Menu

Mode Gelap
Wamen Imipas Silmy Karim dan 7 Pejabat Imigrasi Ditahan KPK Kodaeral IX-Wanadri ekspedisi selam di Pulau Buru jaga ekosistem laut Titi DJ Buka Suara Usai Sebut Ada yang Lebih Bagus Nyanyikan ‘Sang Dewi’ dari Lyodra Puskesmas Tebing Tinggi Hadirkan Inovasi Cegah Penyakit Menular 3 Eks Pimpinan Lembaga BGN Ditetapkan Jadi Tersangka Terkait Perkara Penyimpangan Tata Kelola MBG Dari Ruang Kelas SMPN 111 Jakarta, Cita-Cita Besar Menggema di Hadapan Presiden Prabowo

Warta Nusantara

KemenPPPA Dorong Anak Kembali ke Permainan Tradisional

badge-check


					KemenPPPA Dorong Anak Kembali ke Permainan Tradisional Perbesar

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) mendorong pemanfaatan permainan tradisional sebagai salah satu upaya mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai dan media sosial.

Usulan tersebut disampaikan Menteri PPPA, Arifatul Choiri Fauzi, dalam rapat koordinasi terkait pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak yang berlangsung di Gedung Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta, Rabu, 11 Maret 2026.

Menurut Arifatul, permainan tradisional memiliki nilai edukatif yang dapat membantu membentuk karakter anak sekaligus menjadi alternatif aktivitas bagi anak di tengah pembatasan penggunaan perangkat digital.

“Permainan tradisional memiliki nilai filosofis yang kuat dalam membangun karakter anak. Di dalamnya ada unsur kebersamaan, sportivitas, dan pembelajaran tentang aturan yang penting bagi perkembangan anak,” ujar Menteri PPPA.

Ia menilai, maraknya penggunaan gawai tanpa pengawasan yang memadai menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap berbagai persoalan yang dialami anak, termasuk meningkatnya potensi kekerasan maupun paparan konten negatif di ruang digital.

Karena itu, KemenPPPA melalui program Ruang Bersama Indonesia yang berbasis desa berupaya memperkuat peran keluarga dan lingkungan dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Program tersebut juga diharapkan dapat menghidupkan kembali berbagai aktivitas berbasis kearifan lokal di masyarakat.

“Melalui ruang bersama di tingkat desa, kami ingin menghadirkan lingkungan yang aman dan ramah bagi anak, sekaligus mendorong mereka kembali aktif bermain dan berinteraksi secara langsung,” kata Arifatul.

Ia menambahkan, permainan tradisional juga dapat menjadi sarana penanaman nilai-nilai Pancasila karena mengajarkan kerja sama, toleransi, dan sikap saling menghargai di antara anak-anak.

“Dalam permainan tradisional, anak-anak belajar bekerja sama tanpa memandang perbedaan latar belakang. Mereka bermain bersama, berinteraksi, dan membangun persahabatan. Nilai-nilai seperti ini sangat penting untuk memperkuat karakter anak sejak dini,” jelasnya.

KemenPPPA berharap pendekatan berbasis budaya tersebut dapat menjadi salah satu langkah efektif dalam mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai sekaligus memperkuat interaksi sosial di lingkungan masyarakat.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

BMKG prakirakan potensi gelombang hingga 4 meter di perairan selatan

3 Juni 2026 - 06:25 WITA

BPS: Neraca dagang RI Januari-April 2026 surplus 5,64 miliar dolar AS

2 Juni 2026 - 05:58 WITA

Hari Lahir Pancasila, Presiden Prabowo Tegaskan Transformasi Menuju Ekonomi Pancasila yang Berkeadilan

1 Juni 2026 - 07:02 WITA

Tanah Ambles, Air Laut Naik, BRIN: Kawasan Pantura Jawa Semakin Terancam Tenggelam

31 Mei 2026 - 06:20 WITA

LAN: ASN harus jadi teladan etika digital berdasarkan Pancasila

30 Mei 2026 - 01:40 WITA

Trending di Warta Nusantara