tersebut dapat menjadi salah satu langkah efektif dalam mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai sekaligus memperkuat interaksi sosial di lingkungan masyarakat.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang

19 Oktober 2026 - 03:01 WITA

Presiden Prabowo Instruksikan Transformasi Menyeluruh PLN, Fokus Efisiensi dan Percepat Energi Surya 100 GW

16 Oktober 2026 - 02:52 WITA

Pemerintah Intensifkan Penanganan Karhutla, Operasi Darat dan Udara Terus Dioptimalkan

14 Oktober 2026 - 07:21 WITA

Pertemuan Presiden Prabowo dan Presiden El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama

12 Oktober 2026 - 05:13 WITA

Presiden Prabowo Sambut Presiden Mesir El-Sisi dengan Upacara Kenegaraan di Istana Merdeka

11 Oktober 2026 - 07:29 WITA

Trending di Warta Nusantara